PILIHAN HEADLINE

Dagkalbi Street di Myeongdong, Nikmatnya Ayam Tiada Duanya

18 Maret 2017 14:17:52 Diperbarui: 19 Maret 2017 13:32:42 Dibaca : 524 Komentar : 14 Nilai : 16 Durasi Baca :
Dagkalbi Street di Myeongdong, Nikmatnya Ayam Tiada Duanya
dagkalbi street di myeongdong, dokpri

Di Korea ada sebuah kota  yang terkenal dengan kuliner khasnya yang bernama 닭갈비 "Dagkalbi" kota tersebut bernama Chuncheon terletak dibagian timur Korea Selatan tepatnya di propinsi Gangwon. Tidak terlalu jauh dari kota Seoul, untuk menuju ke kota Chuncheon bisa menggunakan subway ataupun kereta express dan juga bus umum. Kota Chuncheon juga sebenarnya terkenal dengan sebuah pulaunya yang bernama "Nami Island" bagi pecinta drakor nama Nami Island tidaklah asing ditelinga mereka karena dipulau ini  lokasi drama "Winter Sonata" dibuat. Bahkan bukan di nami island saja pengambilan lokasinya namun dibeberapa tempat diwilayah kota Chuncheon juga.

Tak heran jika berada di kota ini kita dapat melihat berbagai catatan ataupun patung maupun spanduk yang mengambarkan tentang drama "Winter Sonata". Menurut beberapa sumber winter sonata merupakan drama awal gelombang demam drakor diseluruh asia dan sekitarnya. Jadilah untuk mengenang drama tersebut diberbagai lokasi pengambilan gambar di kota Chuncheon dibuat semacam penanda bahwa disini lho dulu Joong sang dan Yu jin main dramanya. Yupp merekalah pemeran utama dalam drakor tersebut.

Berhubung saya sedang tidak mengulas tulisan  tentang drama tersebut jadi saya balik lagi menceritakan tentang kuliner khas dari kota Chuncheon yaitu "Dagkalbi". Bagi orang Korea Dagkalbi merupakan panganan favorit mereka. Karena menurut  saya orang Korea itu suka sekali makan ayam, jadi apa aja panganan yang berbahan dasar ayam orang Korea pasti menyukainnya. Dagkalbi sendiri dikenal masyarakat Korea sekitar tahun 1950 an.  Asal muasal Dagkalbi bermula dari kota Chuncheon tepatnya disebuah jalan yang berada di kota Chuncheon.

Nah karena berasal dari Chuncheon kadang orang Korea menyebut kuliner tersebut dengan Chuncheon Dagkalbi. Di kota Chuncheon  ada sebuah jalan yang sangat terkenal dengan Dagkalbinya yaitu Myeongdong. Dari stasiun Chuncheon sangat mudah menemukannya karena ada banyak petunjuk arah untuk menuju jalan tersebut. Di sepanjang jalan tersebut banyak dijumpai restoran yang menyajikan menu dagkalbi. Konon dagkalbi sangat populer karena harganya yang sangat terjangkau buat kantong masyarakat umum. Dan lagi rasa ayamnya yang tiada duanya. Satu porsi dagkalbi bisa dihargai 10.000 Won dan cukup dimakan untuk satu keluarga kecil dengan ayah, ibu dan 1 atau 2 anak. 

dagkalbi ayamnya tiada duanya, dokpri
dagkalbi ayamnya tiada duanya, dokpri

 Dagkalbi merupakan kuliner yang berbahan dasar ayam. Dari namanya "Dag" artinya ayam "Kalbi" sendiri bisa juga diartikan  oseng-oseng, jadi dagkalbi bisa juga disebut oseng-oseng daging ayam.

Cara masaknya sebenarnya mudah hanya diberi Gochujang (pasta cabe), campuran irisan ko (yangbaechu), daun bawang (pa), ubi jalar (goguma), ttok (kue beras) dan ayam yang dipotong dadu. Yang lebih membuat panganan ini lebih digemari karena penyajiannya dihidangkan dalam keadaan mentah. Bukan berarti kita makan ayam mentah lho? Karena dihadapan kitalah panganan tersebut dimasak langsung  oleh tukang masaknya.

dari tahun ketahuan dagkalbi makin populer bagi orang korea, dokpri
dari tahun ketahuan dagkalbi makin populer bagi orang korea, dokpri

Biasanya restoran yang menjual menu Dagkalbi memiliki meja khusus dengan perapian dan pengorengan langsung dihadapan kita. Jadi saat kita memesan dagkalbi untuk 2 atau 3 orang maka yang akan  dihidangkan bukanlah dagkalbi yang sudah matang. Melainkan sebuah nampan besar yang berisi bahan-bahan yang mentah berupa sayuran, kue beras (ttok) dan daging ayam yang mentah dan diatasnya diberi bumbu berupa pasta cabe (gochujang). Tukang masak akan memasaknya dihadapan kita. Sambil nunggu dagkalbi matang biasanya kita udah ngences dulu ngiler lihat daging ayam diaduk aduk dihadapan kita. Tukang masak tidak akan menambahkan bumbu apapun kedalam pengorengan.

pesan dagkalbi dimasaknya didepan kita, dokpri
pesan dagkalbi dimasaknya didepan kita, dokpri

10 atau 15 Menit kemudian ketika daging dirasa matang dan air liur kita sudah menetes  maka kita akan dipersilahkan menyantapnya. Hemmm tengorokan udah naik turun karena gak sabar ingin menyantapnya. Satu kata yang akan keluar dari mulut kita yaitu "serbu" hemmm perang sumpitpun akan siap dimulai.

Pertama yang akan dicomot pastilah daging ayam yang dari tadi sudah ngilerin kita. Saat pertama digigit dan dikunyah terasa sekali ayam yang empuk dengan rasa gurih dan sedikit pedas makyusss ternyata nikmatnya tiada duanya dehhh. Pantaslah jika dagkalbi bikin ketagihan karena semua disajikan fress dan langsung santap begitu matang. Lagi enak-enaknya menyantap dan menikmati dagkalbi tukang masak datang lagi dan  menghentikan kita yang lagi enak enaknya makan -_- tukang masak meminta ijin pada kita apakah ia boleh memasak kembali? "maaf kali ini saya mau tambahkan mie pada dagkalbi" 

Melihat mie yang masih mentah dinampang bikin kita penasaran hemmm gimana ya selanjutnya rasa dagkalbi kalau ditambhan mie? Tukang masak langsung mencampurkan mie yang ia bawa dan dengan sutil ia mulai aduk aduk. 

Gak  pake lama tukang masakpun mempersilahkan kita untuk menyantap mie didalam dagkalbi  tersebut. Hemmm inilah yang membuat  rasa mie  berbeda dari biasanya karena dicampur dengan bumbu yang tersisa dari ayam dan beberapa sayuran tadi.

Belum cukup itu saja ternyata  setelah isi wajan habis ternyata tukang masak masih memasak yang lain yaitu  membuat nasi goreng dengan sisa sisa dagkalbi tadi. Sepiring nasi,  toge (kongnamu) dan daun selada serta rumput laut kering (kim)  dioseng oseng kembali seperti membuat nasi goreng heemmm inilah makanan penutut berupa nasi yang bikin kita kekenyang.  Hemmm benar-benar makan dagkalbi sampai bersih tak tersisa dan yang tersisa hanyalah rasa ayam yang tiada duanya dilidah.

Ingin coba dagkalbi? Jangan salahkan kalau ketagihan ya?

Salam Sya, 2017.03.15

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana