Syasya_mam
Syasya_mam Ibu Rumah Tangga

Annyeonghaseo ^_^

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup highlight

Diberi Uang Tanda Perpisahan di Kamboja

13 September 2017   14:42 Diperbarui: 13 September 2017   14:49 466 10 9
Diberi Uang Tanda Perpisahan di Kamboja
kalung dan gelang dari uang di kamboja. dokpri

Mau uang? Huuuu pasti jawabanya mau kan?. Yup saya sendiri aja gak nolak dikasih uang, asal bukan uang korupsi dan bukan uang mainan juga. Siapapun pasti mau kalau dikasih uang, gak dikasih aja rebutan apalagi ditawarin. Ditambah lagi kalau uangnya berbentuk dollar. Iya kan? pada doyan kan? ^_^

Ceritanya tuh saat suami tercinta yang lagi berjuang mencari sesuap nasi dan segenggap batu berharga di negri orang yaitu negri Kamboja. Harus kenegara lain untuk melanjutkan kerjanya, dan saat perpisahan dengan anak buahnya dikantor saya ikut hadir menemaninya. Sekedar menemaninya makan malam bersama rekan kerja dan karyawan kantor disebuah restoran dekat sungai Mekong. Restoran yang menyajikan makanan seafood dengan makan sepusanya asal habis dengan biaya masuk 20 dollar.

Acara makan-makan ini  sebenarnya  acara pergantian tahun baru, yang dibiayai oleh perusahaan. Karena sebelumnya sekitar 2 mingguan orang-orang diperusahaan sudah tahu bahwa suami tidak lagi berada di Kamboja untuk hari hari kedepan. Tanpa kami duga sebelum acara makan-makan selesai para karyawan yang hadir mengadakan acara perpisahan untuk suami. Agak terkejut juga dengan ulah para karyawan yang mengadakan acara tersebut.

Mereka berkerumun dimeja kami dengan alunan musik yang distel khusus untuk suami dan mereka bernyanyi (nyanyi lagu kamboja lucu dengernya) suami diminta berdiri dan dari mereka ada yang mengalungkan uang dileher suami Sambil tetap bernyanyi, ada juga beberapa orang yang mengikatkan uang di pergelangan tangan suami saya. Wow kejutan banget, gak nyangka.

Apa kah begini tradisi orang Kamboja ya? gumam saya dalam hati. Mengalungkan rangkaian uang dileher dan memberi gelang berupa uang dipergelangan tangan sebagai tanda perpisahan. Duhhh bikin terharu acaranya. Begitu kehilangankah mereka? 

Dan yang bikin lucunya lagi gelang-gelang uang yang dihias tersebut ada banyak yang bertuliskan "Saranghe (사랑해.)" terbakar deh api cemburu -_-. Apalagi tuh yang nulis Saranghe itu anak buahnya yang perempuan. Selama ini kerjanya ngapain sih pap? (pingin jewer) suami cuma cengar cengir kaya orang yang gak berdosa. Positif tingking deh jadinya  mungkin mereka bisanya cuma nulis Saranghe dalam bahasa hangel hehee

Saya pikir tuh kalung dan gelang dibuat pakai uang mainan. Eeeeeh ternyata uang beneran lho. Uang yang masih baru, balil dan licin lagi. Hemmm uang baru ngambil dari bank kayaknya. Soalnya uang-uang yang beredar di Kamboja baik Riel ataupun Dollar kebanyakan lecek dan kumel. Untuk gelang yang dari uang ditambah ikatan benang merah. Jadi selembar uang dihias kaya bikin pita, tapi gak pakai disobek atau di gunting ya. Baru kemudian dililiti benang merah.

Uang yang dirangkai untuk kalung tersebut disatukan dengan di streples, ada juga yang dilipat-lipat. Adapun nilai mata uang yang dipakai adalah 100, 1.000 dan 10.000 Riel Kamboja. Hemm padahal ngarep lho dikalungin uang dollar wkwk. Mengingat negara ini memakai 2 mata uang dalam setiap transaksi. Yup yang satu mata uang asli negaranya yaitu Riel Kamboja dan yang satunya lagi pakai dollar Amerika. 

Setelah saya tanyakan sama orang Kamboja maksudnya apa sih kok dikasih kalung dan gelang uang segala? Menurut penuturanya dipakaikan gelang atau kalung uang ini adalah agar pertemuan ini takkan berakhir, dan berharap suatu saat akan bisa bertemu kembali. Perpisahan inipun gak bisa dinilai dan ditukar dengan uang. 

Dan tak sembarangan orang juga yang akan mereka kalungkan dan gelangkan. Biasanya yang mereka kalungkan dan gelangkan adalah orang yang benar-benar mereka hormati dan sangat berkesan buat mereka. Karena tak biasa-biasanya diperusahaan yang berada di Kamboja ini karyawanya mengadakan acara seperti ini. Biasanya jika terjadi perpisahan antara atasan dan bawahan ya biasa-biasa saja.

Bos yang punya perusahaan saja sampai heran dan bertanya "Apa resepnya kok karyawan pada sayang sama Mr Dave?". Waduhh tersanjung deh nih suami. Mungkin karena suami termasuk orang yang menghargai apapun jerih payah kerja dari anak buahnya, gak pernah marah apalagi membentak mereka. Karena marah bukan akan menyelesaikan masalah. Kebiasaan orang Korea kalau kerja pasti suka marah marah, dan kalau marah me nye ram kan ..... -_- Suami tahu dan sangat faham kerja marah-marah bukan malah bikin anak buahnya loyal dalam bekerja tapi malah bikin takut dan gak suka. Kalau sudah gak suka jangan harap mau nuruti apa kata kita.  Jadi dalam bekerja ia memakai pendekatan yang halus ^_^

Kembali kejudul diatas. Biasanya dimana-mana untuk menyambut orang atau melakukan acara perpisahan maka yang dikalungkan adalah bunga. Walaupun banyak orang berharap yang dikalungkan itu bunga bank ^_^ tapi  tetep aja yang dikalungkan bunga beneran bahkan bunga plastik hehe. Saya berfikir sendiri  apakah di kamboja membentuk uang sedemikian rupa, mencoret dan menyetreples tidak ada saksi pasalnya dari negara? 

Mengingat di Indonesia ada peraturan yang merujuk pada Pasal 35 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011. Ayat pertama menyebut setiap orang yang sengaja merusak, memotong, menghancurkan, dan mengubah nilai rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan rupiah termasuk tindakan pidana. Sementara pada ayat ketiga menyebut setiap orang yang mengimpor atau mengekspor rupiah yang sudah rusak akan dipenjara maksimal 10 tahun dengan denda paling banyak Rp 10 miliar.  

Hemm padahal acara lamaran dan mas kawin ditanah air sekarang banyak  yang memakain uang yang dihias berbagai bentuk. Ada yang berbentuk angsa, masjid, bunga dan lain sebagainya. Dan untuk membentuk seperti itu biasanya ada yang pakai distreples ataupun di lem. Nah lho apakah gpp juga ya? Buktinya gak pernah ada yang dipermasalahkan ya gara-gara uang hehe

Mungkin pihak pemerintah masih bersikap halus, buktinya ada uang yang dicoret-coret buat nulis nomer Hp aja masih dibiarkan ^_^ Mungkin begitu juga di Kamboja. Karena hampir disetiap negara mata uang merupakan simbol sebuah negara yang harus dijaga. Jika masayarakatnya saja merusaknya sudah barang tentu merendahkan simbol negara. Mungkin pengecualian untuk kasus yang ini, bisa jadi karena menyayangi uang jadilah menghiasnya sedemikian rupa. 

Salam Sya, 2017.09.13