Surat Ahmadinejad kepada SBY

22 September 2012 18:00:00 Dibaca :

Kepada Yg Mulia Presiden Republik Indonesia

Mr. Susilo bambang Yudoyono

Pak presiden, saya mengetahui dari jauh bahwa di negara bapak banyak sekali masalah. Di negeri bapak juga banyak sekali aksi demonstarasi yang menentang bapak. Saya cukup prihatin atas keadaan itu, alhamdulillah dinegeri saya, masyarakat begitu mencintai saya. Saya ingin mengatakan kepada bapak, mengapa masyarakat iran mencintai saya? Karena saya melakukan banyak hal yang tidak bapak lakukan, dan itu membuat rakyat iran yakin bahwa saya menjadi presiden bukan untuk mengejar harta dan kedudukan. saya memimpin dengan tata cara Rosululloh, sementara kebanyakan negara berpenduduk muslim memimpin dengan cara kafir.

Pak presiden, taukah kenapa rakyat iran mencintai saya? Karena saya berani melawan negara adidaya yang suka memerangi negara-negara lemah, sementara bapak selalu bersahabat dengannya, dan bapak membiarkan kekayaan negeri bapak dieksploitasi oleh perusahaan2nya.saya tidak takut jika saya harus kehilangan jabatan, sementara bapak takut kalau bapak dikudeta oleh orang-orang pro amerika yang sebelumnya mendukung bapak.

Bapak presiden taukah kenapa rakyat Iran mencintai saya?, waktu saya pertama kali masuk istana, saya menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan. Sementara di istana anda tampak seperti istana raja persia dengan segala kemewahannya. Saya menutup ruang VIP di istana saya ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

Bapak presiden, taukah kenapa rakyat iran mencintai saya? karena Di banyak kesempatan saya sering bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenan, sementara bapak terlihat sibuk sekali samapi tidak ada waktu untuk berbincang dengan rakyat bapak sendiri saat ada rakyat bapak yang mau menemui bapak, mereka kan dihadang oleh pengawal yang berbadan kekar.

Bapak presiden, taukah kenapa rakyat iran mencintai saya?, karena saat terpilih menjadi presiden saya langsung mengumumkan kekayaan pribadi saya yaitu : Peugeot 504 tahun 1977,sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Dan setelah menjadi presiden kekayaan saya maih tetap seperti itu, dan saya tidak pernah mengeluh atas gaji yang saya terima. Sementara kekayaan bapak jauh berkali lipat dari yang saya punya. Negeri kami cukup kayak, tapi apa yang saya miliki jauh dari hidup seorang kaya. Sebagai manusia saya juga berhasrat atas sebuah kenyamanan, tetapi saya sadar bahwa saya pemimpin, harus berbuat lebih daripada orang yang saya pimpin. Mungkin bapak menganggap itu hak pribadi, tapi apa salahnya bapak berempati sementara rakyat bapak masih banyak yang miskin.

Pak presiden, taukah kenapa rakyat iran mencintai saya? Karena saya masih tinggal di rumah saya yang terletak di komplek kumuh, padahal saya adalah presiden dari sebuah negara bersar yang diperhitungkan secara politis, ekonomis, budaya. Jauh berbeda dengan rumah yang bapak tinggali.

Pak presiden, taukah bahwa tas yg selalu saya bawa tiap hari ? itu selalu berisikan sarapan;

roti isi atau roti keju yang disiapkan istri saya saya menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden

Pak presiden, taukah kenapa rakyat iran mencintai saya? Karena saya . mengubah Pesawat Terbang Kepresidenan menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk diri saya, dan saya meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi. Sementara sibuk untuk meningkatkan pesawat kepresidenan yang lebih mewah dan mahal.

Bapak presiden, taukah kenapa rakyat Iiran mencintai saya?, karena jika ada kunjungan ke daerah saya meminta diberikan kamar hotel yang sederhana dan saya tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Bahkan jika di rumah pun saya tidur di ruang tamu rumah saya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun saya pergi. sementara bapak harus tidur di hotel termewahdengan tambahan pengamanan dan  kaca anti peluru, yang membuat anggaran jadi membengkak.

Bapak presiden, taukah kenapa rakyat Iran mencintai saya, karena saya tidak suka merepotkan rakyat saya. saya langsung mengerjakan sholat dimanapun saya berada, meskipun hanya beralaskan karpet biasa dan saya tak mengatur protokoler agar saya duduk di barisan paling depan. Berbeda dengan di negeri bapak, saat bapak lewat jalanan jadi macet semua orang dibikin susah.

jika saya bercermin Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:

“Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Tulisan di atas bukanlah surat sungguhan, itu hanyalah bayangan saya, seandainya Ahmadinejad mengirimkan surat kepada SBY. Tapi walaupun tulisan ini hanya imaginasi saya, semua data tentang kegiatan dan sikap ahmadinejad di atas, adalah benar adanya. itu  saya baca dari banyak sumber.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?