PILIHAN HEADLINE

Dari Dokter Spesialis ke Daerah Terpencil Hingga Transjakarta yang Berani Pasang Target

21 Maret 2017 19:20:49 Diperbarui: 22 Maret 2017 08:08:03 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Dari Dokter Spesialis ke Daerah Terpencil Hingga Transjakarta yang Berani Pasang Target
Sumber: blog.physicsworld.com

Saat ini kami mencoba menyuguhkan lima artikel headline yang sayang Anda lewatkan untuk dibaca. Berikut adalah artikel headline pilihan hari ini.

1. Dokter Spesialis Disebar di Daerah Terpencil, Akankah Menjawab Masalah?

Sumber: www.waytoabroad.com
Sumber: www.waytoabroad.com

Belakangan ini dunia kedokteran dipenuhi dengan perbincangan hangat mengenai wajib kerja dokter spesialis atau biasa disebut dengan WKDS. Dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis, hal ini masih menimbulkan pertanyaan. Mengapa?

Berdasarkan data yang dipaparkan Kompasianer Ditta Suhada, rasio dokter spesialis di Indonesia sudah memenuhi target rencana pengembangan tenaga kesehatan, namun ternyata tidak tergambarkan di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, melihat pemerataan yang tidak merata akan persebaran dokter spesialis di Indonesia, solusi apa yang ditawarkan WKDS?

Selengkapnya

2. Transjakarta, Berani-beraninya Memasang Target

Sumber: Twitter.com/@PT_TransJakarta
Sumber: Twitter.com/@PT_TransJakarta

Gambaran pelayanan publik Jakarta mulai berbenah banyak. Menurut Kompasianer Rinsan Tobing, kinerja pemerintah Jakarta sudah mulai dihargai, tentunya dengan hasil yang berkualitas. Selain layanan publik yang sudah diperbaiki, tak lupa dalam sektor transportasi publik seperti Transjakarta sudah jauh lebih baik dari pemerintahan sebelumnya.

Dengan slogan #BeraniBerubah yang dibawanya, kinerja Transjakarta sudah banyak melakukan perubahan besar. Mulai dari sistem pembayaran e-ticket sampai penggantian bus baru berkualitas Eropa.

Selanjutnya dengan memulai untuk #BeraniBertarget dengan waktu tempuh, Transjakarta telah memasang target waktu tertentu pada beberapa koridor di Jakarta. Misalnya telah terbentang spanduk dengan jelas yakni hanya 35 menit di koridor 4 dari arah Tugas menuju Grogol. Waktu secepat ini dibantu dengan menerapkan contra flow setelah halte Matraman 2 menuju jalan Proklamasi.

Beraninya Transjakarta memasang target-target hanay bisa terjadi ketika didorong dengan kualitas kepemimpinan yang mau melayani. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Simak ulasan selengkapnya melalui tautan berikut.

Selengkapnya 

3. Menyikapi Perbedaan Lintas Usia: Iri Wajar, Galau Jangan

Ilustrasi Karyawan (Foto: Pixabay - Werner Heiber)
Ilustrasi Karyawan (Foto: Pixabay - Werner Heiber)

Perbedaan cara pandang dan cara berpikir orang-orang di sekitar kita karena perbedaan usia rasanya masih sering terjadi. Contohnya adalah ada yang iri terhadap pencapaian seseorang karena ketika muda dulu ia tidak meraih prestasi yang sama. Bisa jadi ada faktor beda generasi di sini.

Kompasianer Mutiara Me memaparkan mengenai generasi yang digambarkan dengan perbedaan 10 tahun, yakni mereka yang membaca tulisannya berusia 20an, 30an, dan 40an. Mutiara menuliskan beberapa perspektif masing-masing kelompok usia tersebut tentang kesempatan di masa kini.

Diantaranya, ia menuliskan mengenai bagaimana seseorang di usia 40an melihat orang berusia 30an, usia 40an memandang 20an, dan sebaliknya. Nyatanya, setiap generasi ternyata memiliki uneg-uneg, penilaian, dan permasalahannya sendiri-sendiri. Simak ulasan selengkapnya pada tautan ini.

Selengkapnya

4. Review Makanan, Enggak Boleh Asal Tulis!

Ilustrasi Menulis (Sumber: www.young.solopos.com)
Ilustrasi Menulis (Sumber: www.young.solopos.com)

Pada era internet sekarang, sosial media masih merupakan platform yang paling berpengaruh. Review yang kita tulis bisa langsung ditaruh di berbagai platform. Selain dapat meningkatkan popularitas, sosial mediapun juga bisa langsung menjatuhkan sampai membuat viral.

Kompasianer Sutiono Gunadi menulis ulasan menarik mengenai menulis review makanan. Ia menyampaikan beberapa tips untuk menulis review suatu makanan secara elegan.

Ulasan suatu makanan yang disampaikan sebaiknya informatif dan tidak terlalu promosi. Apa saja tips menulis review makanan tersebut? Baca ulasan selengkapnya melalui tautan berikut.

Selengkapnya 

5. 6 Dampak Kesehatan Akibat Hormon Testosteron Berlebih pada Wanita

Source: cdn2.uzone.id
Source: cdn2.uzone.id

Ulasan menarik lainnya datang dari Kompasianer Dr. Priscilla Johanna. Mengambil kasus hebohnya pernikahan artis Aming Sugandhi. Yang membuat heboh adalah penampilan "unik" istrinya yang bernama Evelyn Anjani. Disebut-sebut penampilan sang istri tersebut disebabkan oleh kadar testosteron yang tinggi dalam tubuhnya. Namun hormon ini tidak didapatkan secara alami.

Jumlah hormon testosteron pada wanita sebenarnya cenderung kecil bila dibandingkan dengan pria. Tapi dalam beberapa kasus, banyak wanita yang kadar testosteronnya tinggi. Testosteron yang tinggi pada wanita bisa berakibat macam-macam.

Ternyata terdapat beberapa dampak buruk dari kondisi ini. Salah satu dampak tersebut adalah hirsutisme, yakni dimana wanita mengalami pertumbuhan rambut kasar semisal kumis dan janggut. Lalu apa dampak lain akibat berlebihnya hormon testosteron pada wanita? Simak ulasan selengkapnya pada tautan berikut.

Selengkapnya 

(FIA)

Kompasiana News

/kompasiananews

TERVERIFIKASI

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana