Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Kotak Suara highlight

Sandi Mengaku Kekayaannya Bertambah Selama Maju pada Pilkada DKI 2017

18 April 2017   21:15 Diperbarui: 18 April 2017   21:22 266 0 1
Sandi Mengaku Kekayaannya Bertambah Selama Maju pada Pilkada DKI 2017
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno saat ditemui di rumah orang tuanya di Jalan Galuh II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga Sandiaga Uno mengatakan, kekayaannya bertambah selama dia maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017. Menurut Sandi, penambahan kekayaanan itu kontras dengan anggapan di masyarakat bahwa dirinya sudah menguras banyak harta saat maju di Pilkada.

"Saya bersyukur banget karena Allah kasih rezeki terus ke saya. Orang-orang kan bilang (saya) keluar banyak (uang). Tapi Allah kasih beruntun rezeki buat saya. Rezeki ditambah terus," kata Sandi saat ditemui di rumah orang tuanya di Jalan Galuh II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017).

Sandi melontarkan hal itu saat menyatakan komitmennya untuk menyumbangkan seluruh gaji, tunjangan, dan kompensasi untuk warga miskin. Hal itu akan dilakukan Sandi jika nantinya terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI periode 2017-2022.

Sandi enggan menyebutkan besaran penambahan kekayaan yang ia maksud. Namun, ia menyebut hal itu dapat diketahui dari laporan harta kekayaan yang dilaporkannya ke KPK.

"Saya membandingkan apakah kegiatan menyapa dan bersilaturahmi ini ada efeknya. Karena ulama-ulama kan bilang silaturahmi menambah rezeki," ujar Sandi.

Pada Maret lalu, Sandi menyerahkan laporan harta kekayaan terbarunya ke KPK. Jika berdasarkan laporan pada 29 September 2016, Sandi tercatat memiliki total kekayaan Rp 3,8 triliun dan 10,3 juta dollar AS.

Sandi mengatakkan, ia sudah menghabiskan dana dari kantong pribadinya sebesar Rp 108 miliar selama masa Pilkada DKI Jakarta 2017. Dana tersebut tidak hanya yang dipakainya untuk mengarungi masa kampanye Pilkada DKI sebanyak dua putaran. Namun termasuk yang digunakan saat mulai menyosialisasikan diri ke masyarakat sebelum dirinya resmi mendaftar ke KPU maju berpasangan dengan cagubnya saat ini, Anies Baswedan.

Baca juga:Sandiaga Habiskan Rp 108 Miliar Selama Pilkada DKI