Ko In
Ko In Mendengar, bersama mencari solusi

Aku dan Kamu

Selanjutnya

Tutup

pilihan

Serunya Mencari Cinta di Bank Syariah

20 Mei 2017   08:42 Diperbarui: 20 Mei 2017   09:33 128 2 0
Serunya Mencari Cinta di Bank Syariah
Produk bank syariah (dok pribadi)

Cinta terjadi karena ada keterpautan antara dua hati yang dilandasi oleh rasa saling percaya. Saling menjaga, berupaya mendapatkan atau menemukan dan menikmati kebahagiaan dalam kebersamaan.

Cinta adalah usaha saling memberi dan saling menerima. Berbagi suka dan duka. Saling menghargai dan percaya. Bersama menghadapi dunia yang penuh ketidak pastian. Untuk saling membantu serta berbagi tanggungjawab dalam kebersamaan.

Manusia selalu berusaha mencari kepastian dalam usaha memperoleh hidup yang aman dan nyaman di dunia yang fana. Berbagi masalah dengan orang terdekat, yang disayangi atau yang dicinta. Karena menjadikan beban hidup  berkurang.

www.republika.co.id
www.republika.co.id

Termasuk berbagi mengamankan harta benda atau kekayaan di bank sebagai salah satu cara mendapatkan rasa aman serta nyaman dalam menjalani hidup.

Bank menjadi salah satu pilihan dalam menyimpan uang dan barang berharga lainnya. Karena bank mengerti bagaimana menghargai dan menjujung tinggi arti kepercayaan yang diberikan nasabah. Dan bank berusaha menjaganya dengan sepenuh hati.

Kekayaan nasabah diperlakukan seperti kekayaan sendiri. Dijaga dan dikelola dengan baik agar nasabah percaya dan tetap mencintai bank.

Disamping itu masyarakat memperoleh bantuan pengawasan dari lembaga independen yang disebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yang memiliki wewenang dan tugas melakukan pengawasan kepada lembaga bank dan lembaga keuangan non-bank sebagaimana diatur dalam Undang Undang no 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

aku cinta syariah (dok pribadi)
aku cinta syariah (dok pribadi)

Kepedulian OJK terhadap lembaga keuangan syariah diwujudkan dalam peran aktif  kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah. Dengan melibatkan pelaku industri keuangan syariah. Seperti perbankan syariah, lembaga keuangan syariah non-bank, pelaku pasar modal syariah dan kegiatan usaha sektor riil yang terkait dengan ekonomi syariah.

Mengunjungi beberapa kota di tanah air adalah bukti cinta OJK kepada bank syariah. Pertama, di Jogjakarta mengenalkan produk dan jasa perbankan syariah. Kemudian Medan menjadi tempat yang seru untuk berbicara tentang bank syariah. Dilanjutkan Semarang dan Mataram,kota yang menjadi saksi bagaimana OJK meyakinkan masyarakat bahwa berbank syariah itu seru.

www.kompasiana.com
www.kompasiana.com

Serunya berbank syariah terletak pada keinginan untuk berbagi hasil dan menanggung risiko. Antara pemilik dana yang disebut shahibul maal, lembaga bank selaku pengelola dana yang disebut mudharib. Dengan masyarakat yang membutuhkan dana berupa pinjaman.

Dalam hubungan cinta terkadang  perlu pengorbanan. Namun tidak demikian jika menjadi nasabah bank syariah. Berbagi untung, iya. Namun tidak untuk berbagi rugi. Seperti bentuk pengorbanan bank syariah kepada nasabah. Bank syariah terlalu baik karena mencintai nasabahnya.

Saat ini aturan perhitungan bagi hasil bank syariah dengan nasabahnya berdasarkan pada pendapatan atau revenue sharing.Sedangkan biaya-biaya yang dikeluarkan bank diambil dari bagi hasil yang menjadi hak bank syariah. Artinya dana milik nasabah tidak berkurang atau hilang. Jika investasi yang dilakukan bank syariah mengalami kerugian.

www.finansialku.com
www.finansialku.com

Selain itu Lembaga Penjamin Simpana (LPS) juga mencintai nasabah perbankan syariah dengan menjamin dananya hingga mencapai dua milyar rupiah. Sesuai Undang Undang no 24 tahun 2004 tentang  Lembaga Penjamin Simpanan. Baik untuk skema titipan atau investasi.

Menggunakan produk jasa keuangan bank syariah seperti tabungan, giro, deposito akan mendapatkan bagi hasil yang cukup signifikan. Sebagaimana sistem bagi hasil yang telah menjadi bagian peradaban budaya nenek moyang bangsa Indonesia.

Sarat nilai yang berkeadilan saat melakukan aktivitas bagi hasil. Sebagaimana dilakukan antara penggarap sawah dan  pemilik tanah, yang masih berlangsung sampai sekarang.

Siap di panen dengan sistem bagi hasil (dok pribadi)
Siap di panen dengan sistem bagi hasil (dok pribadi)

Di perbankan syariah, nasabah mendapat perlakuan lebih istimewa jika dibandingkan dengan bank konvensional. Saat menyimpan uang di bank syariah, nasabah diposisikan sebagai pemilik dana yang melakukan investasi. Oleh bank syariah dana tersebut dikelola. Menginvestasikan di sektor-sektor publik dan aktivitas kegiatan ekonomi riil yang menguntungkan.

Sebagai catatan, produk bank syariah yang mendapatkan return bagi hasil, khusus untuk produk dengan skema investasi (mudharabah). Sedangkan untuk produk yang menggunakan skema titipan (wadiah) return yang digunakan berupa bonus. Skema ini dapat dipakai untuk produk tabungan, giro atau deposito.

Aprilia dari OJK saat Nangkring di Jogja (dok pribadi)
Aprilia dari OJK saat Nangkring di Jogja (dok pribadi)

Aprilia Ratna Palupi, Kepala Bagian Pengembangan Produk dan Edukasi, Departemen Perbankan Syariah OJK.  Saat Nangkring bersama blogger di Jogja (25/3) yang diselenggarakan Kompasiana dan OJK  menyebutkan, total aset industri perbankan syariah terus meningkat.

            Market share bank syariah terus mengalami pertumbuhan. Tahun 2016 market sharenya mencapai 5,30 persen. Sedangkan bulan Januari tahun 2017 telah mencapai 5,13 persen.

Market share merupakan kemampuan perusahaan dalam menguasai bagian pasar dan potensi penjualan yang dinyatakan dalam presentase oleh sebuah perusahaan. Semakin meningkat market share mengindikasikan perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik.

Belum lagi data yang menyebutkan aset keuangan syariah di Indonesia menempati peringkat sembilan dunia. Nilai asetnya sama dengan keuangan syariah negara Turki yang berada di posisi delapan.

Peta keuangan syariah dunia (foto:www.ojk.go.id)
Peta keuangan syariah dunia (foto:www.ojk.go.id)

Aprilia dari Departemen Perbankan Syariah OJK melakukan perjalanan ke Jogja, Medan, Semarang dan Mataram bagai makcomblang  untuk masyarakat agar melakukan pedekate atau pendekatan ke bank syariah. Yang disampaikannya menggoda. Menarik hati untuk membuktikan sendiri dengan mendatangi sejumlah bank syariah guna mengenal apa dan bagaimana sebenarnya bank syariah.

Mengingat bagi hasil yang diperoleh dari kegiatan mudharabah (investasi) atau wadiah (titipan)  cukup menarik. Jika dipikir-pikir bisa dikatakan lebih besar dari bank konvensional yang menggunakan sistem bunga atau riba.

Entah karena bank syariah masih malu-malu atau kurang percaya diri.  Saat pertama kali berjumpa dengan salah satu bank syariah harapan menemukan cinta pada kesan pertama pupus. 

www.republika.co.id
www.republika.co.id

Bank sepi. Untuk bertemu dengan petugas customer service harus menunggu. Entah kemana perginya. Mejanya kosong. Bahkan satpam bank syariah membantu mencari petugas customer service ke dalam ruangan.

Tidak lama kemudian satpam keluar  sambil mengatakan, “Mohon ditunggu sebentar...”.

Sambil menunggu membaca beberapa brosur yang tersedia. Namun setelah menunggu petugas customer service belum juga keluar. Karena terlalu lama akhirnya meninggalkan bank syariah tersebut dengan rasa kecewa.

Usaha mencari cinta di bank syariah berlanjut keesokan harinya dengan mendatangi bank syariah lain. Gedungnya cukup megah. Saat memperoleh nomer antrian cukup terkejut karena masih terbuat dari kertas karton tebal. Tidak sebagaimana bank konvensional yang dilengkapi mesin antrian. Tinggal pencet tombol teller atau customer service kemudian keluar nomor antrian.

Penjelasan costumer service terasa standar. Yang diperlukan KTP dan nomer NPWP jika ingin menjadi nasabah. Menjawab jika hanya mendapat pertanyaan. Seolah kurang tanggap di depannya orang yang masih binggung dengan bank syariah beserta produk-produknya.

Mbak atau ibu costumer service menjelaskan bahwa bank syariahnya melayani jasa gadai emas juga. Namun saat bertanya bagaimana caranya. Dipersilahkan untuk bertanya ke bagian gadai emas syariah.

Bank Mandiri Syariah jemput bola di kantor pos besar Jogja (dok pribadi)
Bank Mandiri Syariah jemput bola di kantor pos besar Jogja (dok pribadi)

Rasanya sejumlah pertanyaan akan keluar dari bibir tiba-tiba terhenti. Berganti rasa heran seperti melihat wanita cantik yang penuh pesona berjalan lewat di depan mata. Lidah jadi kelu dan tidak mampu berkata-kata.

Serunya mencari cinta di bank syariah berlanjut keesokan hari. Bertemu dengan bank syariah di gedung bank konvensional. Harus menunggu antrian yang cukup lama karena antrian jadi satu dengan nasabah bank konvensional.

Namun rasa penasaran untuk mengenal bank syariah terus menggoda hati. Perjalanan mencari cinta di bank syariah akhirnya sampai ke bank syariah yang dikelola pemerintah daerah.

www.id.foursquare.com
www.id.foursquare.com

Sekali lagi, sepi. Tetapi tidak  harus menunggu. Langsung bertemu customer serviceyang bersiap-siap istirahat. Namun waktu istirahat dikorbankannya untuk melayanai tamu yang ingin berkenalan dengan bank syariah.

Sungguh, yang dijelaskan seolah menghapus kekecewaan-kekecewaan sebelumnya. Lengkap, menemukan ketulusan dan profesionalisme. Seolah menemukan inner beauty  dari bank syariah. Sangat rinci dalam menerangkan siapa “dirinya”.

Bahkan saat menyebut ada layanan gadai emas. Mbak atau ibu yang tidak cantik menjelaskan dengan fasih tanpa harus ditanya. Dari jenis emasnya. Bentuk perhiasan atau batangan. Sampai ketentuan berapa kali boleh memperpanjang. Menjelaskan perbedaan biaya administrasi dan biaya titip. Sampai jangka waktu lama pinjaman. Lengkap.

Tabungan syariah milik seorang rekan (dok pribadi)
Tabungan syariah milik seorang rekan (dok pribadi)

Rasanya enggan untuk buru-buru meninggalkan bank BPD DIY Syariah.

Ketika menanyakan ada brosur-brosur produk untuk dipelajari dan dibaca. Dengan penuh antusias customer service ingin mengambilkan brosur-brosur yang letaknya dekat pintu masuk dan keluar.

Rasanya tidak enak hati mendapat pelayanan yang begitu istimewa.

Aduh,  baik banget bank syariah ini. Inikah salah satu hal yang menunjukkan keseruan berbank syariah? Inikah cinta bank syariah? Bersedia berbagi termasuk pada  hal-hal kecil. Meluangkan waktu dalam memberi bantuan.

www.id.foursquare.com
www.id.foursquare.com

Berbagi hasil tidak cukup dimaknai berbagi keuntungan secara matematis atau ekonomis. Tetapi mesti juga berbagi kepedulian dan perhatian, agar hidup ini menjadi lebih berguna dan berarti. Karena hidup menjadi berarti jika mampu membahagiakan orang lain.

Pelayanan yang belum sesuai ekspektasi masyarakat atau calon nasabah merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pihak manajemen perbankan syariah.

Customer service mesti memahami pengetahuan sebagian masyarakat akan bank syariah masih rendah.  Untuk itu harus lebih peduli dan tanggap jika masyarakat ingin menunjukkan cinta, kepedulian serta perthatiannya kepada bank syariah. Walau masih dalam tahap pedekate atau perkenalan.  

Cinta selalu indah rasanya (dok pribadi)
Cinta selalu indah rasanya (dok pribadi)

Jangan sampai calon nasabah yang berusaha mendekat malah dicuekin. Merasa tidak diperhatikan dan tidak dipedulikan. Dan celakanya jika merasa cintanya pada bank syariah bertepuk sebelah tangan. Hanya gara-gara bank syariah kurang pandai bersolek dalam meningkatkan kemampuan pelayanannya.