Sst, Skenario Adu Domba Pecah Belah PKS vs KPK - Gagal Total!

07 April 2013 10:25:49 Dibaca :

Sssstttttt.... saya beritahu ya kenapa LHI kemungkinan besar bisa bebas. Dan skenario adu Domba antara KPK vs PKS gagal total...

monggo disimak:

1. Jika tidak ada rekaman sadapan LHI kepada AF utk ambil suap, saya yakin LHI bebas.

2. Dasar keyakinan itu telah saya tuitskan seterang2nya. Semua delik yg dijeratkan KPK mentah.

3. Pertanyaannya, apakah KPK punya sadapan percakapan LHI kepada AF utk ambil suap?

4. Jika ada mengapa KPK tak tunggu uang mengalir dulu dari AF ke LHI baru lakukan penangkapan.

5. Seperti semua kasus tangkap tangan KPK terhadap penyelenggara negara.

6. Satu contoh kasus saya ambil untuk perbandingan. Kasus tangkap tangan Tommy Hindratmo, pegawai pajak.

7. Baca lah isi putusan hakim terhadap perkara Tommy Hindratmo dan James Gunarjo. James adlkurir sperti AF.

8. KPK sudah tahu saat Antonius Zonbeng, komisaris Bhakti Investama minta uang ke direktur keuangan Bhakti.

9. KPK tunggu uang mengalir dari Direktur Keuangan Bhakti ke Antonius. Nggak langsung ciduk.

10. Uang dari Antonius kemudian berpindah ke James Gunardjo. KPK juga tahu lewat sadapan. KPK juga menunggu.
11. Anda tahu berapa lama uang suap itu di tangan James? Tiga hari. Tak percaya, baca lah putusan James.

12. KPK tidak tangkap James. Sebab KPK menunggu uang mengalir ke Tommy dulu.

13. Mengapa KPK tak tangkap langsung James seperti menangkap AF dlm kasus LHI (ingat peran James mirip AF).
14. Jawabannya ada di putusan James dan Tommy. "KPK sudah tahu" uang bakal mengalir dari James tadi ke Tommy.
15. Mengapa KPK tahu? Karena ada sadapan dlm kasus Tommy Hindratmo.
16. KPK pun akhirnya menangkap Tommy setelah tiga hari duit rasuah itu ada di James.

17. Balik kita ke kasus LHI. Apakah KPK punya sadapan sebagai penuntun bahwa uang yg diterima AF untuk LHI?

18. Jika ada, tentunya KPK tunggu uang mengalir juga ke LHI dulu. Baru kemudian tangkap tangan.

19. Tapi faktanya KPK tangkap AF kurang dari 24 jam setelah terima uang dari Indoguna. Ada apa?

20. Perbedaan 'penampilan' KPK dlm kasus LHI ini yg nggak bisa dijawab KPK sampai sekarang.
21. Jadi masuk akal bila muncul kecurigaan KPK tangkap LHI karena pesanan. Sialnya, data pesanan salah pula.
22. Atau KPK dijebak untuk menangani kasus buntu ini. Saat kasus LHI bebas, KPK dipermalukan.
23. Yang lebih seram, KPK terpaksa vis a vis berhadapan dg massa PKS yg tak terima LHI dikriminalisasi.

24. Tapi saya percaya massa PKS tak akan anarkis. Mereka lebih terdidik dan santun. Nggak kayak massa PDIP.
25. Coba anda bayangkan LHI ini Megawati, gimana situasi jadinya. Seram. Pemilu 2014 bisa gagal karena chaos.

26. Nah skenario chaos jelang pemilu 2014 inilah yg semestinya diperhatikan aktivis seperti bung fajrul ini.

27. Instrumen penanggulangan situasi chaos itu sebenarnya sudah ada. Inpres No.2/2013. Baca lah...

28. Atau memang skenario ini sudah dirancang jauh2 hari, wallahu'alam. Kita lihat nanti.
*@dangtuanku
Cetttaaaerr Membahana! Mereka ingin adu domba PKS vs KPK! Wow konspirasi yang mengerikan.. tapi Alhamdulilah kader/simpatisan PKS cerdas dan terdidik ga kayak kader/simpatisan partai si fulan. hee
Kalau emang salah hukum dah.. hukum.. kalau gak salah ngapain sih di goyeng- goyeng.
Jadi Ingat deh Kisah nabi Yusuf As - di penjara karena fitnah eee... ternyata Allah balas kesabaran beliau; keluar dari penjara menjadi Penguasa Mesir!
...... Jangan pernah menyangka bahwa seseorang pahlawan selalu meraih prestasi- prestasinya dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan. Kesulitan-kesulitan adalah rintangan yang diciptakan oleh sejarah dalam perjalanan menuju kepahlawanan. Karena itu, peluang kegagalan sama besarnya dengan peluang keberhasilan.

“Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan menjadi pahlawan,” kata seorang penyair Arab, Al-Mutanabbi...

keumala fitria

/keumala

cinta damai. memang ada ya yg lebih baik dari pks? kalau ada share dong.. :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?