HIGHLIGHT

Brutalisme Pendukung Jokohok

19 September 2012 18:40:00 Dibaca :

Namanya fanatik itu pasti tidak rasional. Benar salah pokoknya tetap didukung. Right or wrong is my cagub. Sah-sah saja dalam politik menjadi fanatik. Namun menjadi fanatik di tengah-tengah kondisi masyarakat yang pendidikannya masih rendah, kemiskinannya meratulela, hasilnya sangat fatal. Mereka yang fanatik tanpa bekal pendidikan yang cukup dan didera kelaparan yang akut akhirnya menjadi pendukung fanatik yang destruktif. Persis seperti hooligan Inggris atau para bonek bola.

Begitu juga dengan para pendukung Jokohok. Ambil sampel saja di kompasiana ini. Setiap ada tulisan yang mencoba untuk melihat jago mereka secara kritis, selalu dibilangnya yang mengritik itu "orang kurang waras", "tukang sebar fitnah", dan lain-lain. Jadi teringat ketika Foke dikritik oleh para pengamat, para pendukung Foke tetap bekerja dan mencoba menanggapinya secukupnya. Namun begitu Jokohok ini dikritik, para pendukungnya berhamburan dengan berbagai komentar yang jauh dari sifat-sifat terdidik.

Bahkan salah seorang timses bagian pollingnya Jokohok, misalnya seperti Andrinof Chaniago, yang katanya dosen (mestinya terdidik), setiap kali memberi komentar tentang Foke menjadi sangat premanistik, jauh dari sifat luhurnya sebagai pendidik. Misalnya, cek saja akun kicauan twitter sang akademisi itu. Lebih terasa banyak menggunakan emosi dan sarkasme dibanding akal sehat. Mungkin karena saking fanatiknya sudah dikontrak.

Sama halnya dengan apa yang terjadi di twitland. Begitu Jokohok dikritik oleh akun triomacan2000 maka berhamburanlah para pendukung Jokohok dengan sumpah serapah. Di kompasiana ini juga termasuk. Banyak yang mendukung Jokohok lebih ingin mengumbar sumpah serapah tiap kali ada tulisan yang mengkritisi jagonya dan mengomentari lawan politiknya, dalam hal ini Fauzi Bowo, dengan permisalan-permisalan yang kampungan.

Misalnya, "Katanya tahanan kpk udah mw dipindah ke rtm guntur khan? hahahahahaha biar kumisnya dicabutin". Belum lagi ada yang mengatakan "anjing" segala. Kalau saya inventarisir kelakuan dan pilihan diksi para pendukung Jokohok ini mungkin bisa makin banyak. Tapi ya itulah mereka. Diksi dan redaksi menunjukkan kualitas manusianya. Brutalisme para pendukung cagub yang satu ini bisa jadi adalah benih-benih kebencian yang akan dibudidayakan di ranah yang lain.

Joko Lodang

/kawanjokolodhang

Akun ini dikelola oleh kuartet Sarjono, Eko, Marcello, dan Endang (disingkat JOKO LODANG). Kami berempat menolak hegemoni oleh siapapun dan dari apapun.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?