Omong Kosong Tentang Orang Baik

17 Juni 2012 04:53:01 Dibaca :

Kong Hu Cu pernah berkata ribuan tahun yang lalu: "Hanya orang yang memiliki cinta kasih yang mencintai orang baik dan juga tidak membenci orang jahat."

Tetapi bukankah setiap manusia mempunyai cinta kasih? Memiliki namun tidak bisa menggunakannya!

Banyak dari kita yang sanggup untuk bersikap baik terhadap orang yang baik pada kita. Hubungan relasi terjadi.

Ada perasaan tidak enak untuk tidak membalas kebaikan yang telah kita terima. Takut dikatakan tidak tahu diri.

Namun sangat sedikit dari kita yang tetap akan bersikap baik kepada seseorang yang telah bersikap tidak baik.

Mengecewakan dan menyakiti serta memperlakukan dengan tidak adil. Bila demikian kenyataannya. Apakah kita tetap harus bersikap baik?

Keegoan kita biasanya akan menolak dan mencari pembenaran. Bahwa kesalahan harus dibalas kesalahan. Rugi amat apabila tetap harus bersikap baik.

Kebencian harus dibalas kebencian. Kesakitan hati mesti dibalas dengan kesakitan hati.

Sering persepsi salah ini yang telah membentuk hidup kita. Kita tidak mampu mengikuti suara hari. Tidak kuasa mengembangkan cinta kasih yang bersemayam di dasar hati.

Hubungan relasi kemanusiaan yang terjadi tanpa kita sadari lebih kepada kepentingan dan untung rugi.

Kita akan bersikap baik karena ada kepentingan untuk mendatangkan keuntungan misalnya.

Sikap baik yang kita tunjukkan karena seseorang itu orang penting, atasan kita, saudara atau teman.

Sebaliknya jangankan kepada orang yang telah bersikap tidak baik atau katakanlah orang jahat.

Kepada orang yang statusnya lebih rendah, miskin, pembantu di rumah, pengemis atau pengamen. Sikap kita bisa langsung berubah 180 derajat dalam sekejab. Luar biasa bukan?

Bila diri kita adalah seperti itu. Patut dipertanyakan kebaikan yang kita miliki.
Kebaikan saja masih jauh. Bagaimana berbicara tentang cinta kasih?

Apalagi bagi kita yang mengaku sebagai umat beragama. Menyembah kepada Tuhan. Seharusnya kita patut malu. Bila agama yang kita katakanlah sebagai yang terbaik belum sanggup menumbuhkembangkan cinta kasih di dalam diri kita.

Sebenarnya saya malu menuliskan hal ini. Karena serasa membuka borok diri sendiri. Tetapi inilah suara hati yang saya miliki. Apa boleh buat?!

Katedrarajawen

/katedrarajawen

TERVERIFIKASI (BIRU)

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis"
______________________________
Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menemun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu....
[Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?