Inilah Arti Fakta dan Teori dalam Sains

26 Juni 2011 06:36:42 Dibaca :

Sangat sering kita membaca pernyataan atau mendengar orang berkata “Ah, itu kan cuma teori”, atau orang mengajukan tuntutan “Mana faktanya?”, atau orang mengucapkan kalimat “Kalau cuma berteori, saya juga bisa”, atau “Saya berbicara berdasarkan fakta, bukan asal bunyi”. Apa sesungguhnya makna kata teori dan/atau fakta dalam kalimat-kalimat tersebut? Tentunya, yang paling tahu adalah si pengucapnya sendiri. Tetapi jika yang dimaksud dengan fakta dan/atau teori adalah seperti yang lazim berlaku di dunia sains, maka patut diduga bahwa si pengucapnya kurang memahami hakikat serta ruang lingkup pengetahuan ilmiah (scientific knowledge).

Scientific knowledge dapat diartikan sebagai kesimpulan-kesimpulan ilmiah (hasil abstraksi) yang telah diuji dan mendapat pengakuan umum. Berdasarkan tingkat akurasi kesimpulannya, scientific knowledge dibedakan dalam lima kategori: fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori.

Fakta
Fakta ilmiah adalah deskripsi akurat tentang apa yang teramati, atau pernyataan objektif yang dapat dikonfirmasikan kebenarannya (empiric) tentang sesuatu yang benar-benar ada atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
Contoh:
•Adalah fakta bahwa magnet menarik benda-benda tertentu.
•Adalah fakta bahwa butiran zat cair air yang jatuh di udara berbentuk bulat.
•Adalah fakta bahwa pelangi terdiri atas beberapa warna.

Konsep
Konsep sains adalah rumusan akal atau gagasan umum tentang objek atau kejadian yang didasarkan pada sifat-sifat objek atau kejadian tersebut.
Contoh:
•Bahwa magnet dapat menarik benda-benda tertentu adalah fakta, tetapi pada setiap magnet ada tempat atau bagian yang memiliki kekuatan paling tinggi, ini melahirkan konsep kutub magnet.
•Semua tumbuhan berbiji memiliki akar, tetapi pola pertumbuhan akarnya tidak sama, ada yang bercabang ada yang tidak. Fakta ini melahirkan konsep akar tunggang dan akar serabut.

Prinsip
Prinsip sains adalah rumusan atau generalisasi hubungan fakta dengan konsep. Prinsip lebih bersifat analitik, bukan sekedar empirik.
Contoh:
•Udara yang dipanaskan memuai. Ini adalah contoh prinsip sains yang menghubungkan konsep udara, panas, dan pemuaian.
•Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Ada konsep air, mengalir, serta tinggi dan rendah.

Hukum
Hukum adalah prinsip-prinsip khusus yang diterima secara meluas setelah melalui pengujian berulang.
Contoh:
•Energi tak dapat diciptakan atau dimusnahkan melainkan hanya dapat dialihbentukkan.
•Benda yang dicelupkan ke dalam air akan menerima gaya yang besarnya sama dengan berat air yang dipindahkan oleh benda tadi.

Teori
Teori ilmiah adalah penjelasan umum atau model imaginatif tentang hubungan antara fakta, konsep, dan prinsip-prinsip. Teori ilmiah berguna untuk memudahkan memahami, memprediksi, atau mengendalikan fenomena alam.
•Teori Big bang: Alam semesta, galaksi dan bintang serta tatasurya terbentuk melalui peristiwa dentuman besar.
•Teori evolusi: Semua spesies makhluk hidup berkembang dari  leluhur yang sama
•Teori pemanasan global: “Akibat atmosfer dipenuhi oleh gas-gas pemerangkap panas, maka suhu atmosfer bumi mengalami peningkatan.
•Teori atom: Atom terdiri atas inti (proton dan neutron) yang dikelilingi oleh electron yang bergerak pada orbit tertentu.
•Teori sel: Semua sel berasal dari sel yang sudah ada, semua makhluk hidup terdiri atas sel atau sel-sel.

Jelas kiranya bahwa contoh-contoh kalimat klaim tentang fakta dan/atau teori yang dikutip di pembuka tulisan ini, bukanlah kalimat yang berkonotasi ilmiah (scientific).

M Kanedi

/kanedi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Hanya sebutir debu semesta
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?