POLRI-GNPF MUI: Kompromi Aksi 212 = Kompromi Kasus Ahok?

30 November 2016 23:15:44 Diperbarui: 30 November 2016 23:47:17 Dibaca : Komentar : Nilai :
POLRI-GNPF MUI: Kompromi Aksi 212 = Kompromi Kasus Ahok?
kesepakatan polri-gnpfmui (http://www.tribunnews.com/)

Paska aksi 411 dan setelah melihat hiruk-pikiknya perkembangan isu-isu yang terkait plus semakin banyaknya tokoh atau kelompok yang melibatkan diri pada tema tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan tegas mengatakan bahwa demi ketertiban umum  ia akan melarang digelarnya gerakan susulan aksi 2511 yang lalu diundur jadi aksi 212, kerana berdasarkan pemetaan disinyalir bahwa rencana aksi tersebut sudah tidak murni lagi dan berpotensi ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan lain termasuk mencuatnya isu makar. Bahkan armada pulisi dengan helikopter sudah menyebarkan maklumat yang isinya di antaranya menyinggung soal makar...

Tapi apa lacur, citra ketegasan itu ternoda setelah Tito mengadakan pertemuan dengan para bos GNPFMUI tanggal 28 November. Pada miting tersebut tercapai 5 butir kesepakatan kompromi antara Kapolri dengan para pentolan demo, intinya bahwa Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai, berupa aksi ibadah gelar sajadah.. walaaah.. kok ngelantur bicara super damai.. wong slama ini mreka gak tuh menampilkan prilaku sama omongan bernada damai... Yang rada aneh kesepakatan poin 5, bahwa Jika ada gerakan diluar kesepakatan maka  itu bukan bagian dari aksi bela Islam 3 dan GNPF MUI tidak bertanggung jawab serta menjadi Hak Kewajiban Polisi mengambil tindakan... kok enak banget...

Nah.. tanggal 30 November ada kabar dari Mabes Polri, bahwa pihak pulisi sudah melayangkan panggilan kepada Ahok untuk datang ke kantor pulisi hari Kamis 1/12 pagi. Selanjutnya dari kantor pulisi Ahok akan sama pulisi ke Kejaksaan Agung untuk proses tahap dua yaitu penyerahan barang bukti dan tersangka. Soal urusan Ahok akan ditahan atau gak, itu kewenangan Kejaksaan Agung.

Nengok ke belakang sejenak... sebelum (yang pengin dianggap) para wakil Tuhan itu memobilisasi maksa aksi 411, pulisi sudah melakukan serangkaian penyelidikan bukan cuman mendengar keterangan Ahok yang waktu itu berinisiatif datang sendiri ke kantor pulisi, tapi juga memeriksa berbagai macam barang bukti dan orang2 yang terkait termasuk datang ke kepulauan seribu, tempat Ahok mengutip sebuah Ayat Suci yang kemudian memicu kasus penistaan agama ini. 

Tapi kerana tekanan dari aksi masa maka tanggal 411 malem Kapolri melalui Wapres Jusuf Kalla menjanjikan bahwa penyelidikan kasus Ahok akan selesai tak lebih dari 2 minggu. Kalau pun berkilah bahwa itu bukan kerana tekanan, tapi otak gak encer aja ya bisa menilai lah kondisi yang sebenarnya. Dan betul juga.. gak sampai 2 minggu pulisi sudah adain gelar perkara semi terbuka dan Ahok pun setatusnya jadi tersangka sesuai tuntutan para juragan demo tersebut.. heu heu heu.. bukan filem semi loh...

Aksi 212.. meski disepakati dengan polesan kalimat indah unjuk rasa super damai berupa aksi ibadah gelar sajadah, tapi tuntutan mereka yang belagak sbagai para pembela agama dan para pembela Tuhan ini tetaplah gak bergeser, yakni segera tahan Ahok. Lha ini kok ya pas banget... sehari sebelum aksi 212, pulisi telah merampungkan dan melengkapi seluruh berkas dan udah siap dilimpahkan ke kejaksaan agung serta tersangka  pun siap diserahkan juga. Lalu... apakah kejaksaan akan menahan Ahok untuk memenuhi tuntutan para petugas surga tersebut?.. sementara ini, yuuuk kita bertanya pada rumput yang berguyaang....

Meski gak bakalan lah diakuin sama kepulisian bahwa institusi ini sudah gak sanggup untuk menampilkan ciri khas kemandiriannya tanpa intervensi ato tekanan pihak lain, tapi tanda-tanda ato ciri-ciri serangkaian kejadian belakangan ini memang mengarah ke sana.. praduga ini ya monggo dianggap aja sbagai pengingat biyar kepulisian kembali ke jalurnya atawa on track ...

Sbagai bahan permenungan.. yuuuuk kita nikmati karya Bimbo: SAJADAH PANJANG by NOAH ini:


Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi

Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya

Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya 

Heu heu heu...


Salam 101,

Satu Untuk Semua - Semua Untuk Satu


"KEKACAUAN GOIB" GOYANG JOKOWI?

ANDAIKAN HABIB RIZIEQ JADI AHOK SEBENTAR SAJA ...

Justin

/justin_us

TERVERIFIKASI

"... perindu CINTA .. pencari CINTA .. pembelajar CINTA ... "
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article