HIGHLIGHT

Pesawat Delay Akibat Keegoisan Maskapai Penerbangan yang Merugikan Banyak Orang

02 Januari 2012 04:55:31 Dibaca :

Pesawat Delay bukanlah hal yang aneh lagi di Indonesia, kemana saja dan jam berapa saja bisa terkena dampak delay. Terkadang pesawat terlambat hanya sekitar 10 menit namun tidak jarang juga keterlambatan pesawat mencapai 3 jam. Hal ini saya alami sendiri, dari 50 kali penerbangan yang saya lewati hanya skitar 20% yang berangkat tepat waktu. Kemanapun saya terbang dan darimanapun asal saya berangkat pasti selalu mengalami delay.

Memang para awak maskapai memberi kompensasi terhadap keterlambatan pesawat, mulai dari snack sampai penggantian uang atau penggantian maskapai jika pesawat batal berangkat. Namun sadarkah mereka seberapa besar awak maskapai ini merugikan waktu penumpang untuk menunggu keterlambatan pesawat ini? Seperti kemarin saja, perjalanan saya dari Jakarta - Pangkalpinang pukul 17.40 dengan pesawat berlambangkan biru dan merah. Pesawat delay hampir 2 jam dan kerennya untuk menghindari kompensasi keterlambatan pada saat 1,5 jam, maskapai membuat penumpang harus menunggu setengah jam di dalam pesawat. Seharusnya saya bisa tiba di Pangkalpinang pukul 19.00 dan akhirnya saya tiba di Pangkalpinang pukul 21.00 WIB.

Bukannya tidak mau mentoleransi keterlambatan yang dilakukan oleh awak maskapai penerbangan di Indonesia. Akan tetapi seberapa besar awak maskapai telah membuang sia sia waktu yang dimilikki penumpang hanya untuk menunggu pesawat yang delay. Kepentingan penumpang bukan hanya untuk menunggu pesawat saja, banyak kepentingan lain yang harus dilakukan oleh penumpang. Misalnya ada kerabat yang meninggal dan harus ditempuh dengan penerbangan, jika harus menunggu 2 jam, semakin lama kerabat yang meninggal menunggu, selain itu ketika ada meeting di luar daerah, bayangkan seberapa lama para anggota rapat menunggu salahs atu anggota yang tidak bisa datang tepat waktu hanya karena keterlambatan pesawat. Atau contoh lain seorang dosen terbang yang mengajar dari satu pulau ke pulau lainnya, bayangkan dengan pesawat delay berapa lama mahasiswa harus menunggu kedatangan dosennya.

Delay pesawat bukan hanya merugikan penumpang di dalam pesawat tetapi berdampak kepada orang lain yang memilikki kepentingan kepada penumpang pada pesawat delay. Kurangnya penghargaan waktu yang diberikan oleh maskapai penerbangan di Indonesia memberi dampak buruj terhadap penilaian Pusat Penerbangan di dunia, selain waktu terbang yang tak pernah tepat waktu dan penilaian pesawat yang tidak memadai membuat Penerbangan di Indonesia dilarang untuk mendarat di Bandara Eropa.

Saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini, jika memang delay ini rutin terjadi seharusnya Maskapai bisa memprediksi keterlambatan dan menginformasikannya kepada penumpang beberapa jam sebelum keberangkatan selain itu lebih baik maskapai penerbangan mengubah jadwal penerbangan untuk memberi pelayanan yang lebih nyaman kepada penumpang dan tidak mengecewakan penumpang.

Dengan adanya informasi keterlambatan atau jadwal baru namun berangkat tepat waktu, penumpang bisa memprediksi jam berapa berangkat ke Bandara dan masih banyak yang bisa dilakukan penumpang daripada menunggu sia-sia karena keterlambatan pesawat dan akhirnya hanya menunggu termenung di ruang tunggu dengan waktu yang lama.

Maskapai penerbangan seharusnya tidak menggunakan satu pesawat untuk berbagai tujuan, seperti kemarin pesawat yang saya tumpangi ternyata masih di Jambi. Dengana adanya berbagai tujuan yang diterbangkan hal ini akan makin memperlambat penerbangan dan kondisi dalam perjalanan semakin susah diprediksi. Selain itu penyebab salah satu delay adalah rusaknya pesawat. Kurangnya perbaikan dan service berkala yang dilakukan oleh maskapai kemungkinan penyebab kerusakan pesawat pada saat jam operasional, dan hal ini lagi-lagi merugikan penumpang.

Waktu adalah uang, penumpang bisa melakukan banyak kegiatan daripada menunggu termenung. Namun sepertinya maskapai penerbangan mulai melupakan betapa beharganya waktu yang dimilikki manusia, sehingga keegoisannya membuat merugikan penumpang dan banyak orang.  Sampai saat ini tidak ada usaha maskapai penerbangan untuk meminimalisasi keterlambatan pesawat, padahal hal ini terjadi berkali-kali dan setiap hari. Namun maskapai penerbangan merasa penumpang membutuhkan mereka sehingga bisa bertindak semaunya. Selama tidak ada kesadaran dari maskapai terhadap berharganya waktu yang dimilikki manusia selama itu juga delay akan terus terjadi dan tidak akan ada tindakan apa-apa karena maskapai penerbangan yang memilikki kuasa dan bisa bertindak semaunya. salam

Yuanita Levany

/joan.vhanie.johan

TERVERIFIKASI (HIJAU)

hanya manusia biasa
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?