HEADLINE

Dirgahayu Parkour Indonesia yang Ke-5

17 Juli 2012 08:14:17 Dibaca :
Dirgahayu Parkour Indonesia yang Ke-5

Tidak terasa sudah 5 tahun semenjak 17 Juli 2007 Parkour Indonesia berdiri. Banyak cerita suka dan duka di dalamnya. Banyak proses jatuh bangun sampai akhirnya wadah untuk pecinta seni-displin asal Perancis ini bisa menjadi bentuk seperti sekarang ini. Komunitas yang awalnya hanya dimulai dari sebuah forum independent di dunia maya namun berlanjut menjadi satu bentuk komunitas yang terus menerus mulai merambah lintas kawasan, gender, usia, serta berbagai karakter manusia yang ada di Indonesia. Saat beberapa orang menilai kita hanya sekelompok orang begajulan, suka loncat-loncat kayak kutu loncat, dan segala jenis sebutan bagi mereka yang belum pernah mengenal istilah Parkour. Tapi kita tidak merasa kecil hati karena kita sangat memaklumi pendapat orang yang belum mengenal apa itu parkour.

1342512162639453095 Untuk itulah di 5 tahun yang lalu sebuah forum yang dikhususkan untuk para penggiat Parkour Indonesia dibentuk. Salah satu tujuannya adalah memperkenalkan apa itu parkour ke masyarakat serta meminimisasi tanggapan-tangggapan miring seperti yang saya sebutkan diatas. Parkour Indonesia mencoba untuk menyebarkan nilai-nilai dan sisi positif dari parkour yang telah banyak mengubah hidup para praktisinya menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih sehat, lebih gesit, lebih kuat, dan lebih bijaksana dalam kehidupannya sehari-hari.

134251167138888585813425117531888855897

Belajar, Beraksi, Berbagi Sedikit flashback tentang sejarah terbentuknya Parkour Indonesia di awal-awal. Semua orang mengenal Parkour tentu dari film Yamakasi dan Distric 13 (Banlieu 13) yang sempat masuk ke layar lebar tanah air beberapa tahun lalu. Semenjak saat itu, mulailah orang mencari tahu kira-kira gerakan apa yang dilakukan para pemeran utama di film tersebut. Sampai akhirnya beberapa orang akhirnya menemukan kata-kata Parkour yang biasa didefinisikan seni berpindah tempat dari titik A ke B seefektif dan seefisien mungkin hanya dengan memanfaatkan kemampuan tubuh manusia itu sendiri yang dilakukan di rute tertentu dalam lingkungan kita. Atau secara gampangnya parkour itu digambarkan dengan gerakan berlari, melompat, dan memanjat dengan cepat dan teratur mengikuti ritme lingkungan yang ada.Parkour sendiri ditemukan oleh David Belle asal kota Lisses, Perancis yang semulanya mengadopsi latihan halang rintang militer dan methode naturalle yang diajarkan oleh ayahnya Raymond Belle, seorang veteran tentara dan pemadam kebakaran. Pengetahuan tersebutlah yang akhirnya membimbing para praktisi pendiri komunitas Parkour Indonesia untuk mulai berlatih bersama serta membentuk wadah khusus untuk pecinta parkour di Indonesia. Mengadopsi materi dari forum parkour internasional di dunia maya bernama Parkour.net, para pendiri mulai menyebarkan virus positif dari parkour dengan membangun forum sendiri di www.parkourindonesia.web.id yang resmi dibuat pada tanggal 17 Juli 2007 lalu.

1342511436165420465613425114991420149792 Mulai saat itu, banyak praktisi yang akhirnya mulai bergabung dan menimba ilmu melalui forum tersebut walaupun di awal banyak keterbatasan yang dimiliki oleh para pendiri pada saat itu. Komunitas kami memulai latihan langsung yang saat itu istilahnya hanya berlatih tanpa arahan yang jelas. Tapi kami terus berlatih dan bergerak sedikit demi sedikit sambil terus mempelajari konsep parkour sesungguhnya. Belajar dan beraksi atau kadang beraksi sambil belajar. Sampai akhirnya kami menemukan kata-kata “apa tujuanmu berlatih parkour”. Semuanya pasti ingat dengan kalimat itu. Pertanyaan itu bukan pertanyaan yang tidak penting yang sebagian orang mulai lupa dan lebih memilih berkata “ngapain sih nanya-nanya kayak gitu. Intinya just doit, no philosophy question!”. Kata-kata miring seperti itu sebenarnya banyak berdampak sama buat orang yang mau mendalami dengan serius. Katan-kata yang tidak membantu untuk membangun karakter orang tapi hanya bermaksud untuk sindiran kepada suatu kelompok tertentu. Padahal pertanyaan “apa tujuan berlatih parkour”. Pertanyaan itu bahkan menjadi pertanyaan salah satu praktisi anak didik David Belle asal Perancis datang ke Indonesia di tahun 2010 lalu. Di sempat bertanya pada salah seorang praktisi “apa tujuanmu ikutan parkour? Bila hanya untuk menjadi kuat saja, apakah itu cukup? Kalau hanya tujuan biar supaya kuat saja, berarti itu termasuk show off,” kata Thomas.

13425092391783109027

13425093132074480234

Masing-masing individu punya motivasi dan tujuan berbeda. Semakin lama dia belajar tentang parkour maka tujuannya pun akan semakin diketahui. Seperti Daniel Giovanni, salah satu pengurus di Parkour Indonesia yang memiliki tujuan sederhana dalam berlatih parkour. Saat diwawancarai beberapa waktu lalu, Daniel berkata bahwa ia berlatih parkour supaya ia siap sedia dalam keadaan darurat dan emergency. Ia menyadari bahwa tidak ada yang tahu kapan sesuatu darurat itu terjadi, hal itulah yang membuat ia tetap konsisten berlatih parkour semenjak akhir 2007 sampai saat ini. Tidak hanya belajar dan mempraktekkan saja, beberapa praktisi parkour juga merasa nilai-nilai serta manfaat dari parkour perlu juga dibagikan kepada mereka yang ingin mengenal atau bahkan ingin ikut berlatih mengembangkan diri melalui parkour. Berpegang pada semangat ingin berbagi tersebutlah beberapa komunitas Parkour di Indonesia memperkenal kelas parkour untuk pemula serta memanfaatkan kekuatan media untuk mempromosikannya. Tanpa regristasi tertentu yang membingungkan, kelas parkour untuk pemula tersebut terus dijalankan. Beruntung buat Parkour Indonesia, beberapa praktisinya sempat menimba ilmu belajar dari beberapa praktisi parkour yang lebih berpengalaman bahkan langsung ke negera tempat Parkour berkembang. Seperti Aditya Tirto, salah satu founder Parkour Indonesia yang sempat belajar dari praktisi berpengalaman di Australia Parkour Association. Tidak hanya belajar mengenai materi latihan saja, Adit juga belajar banyak mengenai cara membuat wadah Asosiasi dalam mengelola komunitas parkour. Selain Adit, nama seperti Willy Irawan juga rela menginvisetasikan biaya dan waktunya untuk terbang ke Inggris dan langsung belajar dari Parkour Generation, organisasi parkour yang didirikan oleh para anak didik David Belle. Selama kurang lebih dua pekan Willy menetap disana dan masuk ke dalam program latihan yang disebut ADAPT(Art Du Deplacement and Parkour Teaching) Certification Level 2. Kedua praktisi diatas tidak bermaksud untuk mendapat apresiasi lebih atau sekedar menunjukkan bahwa mereka orang yang “mampu” dalam segi finansial dan berkompeten untuk “menggurui” kepada praktisi parkour lain. Passion mereka sama dengan praktisi lainnya, berbagi semua hal positif tentang parkour dengan caranya masing-masing.

13425112871048169340

13425112201545735457

”Ajarkanlah orang-orang ini.. Jika kamu memahami parkour, maka sebarluaskan pengetahuan tersebut kepada orang lain, anak-anak, teman, ataupun kepada mereka yang memiliki pengetahuan yang kurang tepat ataupun kurang lengkap mengenai parkour. Jika kamu kurang yakin maka buka mata, telinga, dan belajarlah. Hanya terdapat satu-satunya parkour dan itu merupakan metode yang diwariskan kepada David Belle oleh ayahnya – berbagai bentuk disiplin lainnya adalah untuk dihormati tetapi tetap saja merupakan suatu bentuk disiplin yang lain, dan parkour sejati masih berada di luar sana. Parkour diketahui oleh umum dan jumlah orang yang mempelajarinya terus bertambah.” ”Jika kamu berniat untuk menolong – jika kamu adalah traceurs sejati dari lubuk hati – maka kamu tidak akan bergerak maju sendirian, tetapi kamu akan menuju ke barisan terbelakang dan menolong orang lain untuk maju bersama kamu.” “Guru terbaik bukanlah mereka yang mempunyai murid yang baik. Guru terbaik adalah guru yang bisa menciptakan guru-guru berikutnya” Kalimat diatas yang membuat para praktisi parkour di Indonesia memiliki hasrat penuh untuk berbagi. Bukan untuk memilik prestasi, tapi murni untuk berbagi. Jatuh Bangun Melewati Rintangan. Sepanjang jalan mengikuti proses “belajar, beraksi, berbagi” bersama Parkour Indonesia memang tidak semudah dan semulus yang dibayangkan. Banyak suka duka dan jatuh bangun didalamnya. Ada proses seleksi alam di dalamnya bahkan proses yang penuh dengan rintangan. Bukan hanya orang yang datang dan pergi di parkour saja. Terkadang kami dicerca, dijelek-jelekkan, dianggap komunitas parkour “sok paling benar”, diadu domba, bahkan masuk ke wilayah social media yang salah satu contohnya adalah membajak beberapa situs social media milik salah satu komunitas Parkour di Indonesia. Tapi apa itu semua membuat kita luntur semangat? Ooh, tentu tidak. Itu wajar saja. Kita hidup di dalam wilayah yang terdiri dari banyak kepala. Dan kejadian-kejadian pahit itu justru kami anggap obstacles yang harus tetap dilalui dengan senyuman. Inilah Parkour. Proses belajar melewati obstacles. Sesuatu yang kita pelajari selama ini. Jadi kami tetap jalan secara gerilya di “bawah tanah” dan tetap menjalankan proses “belajar, beraksi, berbagi” dengan cara kami sendiri.

134250959622243258413425110842113824017 Parkour Indonesia tetap menyebarkan semangat parkour yang telah kami dapat dari para pendiri parkour dan tetap menjaga originalitasnya. Kami tidak tahu apakah konsep parkour yang kita pahami ini adalah yang paling benar, yang kita tahu konsep parkour yang kami jalani adalah konsep yang paling mendekati dengan jiwa dan passion kami terhadap parkour yang dikembangkan oleh David Belle. Lucunya, masih ada yang menganggap bahwa komunitas kami adalah komunitas yang tidak bisa menghargai perbedaan, komunitas yang membatasi kreatifitas orang lain, atau komunitas yang “marah-marah” karena merasa iri dengan prestasi lain. Hal itu tidak kami gubris dan dipedulikan, karena hanya menghabiskan energy saja. Kami hanya menganggap bahwa kata-kata itu hanya buat mereka yang tidak mau membuka mata, hati, dan telinga mencerna apa yang kami maksud dengan konsep kami. Justru komunitas Parkour Indonesia sangat menghargai perbedaan, bisa dilihat contohnya bahwa beragam usia dan latar belakang bisa berpatisipasi dalam kegiatan Parkour Indonesia, tidak memperdulikan dia jago atau tidak, dia baru atau tidak. Kami juga mendukung kreatifitas orang lain dengan cara yang penuh moderasi tanpa harus mematahkan nilai-nilai prinsip parkour. Meskipun jaman telah berubah, kami tetap pada prinsip parkour awal namun tetap mendukung kreatifitas orang lain untuk bergerak. Jadi intinya Parkour Indonesia tetap maju dan tetap mendukung satu sama lain. Kami bukan komunitas mayoritas atau komunitas parkour yang paling dominan di Indonesia. Tapi kami adalah keluarga besar yang berbicara dalam satu semangat kekeluargaan dan terus menyebarkan semangat bahwa parkour bukan sekedar loncat-loncat semata. Tidak berambisi untuk menjadi sesuatu tertentu, tidak muluk-muluk ingin dikenal prestasi melalui medali. Karena prestasi dan medali terbaik buat kami adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan uang, yaitu kesehatan, kekuatan, kegesitan dari Sang Pencipta yang telah menjadi berkah untuk digunakan sebaik mungkin secara bijak dan dimanfaatkan untuk membantu sesama. Parkour Indonesia juga tidak bertujuan untuk membesarkan komunitasnya sehingga menjadi komunitas yang dominan. Yang kami kembangkan dan kami besarkan adalah Parkour-nya, bukan komunitasnya. Dan sebagai pernyataan saya terakhir dalam tulisan ini adalah selamat ulang tahun buat Parkour Indonesia dan untuk semua masing-masing individu di dalamnya. Saya bangga dengan kalian semua. Untuk info lebih jelas tentang Parkour Indonesia, silahkan berkunjung ke www.parkourindonesia.web.id Parkour Indonesia (facebook) @ParkourID (twitter) Fadli Bullseye ** semua dokumentasi milik Parkour Indonesia

M Fadli

/jimbulls

Jim Bulls, Jokam, Parkour, Straight Edge, Reporter, Reader, Writer, Prayer, Loner
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?