Indonesia Mengalami Globalisasi

30 November 2016 23:02:07 Diperbarui: 30 November 2016 23:15:10 Dibaca : Komentar : Nilai :

Seiring berjalannya waktu, dari jaman tradisional sampai jaman modern, tentunya cara kehidupan manusia semakin berkembang. Di jaman modern ini dikenal dengan globalisasi.

Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Globalisasi dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkembangnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang ekonomi, bidang politik, bidang agama, bidang transportasi, bidang sosial, bidang pendidikan, lingkungan yang telah menyebar ke seluruh penjuru tanah air.

Arus globalisasi yang melanda seluruh dunia mempunyai dampak bagi bidang sosial budaya suatu bangsa, pengaruh globalisasi membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Beberapa contoh dampak positif dari sumber yang saya dapatkan adalah antara lain; memiliki tingkat kehidupan yang lebih baik, meluaskan pasar untuk produk dalam negeri, kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia, mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, dll.

Dan juga terdapat beberapa contoh dampak negatif dari sumber yang saya dapatkan antara lain; semakin mudahnya nilai-nilai barat masuk ke tanah air, maraknya penyelundupan barang ke tanah air, perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar, akibatnya kondisi industri dalam negeri sulit berkembang, terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industry, dll.

Dengan dampak positif dan negatif tersebut, Globalisasi di Indonesia kadang melenceng jauh dari pancasila yang ditetapkan. Bagaimana cara kita menyikapi globalisasi? Dari hal yang paling dekat saja, murid. Kita sebagai murid harus belajar dengan giat agar dapat berperan maksimal dalam menjalani era globalisasi. Kita harus mengikuti norma-norma yang ada, karena anak muda saat ini banyak yang sudah tidak mengikuti tata norma. Kita harus mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, karena dari yang saya lihat, anak muda jaman sekarang lebih menyukai menggunakan barang-barang luar negeri.

Kita harus mencintai kebudayaan bangsa sendiri dari pada kebudayaan asing, anak muda saat ini sudah melupakan atau pun tidak tahu akan kebudayaan bangsa nya sendiri, karena lebih mengikuti kebudayaan bangsa luar. Kita harus melestarikan budaya bangsa, janganlah merusak-rusakkan hasil alam yang indah, karena tanpa alam kita tidak bisa melakukan apa-apa. Dan mungkin hal-hal lain yang dapat dilakukan oleh murid secara gampang. Mulai lah dari hal sekecil itu, bukan berarti kita tidak boleh mengikuti globalisasi atau menolak masuknya globalisasi di Indonesia. Tetapi ini adalah cara bagaimana kita menyikapi globalisasi yang masuk ke Indonesia.

Diglobalisasi tentunya juga terdapat persaingan antar negara, adanya faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing. Berikut ini akan kita bicarakan dua faktor penting yang paling mempengaruhi daya saing bangsa-bangsa di dunia. Menurut sumber yang saya dapatkan, persaingan yang dilakukan di globalisasi antar bangsa-bangsa maupun negara adalah faktor pendidikan atau SDM dan faktor ekonomi.

Yang pertama kita bicarakan tentang faktor pendidikan atau SDM adalah kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Meningkatkan kualitas SDM harus diarahkan pada penguasaan iptek untuk menopang kegiatan ekonomi agar lebih kompetitif. Memberikan prioritas utama terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia, terutama harus difokuskan pada upaya memperkuat basis pendidikan. Hal ini penting, sebab investasi human capitalniscaya akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Faktor keberhasilan dalam membangun basis pendidikan inilah, yang mengantarkan negara-negara di kawasan Asia Timur muncul menjadi kekuatan ekonomi. Sekarang ini kemampuan bersaing suatu negara tidak lagi semata-mata ditentukan oleh keunggulan komparatif yang didasarkan pada pemilikan sumber daya alam dan ketersediaan tenaga kerja murah, melainkan ditentukan oleh penguasaan teknologi, informasi, dan keahlian manajerial. (Kartasasmita, 1997). Bersamaan dengan itu harus disertai pula dengan kesiapan sumber daya manusia dan institusi-institusi pembangunan, untuk menyerap dan memanfaatkan iptek yang telah berkembang baik di dalam negeri sendiri maupun di negara lain.

Yang kedua kita bicarakan tentang faktor ekonomi globalisasi ditandai oleh perdagangan bebas yang makin tidak mengenal sekat-sekat negara dan melibatkan semua bangsa di dunia. Dalam suasana itu niscaya akan terjadi kompetisi yang amat ketat, tajam, dan cenderung saling mengalahkan antara satu bangsa terhadap bangsa lainnya. Dari segi kepentingan ekonomi, globalisasi itu menciptakan peluang pasar yang besar. Karena itu, semua bangsa berkepentingan untuk bisa memanfaatkan peluang pasar yang terbuka lebar tersebut.

Dengan menerapkan faktor  yang dapat mendorong daya saing bangsa diharapkan akan mampu menyikapi aktifitas globalisasi yang masuk kepada bangsa dan negara secara secara baik dan benar serta mampu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi era globalisai sekarang ini dan diwaktu yang akan datang.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article