Kesehatan headline featured

Hari Kesehatan Sedunia; Urbanisasi dan Momentum Penanganan Anak Jalanan

7 April 2010   07:44 Diperbarui: 8 April 2017   00:00 556 0 7
Hari Kesehatan Sedunia; Urbanisasi dan Momentum Penanganan Anak Jalanan
Foto: Tribunnews.com

Hari ini seluruh dunia memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang selalu rutin dirayakan pada tanggal 7 April untuk menandai berdirinya organisasi kesehatan dunia di bawah naungan PBB, yaitu WHO. Kesempatan kali ini, Hari Kesehatan Sedunia difokuskan pada isu-isu tentang urbanisasi yang dihubungkan dengan status derajat kesehatan. Slogan yang dihembuskan pada HKS ke-62 tahun ini adalah 1000 Cities, 1000 Live. Indonesia sendiri berdasarkan Keputusan Menkes No. 350/Menkes/SK/III/2010 menetapkan tema Urbanisasi dan Kesehatan, sub tema Kota Sehat, Warga Sehat dengan slogan 1000 Kota, 1000 Kehidupan.

Keterkaitan antara tingginya laju urbanisasi di kota-kota besar di dunia maupun di Indonesia harus diakui sangat berdampak besar pada status derajat kesehatan baik secara global maupun individual. Urbanisasi tersebut akan sangat berdampak pada hubungan timbal balik antara sumber daya manusia yang semakin bertambah pesat dengan ketersediaan sumber daya alam yang meliputi air, lahan, makanan dan lain sebagainya.

Kesenjangan dalam pemenuhan hak untuk hidup karena terbatasnya sumber daya alam tersebut pada akhirnya dapat berdampak pada berkembangnya masalah-masalah sosial perkotaan. Masalah-masalah sosial perkotaan yang muncul salah satu diantaranya adalah anak jalanan. Penyelesaian masalah ini, tentu membutuhkan sebuah konsep yang komprehensif.

Bicara tentang kota sehat, banyak faktor yang seharusnya diperhatikan. Perlu dingat bahwa Undang-Undang kesehatan Negara Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa pengertian dari kesehatan itu adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Garis bawahi pengertian kesehatan dalam ruang lingkup sosial. Hemat saya, kesehatan dalam ruang lingkup sosial dapat diartikan sebagai terkendalinya masalah-masalah sosial yang ada sehingga memungkinkan tercapainya kehidupan yang harmonis antar masyarakat dan juga setiap individu mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi produktif.

Masalah sosial yang sangat mungkin muncul akibat laju urbanisasi yang berkembang pesat adalah anak jalanan. Fenomena banyaknya anak jalanan yang tersebar di kota-kota besar dengan segala masalah-masalah lain yang menyertainya seperti peningkatan kasus-kasus kriminal seharusnya disikapi secara arif. Kondisi tersebut memang adalah kondisi tidak sehat yang sudah seharusnya menjadi fokus perhatian. Namun anehnya, anak jalanan ini sepertinya bukanlah isu utama penanggulangan perkotaan khususnya di Indonesia.

Hal yang dapat dijadikan sebagai potensi dari banyaknya anak jalanan ini adalah produktifitas mereka. Umur yang masih relatif muda serta jiwa yang masih dapat diasah menjadi sosok yang tangguh seharusnya menjadi nilai tambah dan alasan kuat kenapa mereka harus diperhatikan. Mereka hanya butuh kesempatan. Butuh wadah dan butuh perhatian.

Tindakan-tindakan represif berupa razia yang dilakukan satpol PP selama ini terbukti tidak pernah efektif. Hal tersebut bisa jadi karena tindak lanjut yang lemah bahkan tidak ada. Razia-razia yang selama ini dilakukan terkesan hanya untuk memenuhi tercapainya program satpol PP, menjaga ketertiban. Selama ini anak jalanan semata-mata hanya diartikan sebagai sebuah masalah yang mengganggu ketertiban umum, tidak ada formula yang ampuh yang berusaha digulirkan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut.

Rumah singgah pernah menjadi sebuah program yang terkenal beberapa tahun silam, namun kemudian gaungnya pun hilang begitu saja seiring bergantinya pemangku kebijakan. Pemerintah dalam hal ini dituntut untuk bisa menjaga kesinambungan program. Harapan-harapan penyelesaian masalah harus pula diimbangi dengan kebijakan yang berpihak.

Kembali lagi pada tema Hari Kesehatan Sedunia ke-62 tentang urbanisasi yang jatuh hari ini. Hari Kesehatan Sedunia ini seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk menanggulangi masalah anak jalanan dan atau masalah-masalah sosial lainnya untuk mewujudkan kota sehat meskipun laju urbanisasi terus berkembang pesat. Kerjasama lintas sektor antara kementrian kesehatan dan kementrian sosial harusnya dapat dijadikan sebagai ujung tombak. Andai keseriusan itu ada, sepertinya bukanlah hal yag tidak mungkin negara kita dapat memenuhi harapan yang ada.

Semoga peningkatan derajat kesehatan bangsa kita dapat benar-benar diwujudkan melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak dan bantuan dari semua element terkait, termasuk kita di dalamnya sebagai masyarakat. Masayarakat kita sudah berkembang menjadi masyarakat yang lebih berpikir maju, oleh karena itu, andai penggalakan kebijakan dilakukan pemerintah, pastilah akan juga diikuti oleh partisipasi masyarakat yang tinggi.

Selamat Hari Kesehatan Sedunia ke-62

_______________

Baca juga tulisan tentang lingkungan dan anak jalanan lainnya

1. Realita Kualitas Lingkungan Hidup di Indonesia

2. Anak Jalanan Itu Juga Butuh Pendidikan Seks

Salaam Izal Aja Dulu