HIGHLIGHT

Menggapai Ridho Allah dengan Berbakti Kepada Suami

09 Juli 2010 02:29:00 Dibaca :
Menggapai Ridho Allah dengan Berbakti Kepada Suami

Sahabat kali ini ana mau membahas tentang berbhakti kepadaa suami... cie..(nikah aja belom udah ngomongin berbhakti kepada suami) Tunggu kawan... nggak musti kita udah nikah lantas kita baru belajar. So, nggak ada salahnya kan kalau kita2 yang masih belia ini belajar dari sekarang termasuk inne.. Temen2 akhwat pastinya tau..Ciri-ciri dari calon bidadari syurga yang ke dua adalah istri yang selalu menyenangkan hati suaminya, karena istri yang sholehah tidak akan pernah menyusahkan suaminya, selalu berusaha untuk menghilangkan kesusahan suami dan ikut serta membantu menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi. Nah ini yang sekarang jarang dijumpai dikalangan ibu atau istri - istri jaman sekarang. Ana ambil contoh saja salah satu potret istri yang seperti ini: Kasus 1: Seorang suami yang bekerja dikantor. Ketika dia terbangun dan menatap dunia di pagi hari, dia melihat senyuman istrinya membangunkan dia di pagi hari *tentunya sudah dalam keadaan rapi* penampilannya (03.00) terlebih apabila dibarengi dengan kecupan mesra (du ileh bisa2 malah nggak jadi bangun tahajjud). Sungguh pagi yang menyenangkan batin sang Suami. Ketika berangkat ke kantor sarapan pagi sudah tersedia rapi di meja makan dan si istri dengan setia menemaninya makan, mengambilkan ini itu jika dia menginginkan. Maka, berangkatlah ia ke kantor dengan perasaan senang dan gembira dan siap mengerjakan tugas kantor dengan baik dan penuh tanggungjawab. Ketika sore hari dia pulang rumah sudah dalam keadaan bersih seperti ketika dia meninggalkan rumah di pagihari. Ketika dia mengetuk pintu rumah balasan lembut dari si istri terdengar lembut dan melegakan. Subhanallah.... si istri sudah rapi, berdiri manis dengan senyuman yang khas dan menyambut suaminya dengan rasa rindu dan kasihsayang. menuntunnya ke meja makan. Kasus II: Seorang Suami yang sama2 bekerja di kantor. bangun tidur mendapati seorang istrinya masih tertidur pulas dengan dengkuran yang lumayan keras, wajahnya berminyak dan kusut masai.... huh.. pasti nggak enak diliat. rumah berantakan... kalau gitu manamungkin suaminya betah dirumah liat pemandangan tidak menyenangkan seperti itu. Ketika mau pergi ke kantor dia mencari pakaiannya, dan ternyata pakaian itu masih di atas mesin cuci. Ketika dia akan sarapan dia menemukan meja makan dalam keadaan kotor tak terurus. Ketika dia akan membuat susu, ternyata air di galon habis. Wahai saudariku, ingatkah engkau dengan puisi dan lirik nasyid di bawah ini? Isteri Cerdik Yang Solehah Penyejuk Mata Penawar Hati Penajam fikiran Di Rumah Dia Istri Di Jalanan Kawan Di Waktu Kita Buntu Dia Penunjuk Jalan Isteri Cerdik Yang Solehah Penyejuk Mata Penawar Hati Penajam fikiran Di Rumah Dia Istri Di Jalanan Kawan Di Waktu Kita Buntu Dia Penunjuk Jalan Pandangan Kita Diperteguhkan Menjadikan Kita Tetap Pendirian Ilmu Yang Diberi Dapat Disimpan Kita Lupa Dia Mengingatkan Isteri Cerdik Yang Solehah Penyejuk Mata Penawar Hati Penajam fikiran Di Rumah Dia Istri Di Jalanan Kawan Di Waktu Kita Buntu Dia Penunjuk Jalan Nasihat Kita Dijadikan Pakaian Silap Kita Dia Betulkan Penghibur Diwaktu Kesunyian Terasa Ramai Bila Bersamanya Dia Umpama Tongkat Sibuta Bila Tiada Satu Kehilangan Dia Ibarat Simpanan Ilmu Semoga Kekal Untuk Diwariskan Isteri Cerdik Yang Solehah Penyejuk Mata Penawar Hati Penajam fikiran Di Rumah Dia Istri Di Jalanan Kawan Di Waktu Kita Buntu Dia Penunjuk Jalan Dia Umpama Tongkat Sibuta Bila Tiada Satu Kehilangan Dia Ibarat Simpanan Ilmu Semoga Kekal Untuk Diwariskan Istri Cerdik Yang Sholehah Dia Umpama Tongkat Sibuta Bila Tiada Satu Kehilangan Istri Cerdik Yang Sholehah Dia Ibarat Simpanan Ilmu Semoga Kekal Untuk Diwariskan Isteri Cerdik Yang Solehah Penyejuk Mata Penawar Hati Penajam fikiran Di Rumah Dia Istri Di Jalanan Kawan Di Waktu Kita Buntu Dia Penunjuk Jalan Isteri Cerdik Yang Solehah Penyejuk Mata Penawar Hati Penajam fikiran Di Rumah Dia Istri Di Jalanan Kawan Di Waktu Kita Buntu Dia Penunjuk Jalan Wanita Sholihah tidak akan membiarkan sang suami melayani dirinya sendiri, sementara ia sendiri duduk berpangku tangan menyaksikan apa yang dilakukan oleh suaminya. Wanita Sholihah akan merasa enggan bila sang suami sampai tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan rumah, seperti memasak, merapikan tempat tidur, mencuci, dan sebagainya, sementara ia masih mampu untuk menanganinya. Sehingga tidak mengherankan bila kita mendapati seorang istri shalihah menyibukkan diri melalui hari-harinya dengan memberikan pelayanan terhadap suaminya, mulai dari menyiapkan tempat tidurnya, makan dan minumnya, pakaiannya, dan kebutuhan suami lainnya. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan, kerelaan dan kelapangan hati disertai niat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh ini merupakan bentuk perbuatan ihsannya seorang wanita sholihah kepada sang suami, yang diharapkan darinya ia akan memperoleh kebaikan. Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ”Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.” (HR Muslim dan Ibnu Majah). Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah). Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim). Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.”(QS Ar Rum [30]: 21). Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim). Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi ‘yang terbaik’, sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing. Nah, selesai sudah pembahasan kita tentang cara kita berbhakti kepada suami kita/belahan jiwa kita. Mudah2an bermanfaat dan segera di implementasikan hehe....

Bunga Mawar

/inekeasrindani

saya adalah seorang mahasiswi disebuah perguruan tinggi di kota solo yang sedang belajar, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, coz mata kuliah nya double curriculum... plus nyantri.. lagi menikmati hijrah yang sesungguhnya... bismillahirrahmanirrahim...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?