Indra Setia Bakti
www.kompasiana.com/indrasetiabakti
| Tulisan | : | 13 artikel |
| Komentar | : | 9 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Tulisan ini terinspirasi dari celotehan seorang anggota masyarakat, sebut saja si A, yang merasa terbebani dalam proses pengurusan rekom sertifikat hak milik tanah. Suatu ketika ...
Mungkin ada diantara kita beranggapan bahwa judul tulisan ini terkesan mengada-ada. Sebagian dari kita mungkin menganggapnya tidak penting, mengingat hak asasi manusia saja belum sepenuhnya ...
Program Santunan Kematian yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Depok telah banyak dikritik karena dinilai memboroskan anggaran. Titik masalahnya karena program ini memakai pendekatan institusional atau ...
Bagai siang dan malam, hidup dan mati adalah suatu kenyataan. Kematian merupakan keniscayaan bagi setiap insan. Selama ini kita mengenal pepatah, ‘gajah mati meninggalkan gading, ...
Aceh itu plural. Ada beragam suku pribumi yang mendiami Propinsi Aceh, dan sayangnya tidak banyak orang Indonesia yang tahu. Suku yang terbesar adalah suku Aceh ...
Buanglah cinta pada tempatnya Bila tidak, cinta yang berceceran akan menjadi masalah pada bau dan kotornya dendam amarah Cinta jangan kau bakar dengan api kepura-puraan sebab telah banyak yang ...
Dahulu kala, banyak orang berpendirian bahwa peran wanita hanyalah sebagai ibu atau istri. Wanita lebih baik membesarkan anak di rumah daripada terlibat di dalam kehidupan ...
Sepanjang sejarah peradaban umat manusia, keluarga merupakan elemen dasar di dalam masyarakat. Agama Samawi percaya bahwa konsep keluarga sudah dikenal sejak Tuhan menciptakan Adam dan ...
Maybe we have to ask, why the developed countries could be more prosperous than the developing countries? Harvard University professor named Gregory Mankiw clearly states ...
di sini, burung tak lagi temukan jemuju tidak, hanya batang kejur : keras dan kaku tidak, hanya daun layu tak renyah di lidah tak kenyal dikunyah di sini, badan tak lagi betah pikiran ...