PILIHAN

Sejarah Desa Air Palawan, Kabupaten Kaur

22 Desember 2010 18:31:00 Diperbarui: 26 Juni 2015 10:29:20 Dibaca : Komentar : Nilai :


Sebelum tahun 1916Air Palawan masih hutan primer, kemudian Masyarakat datang dari Marga Ulu Nasal, untuk membuka pertanian dan langsung membuat pemukiman yang terdiri dari7 kepala Keluarga yaitu Dulhamid, Pinte(Kedebak), Jetarif, Djamid,Cik wahar, Dullah dan Semong.


Pada tahun 1971 Dusun Air Palawan dilanda Banjir. Peristiwaini menekan bencana tiga nyawa dan 7 ekor kerbau matu terbawa arus sungai. Banjir kembali terjadi ditahun 1939, kejadian ini membuat cemas penduduk. Dan pada tahun ini juga mereka melakukan musyawarahbesar untuk menyikapi bencana ini. Dari hasil kemufakatan warga untuk memindahkan pemukiman dengan kreterua pertma tidak jauh dari tempat pemukiman sekarang dan kreteria keduatempat agak tinggi sehingga terhindar dari banjir. Ditahun(1940) ini dusun air palawan baru diberikan kekuasan pemerintahanyaitu diangkatlah seorang depatiyang dijabat oleh Dullah. Sejak ada pemerintahan ini maka dibanagunlaah sebuah masjid Air Palawan yang Pertama. Tahun 1945 Kemerdekaan RI, dan pada tahun ini juga penduduk bertmabahpesat yang berasal dari ulu nasal. Peristiwa Gerombolan 1955 yang membuat maasyarakat ketakutan dan masyarakat pun berpencar-pencar, ada ke Tebat Tajau, ada ke Pematang Jehing dan Ada ke Talang Teluksedangkansebagian lagi masih bertahan tinggal di Air palawan dusun dekat sungai nasal. Penduduk di Pematang Jehing sudahberjumlah 10 KK dan pada ini juga pengganatian kepemimpinan dari depatiMunir digantikan oleh Muhammad Nur. Perisyiwa ini terjadi pada angun 1960. Tahun 1961Terjadi pemindahan pemukiman yang diakibatkan olehada masyarakat yang hanyut pada saat menyeberang. Sehingga perpindahan ini dilakukan atas datas kemufakatan bersama yang dilatar belaknagi oleh peneberangan. Kesepakatan ini diindahkan secara bersama dan pemukiman di pindahkan ke Pamatang Jehing induk desa Air palawan sekarang. Penduduk dusun Pamatang Jering berjumlah14 buah rumah. Dan ditahunini pula masjid di pindahkan dari air palawan ke Pematang jering



Suatu kejadian yang luar biasa yang dialami oleh rakyat indonesia, dimana pemrintah saat itu memprogramkan penyemprotan tanaman cengkeh dengan nama “CDC”. Dengan program yang dikucurkan ini bukan membuat tanaman cengkeh menjadi sehat, justru tanaman cengkeh mati total. Hal ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat drastis menurun.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article