PILIHAN

Lagu Anak-anak dan Tukang Odong-odong

21 Mei 2013 15:58:17 Diperbarui: 24 Juni 2015 13:14:32 Dibaca : Komentar : Nilai :

Gelang sipatu gelang, gelang, gelang.....
Gelang siramai-ramai.....
Mari pulang, marilah pulang......
Marilah pulang beramai-ramai.......

Usai lagu tersebut, odong-odong berhenti, menurunkan anak-anak yang menjadi penumpangnya. Anak-anak lain yang sedang tadi sudah menunggu antusias bersama para orangtuanya, berganti dinaikkan sebagai penumpang baru odong-odong.

Pemilik odong-odong pun memutar lagu baru lainnya. Begitu seterusnya; ganti penumpang, ganti lagu anak-anak yang diputar, antara lain; Lihat Kebunku, Ambilkan Bulan Bu, Balonku Ada 5, Naik-naik ke Puncak Gunung, Bintang Kecil, dan sejumlah lagu anak-anak lainnya yang memang dipersiapkan untuk mengiringi jalan odong-odong.

Tukang Odong-odong Pelestari Lagu Anak-anak.

Beberapa lokasi dimana tukang odong-odong mangkal, yang terdengar diputar adalah lagu anak-anak yang tidak saja akrab di telinga mereka, tapi juga di telinga para orangtua. Memang yang diputar itu lagu anak-anak jaman dulu, bukan lagu anak-anak yang dibawakan oleh para penyanyi cilik yang kini sudah jadi orangtua.

Di tengah gencarnya industri musik di negeri ini, lagu yang bertema dan sesuai dengan konsumsi anak-anak semakin dilupakan. Jangankan untuk menciptakan lagu-lagu baru, bahkan untuk mencari kaset, CD dan sejenisnya yang memuat lagu anak-anak; sudah tergolong sulit.

Para anak sekarang lebih banyak mengenal dan menyanyikan lagu-lagu para orang dewasa. Mereka lebih suka menyanyikan lagu "Bang Toyib" yang lama tak pulang-pulang itu. Bahkan tak sedikit para anak yang menyanyikan lagu bertema cinta dengan ekspresi tak bersalah khas anak-anak.

Diantara sekian ajang pencarian bakat di bidang musik, tampaknya belum ada yang benar-benar khusus dan serius memperlombakan menyanyi lagu anak-anak yang memang sesuai dengan konsumsi mereka.

Kita patut mengapresiasi yang dilakukan oleh para tukang odong-odong, yang mungkin tanpa sengaja ikut melestarikan keberadaan lagu anak-anak agar terus diingat sepanjang masa. Bisa saja para tukang odong-odong itu tidak memutar lagu anak-anak; memutar lagu-lagu yang sekarang sedang hit, misalnya lagu-lagu yang dibawakan oleh si pengamen cilik, Tegar.

Selain yang dilakukan oleh Sekolah TK, palygroup dan sejenisnya, tukang odong-odong ikut andil melestarikan keberadaan lagu anak-anak.

Imi Suryaputera™

/imizona

TERVERIFIKASI

Pria, orang kampung biasa, Pendidikan S-3 (Sekolah Serba Sedikit)

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL musik hiburan
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article