Hesti Edityo
Hesti Edityo pegawai negeri

Seorang ibu dari 4 lelaki hestidwie.wordpress.com | hesti-dwie.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Dari Bunga Digital, Aku Jatuh Cinta

17 Juli 2012   16:02 Diperbarui: 25 Juni 2015   02:52 663 12 0
Dari Bunga Digital, Aku Jatuh Cinta
Mawar putih dalam hitam putih ala Inge Ngotjol

Pertama mengenal Kampret dan kemudian gabung di grup fb dari posting foto mbak Inge. Waktu itu temanya Black and White, dan mbak Inge dengan suksesnya membuat saya tersepona, eh, terpesona dengan mawar putihnya. Padahal BW, lho, tapi sungguh memesona saya...:)

[caption id="" align="aligncenter" width="300" caption="Mawar putih dalam hitam putih ala Inge Ngotjol"][/caption]

Nah, sejak gabung dengan kampretos, ada satu genre fotografi yang kemudian saya kenal dan membuat saya jatuh cinta. Macro! Apalagi jika obyeknya adalah bunga. Album foliage di grup fb adalah album yang paling sering saya ubek. Dari "bunga-bunga digital" inilah saya kemudian jatuh cinta ke bunga betulan, bahkan bunga-bunga liar sepanjang jalan.

Salah satu bunga liar yang saya suka adalah jepretan dari mbak Anazkia. Bunganya terlihat simpel, tapi bercerita banyak bagi saya.

[caption id="" align="aligncenter" width="300" caption="kembang liar belakang rumahnya mbak Anazkia"]

kembang liar belakang rumahnya mbak Anazkia
kembang liar belakang rumahnya mbak Anazkia
[/caption] Setangkai bunga digital alias bunga yang diabadikan oleh kamera, tak jarang juga bisa membangkitkan romansa... Apa yang anda pikirkan manakala melihat setangkai mawar nan segar? Keindahan? Cinta? Hmm, itulah yang saya rasa saat menikmati sajian mawar dari mas Fajar.

[caption id="" align="aligncenter" width="560" caption="mawar merah, tanda cinta mas Fajar pada seseorangkah?"]

mawar merah, tanda cinta mas Fajar pada seseorangkah?
mawar merah, tanda cinta mas Fajar pada seseorangkah?
[/caption] Masih banyak jepretan para kampretos yang seolah ingin mengabadikan keindahan lukisanNya. Masih tetap bunga, kampretos satu ini sering menemukan bunga-bunga indah nan unik. Matanya selalu jeli. Dialah mbak Dwi, kompasianer Hong Kong yang beberapa waktu lalu melepas rindu pada kampung halaman.

[caption id="" align="aligncenter" width="448" caption="bunga yang unik, hasil jepretan mbak Dwi"]

bunga yang unik, hasil jepretan mbak Dwi
bunga yang unik, hasil jepretan mbak Dwi
[/caption]

Entahlah, apakah tulisan saya kali ini termasuk dalam kategori Apresiasi Foto atau bukan? Meski bagi saya, inilah cara saya mengapresiasi ratusan bahkan mungkin ribuan foto kampretos. Sebagai penutup, saya sajikan satu bunga indah hasil jepretan mbak Aryani, yang kehandalannya dalam fotografi tidak diragukan lagi. Wajah lembutnya seakan turut terekam dalam hasil jepretan-jepretannya.

[caption id="" align="aligncenter" width="525" caption="bunga yang cantik, secantik fotografernya"]

bunga yang cantik, secantik fotografernya
bunga yang cantik, secantik fotografernya
[/caption]