Antri iPhone 5: Desperate atau Gak Ada Kerjaan

21 September 2012 14:49:26 Dibaca :
Antri iPhone 5: Desperate atau Gak Ada Kerjaan
Queuing for iPhone 5 in front of Apple Store, George St, Sydney. Sumber: Dokumentasi pribadi

Hari ini tanggal 21 September 2012 toko Apple di George St, Sydney, meluncurkan iPhone 5 perdananya. Yang luar biasa sejak hari rabu tanggal 19 September 2012 sudah terlihat antrian di depan toko. Mereka menggelar tikar, bawa selimut sendiri, makan dan tidur di pinggir jalan layaknya orang tuna wisma hanya demi SEBUAH BENDA ELEKTRONIK.

Buat saya ini aneh sekali. Saya tidak mengerti psikologis orang2 seperti ini. Rela ngantri berhari2 hanya agar menjadi orang pertama yang memiliki HP terbaru (*). Teman kantor yang kebetulan penggemar berat produk apple pun heran: “gue emank suka produk apple tapi gue gak liat gunanya mati2an antri buat dapetin sekarang sama dapetin bulan depan”. Kalau orang miskin antri sembako semua orang pasti ngerti tapi rela antri untuk benda mati, upgrade yang gak perlu, itu baru sensational.

*Buat apple fan boys mungkin bilang it’s not HP it’s IPHONE 5!!

Seakan2 ada yang baca pikiran saya, jalan sedikit di depan toko ada antrian kecil yang terdiri hanya 4 orang yang memprotes budaya konsumtif yang berlebihan. Frances Le, salah seorang protester mengatakan mereka ingin menarik perhatian publik mengenai besarnya jurang pemisah antara orang yang mengantri karena kekurangan makanan, air dan kebutuhan dasar lainnya dengan orang yang mengantri karena hanya ingin upgrades.

13482385131887372477
Mock Food Queue, Sumber: Demotix.com
Bagi yang mengantri mungkin saja mereka merasakan kebanggaan sendiri bisa menjadi salah satu orang pertama yang mendapatkan iPhone5. Meskipun kebanggaan itu cuma bertahan selama beberapa minggu atau paling lama satu tahun sampai iPhone 6 keluar.

Saya gak tahu berapa banyak orang yang ngantri di tanah air. Sebelum antri tanyalah diri anda dan jawab dengan jujur:

“Apakah saya benar2 membutuhkan ini?”

“Saya memang butuh atau cuma mau saja?”

Artikel penyemangat bagi yang mau antri:

12 Alasan Bergaya Hidup Konsumptif

Sumber lainnya: MxNews, commuter newspaper, 21/09/2012

Hendra Makgawinata

/hendramakgawinata

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Lahir dan besar di Jakarta. Topik tulisan: mengatur keuangan pribadi, bela diri, kehidupan di Australia, bahasa inggris dan filosofi hidup sederhana. Saat ini bermukim di Sydney.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?