Orang Miskin dan Ahok

19 Mei 2017 10:57:25 Diperbarui: 19 Mei 2017 11:13:13 Dibaca : 562 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Orang Miskin dan Ahok
tempo.co

Menjadi orang miskin jauh lebih sulit dibandingkan menjadi orang kaya. Orang kaya bebas menjalani kehidupan miskin dalam kekayaannya namun orang miskin mustahil hidup kaya dalam kemiskinannya.

Zilu berkata, “Sungguh malang nasib orang miskin! Ketika orang tuanya hidup, dia tidak punya apa pun untuk merawatnya dan setelah mereka meninggal dia tidak memiliki apapun untuk menegakkan li 禮 kesusilan.” Kongzi berkata, “Walaupun hanya makan nasi dan minum air putih, namun, selama dapat membuat mereka bahagia, itu sudah berbakti namanya. Meskipun hanya mampu membungkus tangannya dan membiarkan kakinya telanjang lalu menguburkannya tanpa peti mati, namun itu sudah memenuhi kesusilaan namanya.” Liji IIB:II:16 - Tangong xia

Banyak orang miskin yang terpaksa berbuat jahat demi bertahan hidup. Kemiskinan yang menghimpitnya membuatnya bukan hanya tidak kebas berbuat baik bahkan tidak mampu berbuat baik walaupun ingin.

Banyak orang miskin yang terpaksa membiarkan kejahatan karena tidak mampu membela kebenaran. Berbuat baik itu perlu biaya. Itu sebabnya banyak orang miskin yang tidak mampu berbuat baik karena tidak punya uang.

Kebanyakan orang baik tidak berbuat baik dan menagakkan keadilan bukan karena mereka tidak peduli apalagi jahat namun karena mereka tidak berdaya untuk berbuat baik dan melawan kejahatan.

Itu sebabnya suhu hai hai berkata, “Karena miskin lalu menjadi jahat. Karena miskin sehingga tidak sanggup berbuat baik. Anda sanggup melempar orang-orang jahat demikian ke neraka untuk disiksa sampai selamanya?”  

Karena kaya maka bebas untuk berbuat baik. Karena punya uang maka mampu membiayai perbuatan baiknya. Itu sebabnya mustahil aku mengagul-agulkan diriku orang baik karena aku kaya dan menuduh orang-orang miskin jahat.  

Itu sebabnya suhu hai hai berkata, “Berjuanglah untuk menjadi kaya namun jangan mengorkankan peri kemanusiaanmu demi kekayaan. Jadilah kaya karena takut miskin namun setelah lepas dari kemiskinanmu jadilah TUHAN Yang Mahakuasa untuk menjaga kekayaanmu namun jangan lupa untuk menjadi Allah Yang Mahaesa untuk mendengar dan menjawab doa-doa sesama manusia.”

“Yang kaya harus memberi lebih banyak sedangkan yang miskin jangan malas bekerja sementara pemerintah mengadministrasi keadilan sosial itu secara transparan dan tepat guna,” itulah yang diusahakan oleh Ahok dan Djarod di DKI.

Saat ini Cina kafir Ahok ada di penjara. Sekarang, apa yang harus kita lakukan? Memaksa Hakim membebaskannya? Menghalalkan segala cara untuk membebaskannya secara paksa? Tentu saja bukan demikian karena tujuan kita adalah melakukan apa yang tidak bisa dilakukan olehnya di dalam penjara yaitu menjaga dan membangun NKRI agar:

“Yang kaya harus memberi lebih banyak sedangkan yang miskin jangan malas bekerja sementara pemerintah mengadministrasi keadilan sosial itu secara transparan dan tepat guna,”

Kalau Anies Sandi menolak untuk melakukannya maka kita akan mencari CARA bahkan memaksanya untuk melakukan hal demikian. Karena di sorga yang terbesar adalah anak-anak.

Haihai Bengcu

/haihai

Hanya seorang Tionghoa Kristen yang mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin hal benar. Saling MENULIS agar tidak saling MENISTA. Saling MEMAKI namun tidak saling MEMBENCI. Saling MENGISI agar semua BERISI. Saling MEMBINA agar sama-sama BIJAKSANA.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana