Aduh Pak Amin Rais Nih Maunya Apa Sih

08 Agustus 2012 13:01:29 Dibaca :

tidak ada angin tidak ada hujan, tidak ada yang mintai pendapat tentang jokowi, eh tiba - tiba bapak reformasi ini ternyata masih berambisi untuk ngerecokin panggung politik pilkada dki jakarta. mungkin dengan munculnya beliau dengan mengomentari masalah pilkada dki jakarta ini akan mengangkat pamor beliau lagi.


tiba - tiba muncul berkomentar mengenai kota solo yang masih gelap, masih kumuh, masih banyak rakyat miskin, padahal ya padahal beliau itu ngakunya orang solo, tapi kenapa justru kok mengolok - olok kota kelahirannya sendiri ya. mengomentari ketidakberhasilan pak jokowi. mestinya kan pak amin rais ini mendukung agar pak jokowi yang juga sesama warga solo ini bisa berkiprah lebih baik.


sebagai seorang mantan ketua mpr gitu loh, mantan ketua umum muhammadiyah gitu loh, mantan bapak reformasi gitu loh meskipun kiprahnya di era reformasi ujung - ujungnya juga cuma mengincar kekuasaan, tidak membela rakyat kecil babar blas.


eh sekarang ada walikota yang berasal dari daerahnya sendiri mau nyalon jadi gubernur malah di cari - cari kejelekannya. apa sih maunya pak amin rais ini ya. apa masih juga berambisi kekuasaan lagi ya. padahal pak amin rais ini jarang ke solo, mungkin pas ke solo waktunya pas malam hari dan berada di pinggir sekitar sungai makanya bisa tahu kalau solo itu gelap gulita.


sebenarnya tempat-tempat yang tidak membutuhkan penerangan permanen hingga larut malam memang  ya seharusnya dimatikan listriknya, lebih - lebih perkantoran yang tidak ada karyawannya yang lembur, itu juga tidak perlu dinyalakan listriknya biar hemat energi. tapi bagi pak amin masalah gelap saja sudah bisa untuk mengukur ketidakberhasilan pak jokowi dalam memimpin kota solo.


tapi ya itulah mantan bapak reformasi indonesia, sepertinya tidak akan senang jika ada tokoh yang biasa - biasa saja kemudian tiba - tiba muncul dan terkenal melebihi nama pak amin rais. terlebih berasal dari satu kota yang sama.


terus terang saya sebagai orang yang bertempat tinggal di jawa tengah dan daerah istimewa yogyakarta, tidak pernah mendengar ketenaran mantan bapak reformasi ini.


semoga mantan bapak reformasi indonesia ini bisa lebih bijak dalam menilai seseorang atau tokoh lain di negeri ini. jangan sampai menjelek - jelekan lah.


terimakasih kompasiana


hadisang


Suhadi Sanglor

/hadisang

TERVERIFIKASI (HIJAU)

lahir di sanglor gunungkidul yogyakarta, 18 desember 1970,mantan pencari rumput dan kayu bakar, saat ini tiap hari bersentuhan dengan autocad, punya keinginan bisa membukukan artikel yang saya tulis dikompasiana entah kapan waktunya.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?