HIGHLIGHT

Gelar Jepang UI 2011: "Jelajahi Dimensi Waktu,Temukan Perpaduan Pesona Budaya Dua Bangsa"

27 Juni 2011 04:11:02 Dibaca :

Gelar Jepang UI (GJ UI) merupakan acara program studi yang diselenggarakan tiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa Japanologi (HiMaJa) FIB UI. Tema GJ UI 2011 adalah 'perjalanan waktu' yakni 'Jelajahi Dimensi Waktu, Temukan Perpaduan Pesona Budaya Dua Bangsa'. Maskot GJ UI 2011 yaitu seorang anak laki-laki Indonesia dan gadis Jepang ditemani seekor kelinci bernama Pokoro. Ketiga maskot ini menaiki mesin waktu yang menyerupai balon udara.  Pokoro inilah yang menggambarkan lompatan-lompatan waktu yang sesuai dengan tema GJ 2011. Acara GJ UI 2011 digelar selama tiga hari berturut-turut dan tahun 2011 ini dilaksanakan pada 24 Juni-26 Juni 2011 bertempat di Pusat Studi Jepang UI (PSJ UI) dan area parkir dosen FIB UI hingga jalan masuk yang membelah antara FISIP dan FIB UI. Waktu pelaksanaannya hari ke-1 dan ke-2 dari jam 10.00 hingga jam 18.00 WIB dan hari ke-3 dari jam 10.00 sampai 21.00 WIB. Konsep acara GJ UI 2011 cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Apa saja yang berbeda: # Hari ke-1 dan hari ke-2 yang bertempat di PSJ UI 1. Saat memasuki PSJ UI di sebelah kiri terdapat ruang kaca yang tahun sebelumnya dipakai untuk lomba Yu Gi Oh, kini dipakai untuk ruang pameran foto dan animasi sementara lomba Yu Gi Oh diadakan di salah satu ruangan PSJ UI. 2. Uketsuke (receptionist) yang tadinya di depan ruang kaca kini pindah ke sebelah kanan di depan meja satpam. 3. Kesan dan pesan di tahun sebelumnya menggunakan karton dan ditempel di tembok kini diganti dengan penampilan yang lebih menarik menggunakan papan/sterofoam dan pengunjung dapat menulis kesan dan pesan melalui kertas yang telah disediakan panitia kemudian dibalik kertas tersebut sudah ditempel double tip sehingga pengunjung dapat menempelnya di tempat yang disukai. 4. Dekorasi yang lebih menarik dan berwarna serta kreatif dengan pagar-pagar, lampion-lampion, origami bangau yang dirangkai serta sangkar burung yang di dalamnya terdapat origami bangau. 5. Obakeyashiki alias rumah hantu Jepang pada tahun sebelumnya memakai ruangan di lantai 1 kini dipindah ke lantai 2. Hal ini dikarenakan agar tidak mengganggu jalannya para pengunjung lain dan mengantisipasi membludaknya antrian. Obakeyashiki ini merupakan salah satu daya tarik pengunjung dalam rangkaian GJ UI dari tahun ke tahun. 6. Bazar pakaian yang tahun sebelumnya dalam area Auditorium PSJ UI kini pindah ke luar Auditorium sebagai gantinya dalam area tersebut bazar marchandise. 7. Ruang workshop chanoyu (upacara minum teh Jepang) kini memakai ruangan yang berada di lantai 1 sementara tahun sebelumnya di lantai 2. 8. Lomba ramen baru tahun 2011 ini diadakan juga adanya seminar animasi yang bekerja sama dengan salah satu akademi animasi yakni Hello Motion Agency. 9. Rundown acara selama tiga hari berturut-turut terpampang jelas dan ditempel di tembok. 10. Harga-harga marchandise GJ UI yang mahal tapi memiliki kualitas yang bagus dan beda dari tahun sebelumnya. 11. Tema GJ UI 2011 yaitu perpaduan budaya Jepang dan Indonesia berpengaruh terhadap permainan tradisional yang digelar. Jadi tidak hanya permainan tradisional Jepang yang ada melainkan congklak pun ada di GJ UI 2011. 12. Tempat sampah banyak tersedia di spot-spot area PSJ UI dengan menggunakan kardus-kardus dan tiap kali tempat sampah penuh maka panitia sigap mengganti yang baru. 13. Iklan-iklan sponsor dan spanduk tentu bertebaran di mana-mana. # Hari ke-3 bertempat area Bundaran PSJ UI, jalan antara FISIP dan FIB UI hingga parkiran dosen 1. Kawasan bazar marchandise, pakaian sebagian makanan dan minuman diperluas mulai dari jalan masuk antara FISIP dan FIB UI. 2. Area Bundaran PSJ UI menjadi spot lomba kakigori (es yang diberi rasa bermacam-macam). 3. Obakeyashiki di tahun sebelumnya hanya ada di hari 1 dan ke-2 kini dibuka hingga hari terakhir acara. 4. Kesan dan pesan hingga hari ke-3 tetap ada. 5. Area parkir dosen digunakan untuk bazar makanan dan minuman serta sebagian bazar marchandise. 6. Sepanjang panggung utama hanya beberapa bazar saja sehingga pengunjung leluasa dan tidak sempit-sempitan membludak seperti tahun sebelumnya di mana bazar secara keseluruhan memenuhi area parkir dosen. 7. Lomba makan moci dan lomba kakigori yang baru diadakan tahun 2011 ini. Suasana keramaian dan antusiasme para pengunjung GJ UI 2011 dari segala usia baik tua, muda bahkan anak-anak juga tidak kalah antusiasnya. > Hari ke-1 Pembukaan dan sambutan dengan penampilan dari Arumba Sanshin dan Eisa Okinawa. Berbagai macam workshop seperti igo, washi dan gundam digelar juga lomba takoyaki. Demo pencak silat juga mewarnai hari pertama. > Hari ke-2 Seminar animasi bertema Animasi Indonesia Kini dan Nanti memberikan kita suatu penjelasan dan nasib akan animator-animator lokal yang karya-karyanya tidak kalah dari luar negeri. Karaoke duet dan audisi covering dance di Auditorium PSJ UI riuh dengan para pengunjung lain serta ditonton secara umum. Lomba Yu Gi Oh dan workshop chanoyu dan komik. Demo aikido kids yang anaknya lucu-lucu dan menggemaskan benar-benar membuat terpesona dengan aksi  mereka yang tidak malu-malu. Tak luput dari perhatian, demo kendo dari komunitas kendo Universitas Trisakti, Jakarta yang mengagumkan. Teknik pedang (kayu), cara bertahan dan menyerang serta didampingi dengan master dari Jepang yang bernama Yuta. Lomba ramen pun ikut meramaikan acara. Hari ke-1 dan ke-2 sepanjang hari terdapat pameran komik yaitu terpilihnya 20 komik terbaik. Pameran foto dan animasi yang diangkat dari komik-komik ternama hasil karya Jepang dan Indonesia serta terpapar singkat dan jelas kronologis komik Indonesia dan Jepang dari masa ke masa. Kesan dan pesan juga shiiteimasuka yang berisi pengenalan budaya Jepang. Permainan tradisional Jepang (koma, daruma, kendama) dan Indonesia (congklak, kelereng) yang dimainkan secara gratis oleh para pengunjung bahkan orangtua yang membawa anak-anaknya ikut mencoba permainan tradisional ini. > Hari ke-3 Inilah hari ke-3 alias hari terakhir yang memang sangat dinantikan. Bisa dikatakan hari ke-3 merupakan puncak acara GJ UI 2011. Ribuan pengunjung (sekitar 3000 sampai 6000 pengunjung bahkan lebih) memadati GJ UI mulai dari awal acara hingga puncaknya teramat padat yakni siang, sore  hingga malam hari saat penutupan acara. Acara mulai dihentak dengan band-band audisi seperti Mea, Volcanoe, PlayGroup, Momiji dan Cave. Tak ketinggalan performance audisi covering dance. Hiburan demi  hiburan terasa begitu semangat tak hanya di area panggung tapi juga area Bundaran PSJ UI digelar lomba kakigori, lomba moci dan omochitsuki (pembuatan moci) juga omikoshi yang diangkat beberapa orang. Band-band pun mewarnai acara seperti Summer Sound, Honeybeat, Obake, X-Shibuya, Momusu VRush, Onizuka serta Chicken Katsu (Guest Star). Fans-fans dan para pengunjung yang mengenal lagu-lagu dari band-band bintang tamu tersebut ikut bernyanyi, menari ria hingga teriak-teriakan sebagai tanda untuk menyemangati performance band itu. Ada juga fans-fans yang memakai pakaian ala band itu sambil menyanyi bersama membawa bendera-bendera kecil yang dilambai-lambaikan mengikuti arus lirik dan musik band idolanya. Tak lengkap bila tidak melihat aksi para cosplayer (costum player) di panggung. Cosplay ini maksudnya memakai kostum sesuai kategori masing-masing seperti tokoh anime, game, manga (komik) maupun original alias membuat sendiri tokohnya dengan kreativitas. Seorang cosplayer harus meniru sang tokoh dari gaya berpakaian, karakteristik tokoh dan aksinya mulai dari yang heboh, keren, lucu, manis, menarik dan mengagumkan. Para cosplayer ini dinilai oleh tiga orang juri dan ditentukan tiga besar yang menjadi pemenang ditiap-tiap kategori. Hentakan aura semangat menjalar ke seluruh area acara dengan penampilan Eisa Okinawa yang teriakannya 'hiyyyyaaaassssaaaa.....saaaaa.....' berkolaborasi  dengan Yosakoi Hyakka Ryouran dan Jakarta Taiko Club. Eisa Okinawa yang terkenal dengan tarian Taiko Okinawa menawarkan sesuatu yang berbeda yakni Taiko  Okinawa diremix menjadi lebih cepat dan bersemangat dan menampilkan beberapa tarian baru. Yosakoi Hyakka Ryouran dengan tarian Yosakoi-nya juga menampilkan tarian baru. Para pengunjung juga ditarik untuk ikut serta memeriahkan tarian gabungan ini, ada pula pengunjung yang tanpa ditarik langsung maju dan menari. Menyaksikan tarian kolaborasi, para pengunjung amat sangat padat di area depan panggung utama bahkan padat sampai ada yang menontonnya di area parkir motor FISIP UI. Menuju detik-detik penutupan acara, dihibur band bintang tamu dan penampilan dari Jakarta Keion Club yang menyanyikan tidak hanya lagu-lagu Jepang saja bahkan lagu Indonesia misalnya 'Kemesraan' dipadukan dengan lagu Jepang Lirik dan musik pun mengalun merdu di penghujung penutupan. Penutupan acara yaitu ditutup dengan bon odori di Bundaran PSJ UI,jadi para pengunjung juga para panitia GJ UI 2011 membentuk lingkaran kemudian menari bersama, panggung bon odori diisi beberapa panitia yang mahir untuk membimbing tarian kepada para pengunjung. Selesai bon odori, acara ditutup dengan hanabi (kembang api) yang cukup memuaskan sebagai bentuk resmi GJ UI 2011 berakhir dengan kesuksesan. Serangkaian acara GJ UI 2011 diharapkan dapat lebih memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia, kekayaan budaya Jepang yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional sampai sekarang dapat menjadi panutan bagi masyarakat Indonesia. Belajar segala hal mengenai Jepang tentu tidak meninggalkan kisah sejarah dan budaya bangsa sendiri, Indonesia. Sebuah perpaduan budaya yang saling melengkapi dan kita bisa mengambil nilai berharga dari persahabatan kedua bangsa, Indonesia dan Jepang. Terima kasih atas kehadiran para pengunjung di Gelar Jepang UI 2011. Salut kepada para panitia GJ UI 2011 yang terdiri dari tiga angkatan (2008, 2009, 2010) yang telah berhasil menyelenggarakan GJ UI 2011 terdahsyat. Semoga acara tahun ini memuaskan dan sampai jumpa di Gelar Jepang UI 2012 mendatang.

Fitri Haryanti Harsono Saidil Anwar

/fitriharyanti

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Bachelor of Humanities. Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Minat dalam penulisan digital media | Social media | Penelitian Ilmiah | Creative writing and journalism.
"Words, once they are printed, have a life of their own." -Carol Burnett |
Kunci utama menjadi seorang penulis adalah menulis, menulis, dan menulis.
"Prose is architecture, not interior decoration." - Ernest Hemingway

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?