Firstyarikha Habibah
Firstyarikha Habibah Mahasiswa S2

Mahasiswa S2 Ilmu Pangan Sekolah Pascasarjana IPB

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan highlight

Ibu, Jangan Pernah Berpikir "Yang Penting Anak Mau Makan" (Bagian 3)

19 Agustus 2017   01:14 Diperbarui: 19 Agustus 2017   01:37 461 1 0
Ibu, Jangan Pernah Berpikir "Yang Penting Anak Mau Makan" (Bagian 3)
Anak lahap mengonsumsi mie instan yang rendah gizi (foto dari tribunnews.com)

Beberapa hari yang lalu ketika saya membuat tulisan berjudul: Ibu Jangan Pernah Berpikir "yang penting anak mau makan" (bagian 1 dan 2) muncul beberapa respon dari ibu-ibu berupa pertanyaan. Pada intinya pertanyaannya sama, yaitu apakah cara seperti ini dan itu yang ditempuh ibu agar anak mau makan tersebut sudah benar serta apa yang harus dilakukan ketika anak sulit makan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu agar anak mau makan dan mendapatkan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga ibu tidak lagi berpikir "yang penting anak mau makan". Tulisan ini merupakan hasil rangkuman dari beberapa buku gizi.

1. Sajikan hanya makanan yang bergizi dan terbaik

Makanan yang disediakan di rumah diusahakan merupakan makanan yang padat kalori, bergizi dan aman untuk dikonsumsi (bebas dari cemaran fisik seperti rontokan rambut, cemaran kimia seperti pestisida dan cemaran mikrobiologi seperti kapang/jamur), seperti daging, ikan, buah, keju, sayur dan kacang-kacangan.

2. Biarkan anak mengambil porsinya sendiri

Berikan kebebasan anak untuk mengambil makannya sendiri. Anak akan merasa dihargai dan merasa bertanggung jawab untuk menghabiskan makanan yang telah diambilnya sendiri.

3. Porsi kecil

Berikan makanan dalam porsi secukupnya (tidak banyak sekaligus) karena anak akan bangga jika ia bisa menghabiskan porsi makannya.

4. Beri pujian

Ketika anak mampu menghabiskan porsi makannya, berilah pujian sehingga menyenangkan hati  anak.

5. Berilah makan saat lapar

Apabila hendak menyajikan jenis makanan baru yang belum dikenal anak, sebaiknya diberikan saat anak  lapar.

6. Jangan memaksa

Tidak memaksa anak untuk makan dan mencoba makanan baru jika anak tidak menginginkannya. Terlalu sering memaksa anak makan akan menyebabkan anak justru tidak menyukai bahkan trauma dengan jam-jam makan.

7. Biarkan anak memilih makanannya sendiri

Berikan alternatif makanan yang dapat dipilih anak, tentu saja dengan tetap memperhatikan kandungan gizi dan keamanannya.

8. Jangan memarahi dan memberi hukuman

Apabila anak memecahkan peralatan makan, jangan dimarahi dan diberi hukuman, pun. juga ketika anak tidak menghabiskan makanan.

9. Jangan memaksa rapi

Anak seringkali lebih menyukai makan dengan caranya sendiri yang terkadang menjadi berantakan. Orang tua harus mempunyai toleransi untuk hal ini, yaitu dengan tidak memaksa anak makan dengan rapi sebab dengan caranya sendiri tersebut anak akan lebih banyak menghabiskan makanannya.

10. Bersikap cerdik

Agar kebutuhan anak terhadap zat-zat gizi dapat terpenuhi, orang tua harus cerdik dalam menyediakan menu makanan terutama untuk balita. Sayuran dan buah dalam bentuk asli seringkali tidak disukai anak. Untuk itu, orang tua dapat menyajikannya dalam bentuk makanan campuran misalnya dibuat jus atau masakan dengan sayuran yang ditumbuk.

11. Mau menerima jawaban tidak

Apabila anak mengatakan "sudah kenyang" dan tidak mau makan, jangan paksa untuk makan meski hanya "satu suap lagi".

12. Biarkan anak makan lambat

Anak yang baru belajar makan biasanya sangat lambat menyelesaikan tugas makannya. Untuk itu, sebaiknya biarkan anak makan dengan caranya sendiri. Luangkan waktu untuk menemaninya.

13. Sabar

Selera makan anak cepat  berubah sehingga jenis makanan yang kemarin digemari,  mungkin sekarang bisa saja dihindari. Untuk itu, dituntut kesabaran dari orang tua.

--

Sumber:

  • Irianto, Djoko Pekik. 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan.  Yogyakarta: Andi.
  • Hariyani, Sulistyoningsih. 2011. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta: Graha Ilmu

--