pilihan

Mengolah Limbah Karung Goni Menjadi Uang

7 April 2017   00:34 Diperbarui: 7 April 2017   01:10 407 6 3
Mengolah Limbah Karung Goni Menjadi Uang
DOKPRI

Pada era modern ini prilaku konsumtif masyarakat begitu besar sehingga barang bekas yang biasanya jadi limbah dan tidak bernilai, disulap jadi sebuah produk yang mempunyai nilai ekonomis jauh lebih tinggi dari barang aslinya sekalipun. ditangan Edi Hidayat (23) , warga DesaPadarek, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka ini telah berhasil mengubahlimbah karung goni yang terkesan jorok dan kotor disulap menjadi aneka jenis sandang yang stylish dan mengikuti perkembangan mode.

MAHASISWA semester akhir yang kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung jurusan sejarah ini memangkreatif , dia membuat produk sepatu, tas, totebag dan aneka sandang lainnya dari limbah karung goni. Hasil kreativitasnya itu bisa mencukupi kebutuhan kuliah dan membawa berkah untuk lingkungan. Bagaimana tidak? Edi dan teman-temannya memanfaatkan limbah karung goni sebagai bahan dasar tas dan sepatu yang ia berimerk “prungg”. Penggunaan kata prungg pada merk produknyasangat mengindikasikan bahwa Ia kelahiran USA (Urang Sunda Asli). Banggaeuy jadi urang sunda, komo deui urang Majalengka wkwk

Ide kreatifnya ini muncul ketika Edi Hidayat dan Andi Aris melakukan eksplorasi Margasophana ke Ujung Genteng, yangmempertemukan mereka dengan Abah Iwan Sang pengolah limbah karung goni. Darisitu, Ia semakin yakin bahwa limbah karung goni dapat dijadikan produk yangmemiliki nilai jual.

Sebagai usaha yang bergerak dalam ekonomi kreatifdan berbasis lingkungan, prungg memiliki slogan “Response andchange”. Saat ini banyak sekali permasalahan lingkungan di sekitar kita,namun apa daya tak sedikit dari kita hanya bisa berdiam diri padahal sejatinyakita harus memiliki empati, simpati serta reaksi terhadap permasalahanlingkungan dengan aksi nyata yang tak hanya sebatas wacana. Hal ini telahdibuktikan Edi hidayat dengan karya nyatanya, Ia mencoba untuk membuat produkdengan tampilan yang berbeda melalui pendekatan Eco-friendly. 

“Kita hidup di Bumi gak sekedar hidup, sebagaimanusia yang merasakan ada yang ‘salah’ dengan lingkungan dan kerusakan bumi,disitu kita ga hanya berdiam diri, ini meupakan salah satu seruan dan aksinyata untuk turut serta menumbuhkan kesadaran ramah lingkungan, mungkin kecildampaknya, namun ya sedikit demi sedikit lama-lama banyak toh? Hehe” ujar Edi 

Soal kualitas tak perlu diragukan, tas berbahan karung goni yang baru rilis awal 2017 ini berani diadu dengan produk distro. Saat ini pengolahan limbah karung goni hanya bertempat di kosan Edi, kedepannya ia berharap dapat mengembangkan usahanya ini di tanah tercinta, Majalengka.

“Mari olah limbah sekitar menjadi barangbernilai, sayang bila menjadi sampah yang bisa menyumbat unsur kehidupan”

Bagaimana sobat? Sangat menginspirasi bukan?Semoga ada Edi-Edi yang lain yang tergerak hatinya untuk melakukan aksi pedulilingkungan yaa. Ingat, bisnis sustainable masa kini tak hanya yangberorientasi profit, namun juga harus peduli people dan planet.Let’s action