Cara Elegan Menerima Perselingkuhan

30 Juli 2017   13:44 Diperbarui: 30 Juli 2017   20:24 535 1 0
Cara Elegan Menerima Perselingkuhan
Dok.pribadi

Insan manusia mana yang tidak ingin hidup bahagia bersama pasangannya?Secara umum suatu hubungan suami istri perlu adanya sebuah komitmen dan kesetiaan salah satunya.Lalu bagaimana jika suatu komitmen pernikahan sudah rusak akibat perselingkuhan?

Apa yang harus dilakukan korban ketidaksetiaan pasangan terhadap "perselingkuhan" yang dialaminya..

Kekecewaan adalah perasaan yang dialami sang "korban perasaan''..Marah dan juga sedih adalah respon utama akibat diselingkuhi.

Akan tetapi,apa sebuah kehidupan harus dilalui dengan sia-sia menerima sesuatu yang tidak diharapkan itu.Butuh waktu memang,untuk mengobati rasa sakit hati,memaafkan, dan kembali menerima pasangan yang sudah "jahat" pada kita.

Hidup harus terus berjalan,dan kita harus kembali bangkit dan dikenal sebagai sang ''korban perasaan " yang bisa move on.

Pertama,

BOLEH MENANGIS

Sekuat--kuatnya manusia menghadapi kesusahan,menangis bukanlah suatu hal tabu untuk dilakukan.Secara psikologis,menangis bisa menjadi mekanisme dalam diri kita untuk meluapkan rasa sedih,marah, dan kekecewaan akibat diselingkuhi..Perasaan lega yang disertai dengan kelegaan akan muncul dalam diri sehingga kita bisa berpikir lebih jernih untuk mencari jalan keluar dari masalah dan mengambil keputusan.

Kedua,

BERTANYA APA SALAH DAN KURANGKU

Mungkin perasaan pertama yang muncul adalah kemarahan yang memicu kebenciaan pada pasangan. Hal itu wajar terjadi. Menyalahkan pasangan terus menurus bukanlah jalan terbaik membuatnya berubah. Marah tidak serta merta membuatnya mengakui kesalahan dan menjamin dia tidak akan mengulangi perbuatannya. Dalam situasi seperti ini,kita butuh ruang menerima kelemahan diri kita yang membuat pasangan berselingkuh. Pasti tidak mudah melakukannya,tapi tidak ada salahnya mencari tahu kesalahan kita yang membuatnya tidak nyaman.

Ketiga,

BERPIKIR BAHWA SAYA ADALAH PRIBADI YANG BERHARGA

Tuhan menciptakan kita sebagai pribadi yang istimewa. Menyalahkan diri terus menerus juga bukan pilihan terbaik untuk mengubah situasi. Berpikirlah bahwa sesuangguhnya,tidaklah tepat seseorang yang kita percaya sebagai pasangan bebas merusak "harga diri" kita. Percayalah,kita bukanlah manusia yang tidak berdaya.Kita adalah pribadi yang kuat menghadapi setiap permasalahan.

Keempat,

MEMINTANYA MEMBUAT KOMITMEN BARU

Ini pilihan terbaik,jika tidak ingin ada perpisahan. Bicaralah pada waktu yang tepat,dimana hati dan pikiran sudah jauh lebih tenang setelah misalnya berdoa,dan menerima diri sendiri bahwa kita adalah pribadi yang istimewa.Yang tidak layak untuk trus disakiti. Mintalah pada dia,jika dia sudah mengakui kesalahnnya untuk membuat komitmen untuk masa depan. Jika dia pernah gagal dalam berkomitmen dalam suatu hubungan. Mintalah dia untuk memahami perasaan dan situasi babwa apa yang dia lakukan sudah merusak sakralnya sebuah pernikahan.