PILIHAN

Tuah Messi Sudah Berakhir?

20 April 2017 04:15:05 Diperbarui: 20 April 2017 04:33:13 Dibaca : 262 Komentar : 1 Nilai : 4 Durasi Baca :
Tuah Messi Sudah Berakhir?
Sbr : http://beritajeneponto.com

Oleh : eN-Te

Kamis (20/4/17) dinihari tadi telah berlangsung pertandingan leg ke-2 babak perempatfinal Liga Champions (LC) Eropa 2016/2017. Barcelona menjamu Juventus di Camp Nou dan Monaco meladeni Borrusio Dortmund di kandang.

Pada leg pertama, ketika menjamu Barcelona di Juventus Stadium, si Nyonya tua berhasil mempecundangi pasukan Luis Enrique dengan skor telak 3-0. Sedangkan Dortmund ketika menjamu Monaco di Signal Iduna Park harus menerima kekalahan 2-3.

Pertandingan leg ke-2 babak perempatfinal LC untuk menentukan tim mana dari empat tim (Barcelona, Juventus, Dortmund, dan Monaco) yang akan bertanding itu yang berhak mendapat tiket ke semifinal. Hasil leg ke-2 yang dihelat dinihari tadi (WIB) pun sudah diketahui.

Barcelona yang menjamu si Nyonya Tua di Camp Nuo tidak berhasil membalikkan keadaan. Messi, Suarez, dan Neymar (MSN) seakan kehilangan ‘tuah’ untuk menjebol gawang Juventus yang dikawal kiper kawakan, Gianluigi Buffon. MSN tidak dapat berbuat banyak untuk menaklukkan Buffon. Sampai pluit akhir ditiup wasit, skor tidak berubah dengan agregat tetap, 3-0 untuk keunggulan Juventus.

Hasil kaca mata (0-0) merupakan hasil akhir pertandingan antara Barca vs Juventus. Hasil tersebut mengantarkan Juventus berhasil melangkah ke babak semifinal. Di sisi lain, kegagalan Barca melaju ke semifinal LC musin 2016/2017 merupakan kegagalan beruntun setelah musim sebelumnya juga gagal (sumber).

Bermain imbang, 0-0 di hadapan pendukungnya sendiri di Camp Nou, membuat Barcelona harus memendam asa menambah trofi LC. Ketidakberhasilan pasukan Enrique membalikkan keadaan saat bertemu Juvnetus menjadi ‘pembenar’ terhadap keberhasilan Barca mengkandaskan ambisi PSG melangkah ke babak perempatfinal.

Bahwa Messi, dkk berhasil mempecundangi PSG, 6-1 pada leg ke-2 babak 16 besar di Camp Nou lebih merupakan ‘keberuntungan’ daripada sebuah usaha dan kerja keras. Keberuntungan itu diperoleh berkat kepemimpinan wasit asal Jerman, Deniz Ayteki, yang memberikan dua kali pinalti kepada Barca. Belakangan atas kepemimpinannya pada leg ke-2 antara Barcelona dan PSG itulah, yang dinilai ‘bermasalah’, sehingga Deniz Ayteki harus menerima resiko mendapat sanksi dari UEFA.

Ketika pulit panjang ditiup wasit sebagai pertanda berakhirnya pertandingan, para pemain Juventus melakukan selebrasi untuk merayakan keberhasilan mereka melangkah ke babak semifinal. Sementara di pihak lain, di kubu Barcelona terlihat pemandangan yang berbeda.

Para pemain Barcelona terlihat tertunduk lesu, seakan tidak percaya bahwa mereka gagal melangkah ke semifinal LC musim ini. MSN terlihat tertunduk lesu, lemah, dan lunglai (3L). Mungkin karena ‘penyakit’ 3L inilah yang menyebabkan MSN tidak dapat mengkonversi setiap peluang yang diperoleh menjadi gol. Meski hanya sebiji golpun.

Terutama Neymar. Dalam tayangan setelah berakhirnya pertandingan, Neymar terlihat menutup wajah dengan kostum yang dipakainya. Sehingga memancing mantan pemain Barca yang sekarang masuk dalam skuad Juventus, Dani Alves harus membujuk dengan memeluknya. Begitu pula dengan Juan Cuadrado, berusaha menghibur hati Neymar yang sedang nelangsa dengan memeluknya pula.  

Kegagalan Barca tidak dapat menundukkan si Nyoya Tua di Camp Nou bisa jadi mengkonfirmasi tentang ‘tuah’ Messi yang sudah mulai berkurang. Mengingat dalam pertandingan dinihari tadi terlihat banyak peluang yang diperoleh MSN, terutama Messi tapi tak satupun dapat dikreasi menjadi gol.

Kaki kiri Messi yang merupakan kaki yang mematikan seakan kehilangan daya magis. Beberapa peluang yang coba dilesakkan dengan kaki kiri semuanya mentah. Termasuk satu kali kesempatan free-kick dari luar kotak pinalti, malah melayang jauh di atas mistar gawang Buffon.

Kegagalan Messi mengantarkan Barcelona melaju ke babak berikutnya di LC musim ini berbanding terbalik dengan apa yang diperlihatkan ‘musuh bebuyutannya’, CR7 di Real Madrid. CR7 tidak hanya berhasil mengantarkan Madrid melaju ke semifinal dan tetap memelihara asa menggengam trofi LC musim ini secara beruntun di bawah kendali Zidane, tapi juga membuat record. CR7 mencatatkan dirinya sebagai orang pertama yang membuat record mencetak 100 gol di LC mengalahkan Messi.

Mandulnya Messi mencetak gol ke gawang Juventus pada leg ke-2 perempatfinal LC musim ini juga menguatkan kembali dugaan tentang ‘pudarnya’ daya magis Messi di tim Nasional, Argentina. Sampai sejauh ini di klasemen sementara zona Conmebol prakualifikasi Piala Dunia, pasukan Tanggo, Argentina masih berada di posisi ke-5 dan belum aman untuk lolos langsung ke Rusia pada 2018.

Masa emas Messi seakan sedang menuju sandyakalaning. Messi yang dijuluku sebagai sang Messias ternyata sampai sejauh ini masih belum memberikan kontribusi besar untuk tim Tango, Argentina. Dua kali kesempatan menembus final, baik di piala dunia Brasil maupun piala Copa Amerika, dua-duanya gatot (gagal total). Malah yang lebih miris adalah ketika gagal mengeksekusi pinalti pada final Copa Amerika 2016 ke gawang Cili.

Indikasi itu memberikan konfirmasi bahwa Messi memang sedang menuju masa ‘suram’ karena telah kehilangan tuah dan daya magisnya. Hasil kaca mata ketika berjumpa Barcelona dengan Juventus dinihari tadi di leg ke-2 perempatfinal LC menjadi ‘pembenar’ atas asumsi itu. Bahwa Messi memang benar-benar sedang menuju masa sandyakalaning. Tuah Messi memang (sudah) berakhir?

Wallahu a’alam bish shawab

Makassar, 20/4/2017

Nurdin Taher

/emnoer_dm70

TERVERIFIKASI

Lahir dan besar di Lamakera, sebuah kampung pesisir pantai di Pulau Solor, Flores Timur. Menempuh pendidikan dasar (SD) di Lamakera, kemudian melanjutkan ke SMP di Lamahala, juga kampung pesisir serta sempat "bertapa" 3 tahun di SMA Suryamandala Waiwerang Pulau Adonara, Flores Timur. Lantas "minggat" ke Ujung Pandang (Makassar) pada Juli 1989. Sejak "minggat" hingga menyelesaikan pendidikan tinggi, sampai hari ini, sudah lebih dari 25 tahun berdomisili di Makassar. Senantiasa belajar dan berusaha menilai dunia secara rasional dengan tanpa mengabaikan pendekatan rasa, ...
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana