Elfish Angelic
Elfish Angelic pelajar/mahasiswa

Mari berbagi...

Selanjutnya

Tutup

Muda

Fans BL Takutlah Kehabisan Cowok

17 Juli 2017   12:08 Diperbarui: 17 Juli 2017   12:10 303 11 2

Tahu istilah BL?

Itu adalah singkatan dari BoysLove. Semacam cerita cinta remaja laki-laki yang kekinian. Uniknya atau lebih tepat "anehnya" istilah itu lebih condong pada penghalusan kata untuk gay.

Semenjak film koboi "Brokeback Mountain" meraih penghargaan sensasional Oscar di ajang Academy Award, eksistensi dan gerakan kaum sesama jenis kian terang-terangan.   Bahkan meluas ke seluruh  penjuru kawasan Dunia Barat.

Di Asia, gairah pengakuan kesetaraan ini mendapat angin segar di negara yang selama ini dikenal terbuka, Thailand dan atau Filiphines. Dari Love of Siam di bioskop merambat ke layar kaca dengan diterimanya oleh masyarakat setempat  seperti film serial televisi Love Sick, The Friday Club dan Room Alone dengan rating tinggi diluar dugaan.  

Merambat ke media berbagi video Youtube, serial serial itu ternyata jadi pembicaraan hangat di kalangan  anak muda kawasan Asia Tenggara. Terlihat dari komentar yang ditinggalkan dengan akun dan bahasa yang bisa diketahui asal negaranya. Artinya ada penerimaan atau respon yang baik juga.

Mengenai respon ini, yang membuat  saya terheran heran plus bingung  adalah... Ternyata penggemar serial tadi justru sekelompok cewek yang mengaku fans berat dari film - film bertema BL tersebut.

Itu terlihat di forum komentar, grup WA dan status Facebook yang saya temui. Membuat saya jadi ingin tahu apa yang mereka bicarakan hingga ikut menonton film yg mereka maksud via Youtube tadi.

Cewek -- cewek ini juga membuat saya khawatir sebab mereka  umumnya malah tergila - gila dengan kedua cowok pemeran utama cerita BL yang saling jatuh cinta.

Jujur, saya berkerut kening bercampur gelisah, kenapa juga ini cewek malah bahagia melihat dua cowok (cute pula) saling jatuh cinta? Tidak takut jatah cowok semakin berkurang?

Dan yang lebih mengkhawatirkan, image cowok tampan, berotot dan apalagi yang imut-imut, nantinya akan langsung diassosiasikan dengan gay atau semacamnya. Lalu yang tersisa hanya yang pas-pasan saja.

Lalu, kalau sudah terlanjur ganteng, apa yang bisa kita lakukan?