Jakarta highlight

Ketika Wakil Walikota Jakarta Timur Blusukan

9 Juli 2017   12:33 Diperbarui: 9 Juli 2017   12:42 125 1 0
Ketika Wakil Walikota Jakarta Timur Blusukan
Wakil Walikota Jakarta Timur berdiskusi dengan Cemat Cipayung, Lurah Ceger dan RW setempat. Mereka membahas drainase yang sering menjadi penyebab banjir di kawasan itu.| Dokumentasi pribadi

Ahad pagi (9/7) ini adalah berkah bagiku. Mungkin juga bagi warga di kawasan Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakata Timur. Ini bukan lantaran saya mendapat duit dari langit, uang dadakan, seperti yang diharapkan para pedagang, orang kantoran atau pengemis jalanan setiap hari. Berkah bagiku lantaran Wakil Walikota Jakarta Timur melakukan blusukan ke kampung Ceger.

Saya tak seperti kebanyakan orang berusaha untuk bersalaman dengan pejabat nomor dua di Jakarta Timur itu, karena mungkin berpenampilan lagi butut. Ngak pakai dasi atau baju batik seperti ketika meliput di Istana. Atau saat itu melakukan penyesuaian penampilan dengan anggota rombongan, berkostum kaos apik berseragam pembagian. Bisa jadi, karena itu, tak terpandang pula.

Menyusuri kawasan jalan tol, cek drainase| Dokumentasi pribadi
Menyusuri kawasan jalan tol, cek drainase| Dokumentasi pribadi

Masuk ke gang sempit|Dokumentasi pribadi
Masuk ke gang sempit|Dokumentasi pribadi

Ah, lagi pula, ngapain salam-salaman. Toh ia datang untuk bekerja. Sekarang kan kabinet kerja. Jadi, kerja penting bukan banyak salaman melulu meski itu masih terasa perlu pascalebaran tahun ini untuk memperkuat silaturahim.

Sang wakil walikota, yang oleh warga setempat dipanggil Bang Anwar, seperti membuat gebrakan. Ia berjalan cepat dan melihat langsung saluran air yang memang jauh hari kerap dikeluhkan warga setempat. Saluran air yang melintas ke kawasan jalan tol ruas Jogorawi, tepatnya antara kampung Rambutan dan Ceger, adalah sebagai biang kerok banjir.

Pada pagi itu, pasukan oranye terlihat sibuk. Saluran air di kawasan kediamanku diangkati lumpur yang mengendap lama. Ambulan pun disiapkan seperti takut ada bencana. Nggak tahu tuh untuk apa? Tapi siaga kan penting. Maklum lagi ada petinggi blusukan.

Sudah tentu sang walikota didampingi Ibu Camat Cipayung Iin mutmainah, Pak Lurah Ceger Nasir Sigar, Pak RW dan beberapa RT di kelurahan bersangkutan nampak hadir. Ibu walikota pun ngintil, terlihat berkeringat loncat sana loncat sini. Ia ikut suaminya masuk lorong gang sempit dan ke lain tempat yang tanahnya rada berbukit, lahan kosong bersemak-semak dan entah apa lagi. Sulit menggambarkan lingkungan yang tidak tertata seperti kawasan yang dibangun pengembang.

Menyusuri jalan bersemak-semak|Dokumentasi pribadi
Menyusuri jalan bersemak-semak|Dokumentasi pribadi

Para ibu tak ketinggalan repot. Ikut memasak, tentu yang enak-enak. Sebagian lagi mengecek jentik nyamuk di beberapa rumah. Pokoknya, apa yang bisa diperlihatkan kepada Pak Wakil Walikota yang mendatangi kawasan itu sebisa mungkin dipamerkan.

Pakaiannya mengenakan kaos berseragam. Maksudnya, agar terlihat kompak dan memiliki semangat gotong royong tinggi untuk kepentingan lingkungannya. Wah, pokoknya hebring!.

Ini yang datang baru wakil walikota, bagaimana jika ke depan nanti Pak Walikota atau Gubernur DKI Jakarta yang blusukan atau bertandang ke kawasan ini. Pasti lebih heboh!

Blusukan bagi Wakil Walikota Jakarta Timur M. Anwar, bukan hal baru pertama kali dilakukan. Sejak ia bekerja di Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1998, ia sudah sering ke lapangan. Sebelum menjabat Wakil Walikota Jakarta Timur, M. Anwar menjadi Wakil Bupati Kepulauan Seribu. Putera kelahiran Betawi asal Tanah Abang ini tentu sangat kenal watak orang Betawi dan karakteristik wilayahnya.

Pak Wakil Walikota juga menyempatkan diri melihat pengumpulan barang bekas|Dokumentasi pribadi
Pak Wakil Walikota juga menyempatkan diri melihat pengumpulan barang bekas|Dokumentasi pribadi

Karena itu, ketika melihat drainase atau saluran air yang jadi pokok soal banjir di lingkungan RW07 Kelurahan Ceger itu, ia berembug dengan instansi terkait. Hal ini di lakukan di situ juga. Para pemangku kepentingan terlibat: Jasa Marga, camat dan beberapa perwakilan lainnya. Meski saat itu libur, momentum itu juga dimanfaatkan untuk bermusyawarah dengan sejumlah warga.

Di tempat sederhana, kediaman Bapak Basri, disepakati sebagai tempat berdialog dengan warga. Tak disangka, dalam acara yang dipandu Ibu Camat Cipayung ini, Pak Wakil Walikota melontarkan pernyataan bahwa warga dapat saja melakukan demontrasi jika pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan warga terasa dihambat.

Saat Wakil Walikota Jakata Timur berdialog dengan warga setempat|Dokumentasi pribadi
Saat Wakil Walikota Jakata Timur berdialog dengan warga setempat|Dokumentasi pribadi

"Demo boleh, jika warga merasa tidak diurus. Kalau nggak diurus, wilayahnya tenggelam karena banjir. Jakarta Timur harus menjadi kota prestasi, bukan tauran," ia menegaskan.

Pernyataan ini pantas mendapat apresiasi. Dulu, demo adalah bagian kegiatan yang ditabukan. Tindakan yang masuk wilayah larangan, karena menimbulkan macet dan menurunkan pendapatan ekonomi warga. Sekarang, demo mendapat dukungan dari Pak Wakil Walikota. Upaya Pak Anwar patut dapat acungan jempol, apa lagi upaya membenahi wilayah banjir yang sering.

Warga tengah mendengarkan pencerahan dari Wakil Walikota|Dokumentasi pribadi
Warga tengah mendengarkan pencerahan dari Wakil Walikota|Dokumentasi pribadi
Dalam pertemuan dengan warga, ia mendapat masukan berbagai persoalan pembangunan infrastruktur. Sejumlah tempat masih perlu dibangunkan jalan dengan kontruksi beton, di tempat lain ia pun mendapat keluhan saluran air tak lancer. Termasuk pula pembangunan LRT -- di tempi jalan tol - yang berdampak pada konstruksi rumah warga terancam roboh.

Semua ini perlu tindak lanjut. Tentu saja harus disertai dukungan bukti. Ia berharap warga membuat laporan kepada pihaknya. Jangan lapor kepada kontraktor, lalu berkeluh kesah. Sebab, pemborong hanya bertugas membangun lantas setelah usai tinggal pergi. Jika laporan ke walikota, pasti ditindak lanjuti.

"Itulah fungsinya pemerintah ada," katanya.



Catatan: seluruh photo milik pribadi penulis.