HIGHLIGHT

Othok-othok Mainan Tradisional

22 Maret 2011 08:55:31 Dibaca :
Othok-othok Mainan Tradisional
-

Bebarapa saat yang lalu saya menyaksikan sebuah acara ‘tepi jaman’ pada sebuah tv swasta yang menampilkan permainan anak-anak yang namanya Othok-othok. Mengingatkan saya ketika masih kecil, saya suka membelinya dari pedagang mainan keliling yang kebetulan lewat di kampung saya, yang waktu itu (sekitar tahun 70an) harganya satu rupiah per-buah.

Dalam acara tersebut (22/03/11) menyajikan proses atau cara pembuatan dolanan tradisional tersebut. Mbah Karto Utomo  yang mempraktekan cara membuat mainan othok-othok. Ia mengatakan bahwa dolanan anak-anak Othok-Othok ini dibuat dari bahan bambu apus, kertas, paku, teres dengan menggunakan alat-alat seperti gunting, pisau, palu, kayu. Pembuatan othok-othok ini bisa diselesaikan dalam waktu lima menit.

Harga sebuah othok-othok saat ini hanya Rp.1.000,- (seribu rupiah) perbuah, masih sangat murah dan pasti dapat dijangkau oleh semua masyarakat . Mbah Karto Utomo tiap harinya bisa menghasilkan 1000 othok-othok. Wanita sepuh ini selain mahir membuat othok-othok, juga bisa membuat mainan anak-anak lainnya seperti titiran, manukan, layungan dan kembangan.

“Sudah sejak 30 tahun yang lalu saya membuat beberapa mainan anak-anak sebagai sumber mata pencarian,” kata warga yang Pandesopoan, Sewon Bantul ini.1300784063943894512

Pada masa sekarang ini membuat othok-othok memang agak sukar karena kesulitan  mencari bahan dan alatnya. Padahal mainan ini sebenarnya tidak kalah menarik dengan mainan-mainan anak modern.

Alhamdulillah Mbah Karto Utomo masih diberi umur panjang dan masih membuat mainan-mainan tersebut. Dan syukurnya Pemda dan masyarakat setempat sudah ikut melestarikannya.

Semoga saja semua permainan anak-anak tradisional ini selalu tetap ada dan tidak terdesak mainan modern. Amin YRA .

(EN)

Edy Priyatna

/edyp

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pekerja swasta dibidang teknik sipil, tinggal di daerah Depok, sangat suka menulis...apalagi kalau banyak waktunya, lahir di Jakarta (1960), suka sekali memberikan komentar, suka jalan-jalan....jalan kaki lho, naik gunung, berlayar....dan suka sekali belajar
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?