HIGHLIGHT

Memahami Makna dari Kepo

18 Juli 2012 05:27:15 Dibaca :

Kalau boleh jujur aku baru ingin tahu kata-kata ini sejak kenal dan berpacaran sama Rinirusli,walaupun sebelumnya aku pernah dengar kata ini tapi cuek bebek aja ga mau tau dan juga tak ingin cari tau.cuma kalau orang ngomongin ini aku hanya ngangguk-ngangguk (biar dikira faham :p), padahal mah aku ga ngerti sama sekali he..he..he..



Kenapa sejak kenal Rini rusli aku ingin tahu definisi kata ini ? karena ketika aku melihat handphone-nya dia pasti  akan bilang "ihh kepo deh kamu..", Oopss aku denger lagi kata ini, tapi kali ini aku ga ingin sok-sok faham karena aku penasaran sekali dengan kata ini dan jika bertanya kepadanya pun ga akan sungkan karena dia khan pacar aku ho..ho..ho :p.


Lalu dia bilang kepo itu sama dengan Stalker yaitu : "sok mau tau urusan orang". Oh jadi itu loh maksudnya kepo :d, oke-oke..kali ini aku mengangguk faham makna arti kata tersebut. Ga gaul banget ya gw?atau memang gw kuper?ga juga ah ...(itu menurut aku loh ya...),bagiku terlalu banyak kata-kata aneh jaman sekarang toh, kalau pun di hafalin terlalu banyak ntah itu kata dari serapan asing atau kata yang terinspirasi spionase yaitu bahasa Kode.



Dari mana difinisi kata KEPO ? Iseng-iseng sambil bekerja dikantor aku coba searching di mbah google tentang difinisi dan makna kata tersebut dan ternyata banyak sekali makna arti kata tersebut, Contohnya adalah :



1. Berasal dari Bahasa Hokkian
Ke : Bertanya. Po (Apo) : Nenek-Nenek. Jadi maksudnya adalah nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau  banget gitu deh.. Contoh dalam percakapan Adalah seperti ini :

A : km lagi dimana? ngapain? sama siapa?
B : kepo banget sihh...


2. Kepo itu singkatan dari kira-kira Knowing Every Particular Object. Artinya ya sama maknanya kayak mau tau aja. Contoh dalam percakapan adalah seperti ini :




A : *BBM-an sama selingkuhan
B : *ngelirik Oi bbm siape lu?
A : Dih siapa lu? Kepo bet sih.


3. Kata kepo berasal dari dua kata bahasa inggris menunjukkan "Care Full" artinya "Peduli banget". Kata 'Care Full' ini mengalami transformasi.


Care Full -> Ker Pol -> Kepo. Contoh dalam percakapan adalah seperti ini :




Rini : Ica kmu sakit ya? aku bawain buah-buahan ya kerumah kamu. :)
Ica : Ihh makasih ya! kamu udah kepo sama aku..


Mungkin cukup 3 itu saja yang bisa aku jabarkan dari pencarian di search engine google walaupun masih banyak lagi tapi bagi aku mungkin 3 ini masuk dalam nalar logika,dan masuk akal.



Siapa aja bisa menjadi subjek dan objek dalam kepo. Dan tidak mungkin orang ga kepo karena kepo itu adalah rasa keingin tahuan seseorang tentang sesuatu entah itu lewat bertanya atau dengan cara mencari tau sendiri.Apalagi dengan banyak media sekarang sehingga orang bisa mengakses keingin tahu-an tersebut.


Lalu objek-nya sendiri adalah bisa jadi pacar ,isteri atau suami kita atau orang-orang terkenal,dan mayoritas orang yang menjadi objek kepo adalah orang yang pernah/sedang disuka.



Menurut aku Intensitas terjadinya kepo bergantung kepada kesibukan seseorang itu sendiri. Bila seseorang sangat sibuk, maka ia tidak akan sempat mengepo. Namun, bila ia punya banyak waktu senggang dan tidak dapat menggunakan waktunya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat selain buka social media dan browsing internet, maka hampir dapat dipastikan ia akan sering kepo. Kepo juga sering terjadi kepada orang yang konsentrasinya gampang beralih kalau sudah malam, contohnya saya, malam ini awalnya saya berniat ingin serius memperbaiki komputer, cuma karena terdistraksi oleh menariknya timeline twitter di BB-ku maka aku malah membuka twitter dan akhirnya sibuk mengepo beberapa orang. Dan ini sering kali terjadi.



Apalagi aku dimana latar belakang aku adalah IT dan pekerjaan aku pun masih berhubungan dengan IT tidak sulit bagi aku untuk mengkepoin seseorang. Dari memasang keylogger di laptop/gadget  hingga mencoba membuka akun password seseorang. Dan itu semua aku lakukan kalau sudah ingin tau banget.walaupun terkesan negatif kepo itu ada manfaatnya loh, dengan mengepo kita jadi bisa kreatif dan memiliki kemampuan lebih dalam menarik kesimpulan. tanpa kita sadari, kepo itu membuat kita setidaknya lebih pintar dan cerdas secara emosi, karena kita dituntut untuk mengamati kehidupan seseorang dari berbagai aspek kehidupannya (berupa akun socmed nya), dan setelahnya mengambil kesimpulan akan apa yang terjadi padanya. Aku merasakan betul manfaat ini.



Misalnya adalah aku jadi banyak tau tentang pasangan aku tanpa dia harus bercerita langsung kepada aku, tapi kita juga mesti berbesar hati kalau ada sesuatu dari yang kita kepoin tersebut ga seperti yang kita inginkan karena segala sesuatu pasti ada resikonya,bukan?.Kita jadi tau apa kesenangan dia dan apa2 yang tidak dia suka.karena kadang masa berpacaran selalu menunjukan hal-hal yang baik saja.dan menyembunyikan hal-hal yang buruk. Bukan berarti kita tidak percaya dengan dia tapi itu adalah wujud perhatian kita kepada pasangan tersebut. Tapi pada intinya kalau ingin kepo kita wajib bijaksana dan berbesar hati.



Ada manfaat ada pula loh kerugiannya, salah satunya adalah karena kepo telah terbukti dapat membuat seseorang menjadi galau, apalagi bila si objek kepo adalah orang yang kita suka. Sebenarnya, kegalauan lumrah terjadi setelah kita mengepo. Apalagi tentang masa lalu dia dengan orang yang pernah dekat dia, seseorang seharusnya dapat menghindari kegalauan akibat kepo bila dapat menyikapi hasil ke-kepo-an dengan bijaksana. Seperti contoh, bersikap tenang sehabis melihat History chat sang pacar dengan mantannya yang terlihat sangat bahagia atau ketika membaca postingan blog mantan tentang orang yang disukai. atau ketika melihat twit pacar yang dulu-dulu atau ketika melihat foto gebetan yang mesra bener sama teman kantornya atau mantannya(geela pengalaman saya semua ini sodara sodari!). Ada sebuah perasaan yang pasti berkecamuk dalam diri setiap orang yang mengepo saat melihat laman sosial media si objek kepo. Perasaan ini susah didefinisikan, karena biasanya merupakan gabungan antara kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, dan penyesalan. Semua perasaan ini biasanya berujung kepada kegalauan yang berakhir dengan flooding timeline di twitter atau status facebook.


Jadi kesimpulannya, kepo memiliki efek positif dan efek negatif, walaupun hanya sekedar iseng-iseng saja. Jangan terlalu sering membuang waktu berkepo ria karena walau bagaimanapun kepo tidak penting dan masih banyak hal lain yang lebih penting untuk dilakukan dan memberikan manfaat untuk kita. Silahkan kepo asal jangan terlalu berlebihan, apalagi sampe menggalau terus guling-gulingan diaspal .


Dzayyadie Saeran

/dzayyadie

TERVERIFIKASI (HIJAU)

an indonesian ordinary
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?