Teganya Teman Menipuku

27 September 2012 02:03:00 Dibaca :

Masalah penipuan sepertinya tak pernah berhenti mengelilingi kehidupan seorang manusia. Yang jelas bentuk penipuan apapun akan merugikan korbannya. Apalagi yang menipu adalah teman sendiri. Teman yang sudah dianggap seperti keluarga, seharusnya menjaga kepercayaan yang dilimpahkan kepadanya, tapi malah kebalikannya.



Dengan wajah sedih dan tutur kata yang lemas, seorang kenalanku bercerita bahwa mobilnya dibawa kabur dan digadaikan kepada orang lain dengan memperoleh uang sebesar Rp.15 juta. Ina (nama samaran) dan suami percaya sepenuhnya pada teman sendiri yang katanya meminjam mobil hanya sebentar buat belanja keperluan rumah tangganya. Tapi hari demi hari, kok temannya nggak mampir-mampir. Mobil yang dipinjam nggak kunjung dikembalikan. Udah seminggu sudah batang hidung temannya tidak nampak. Siapa sich yang nggak kecewa dan sedih ?. Ina dan suaminya sadar, mereka telah tertipu.



Waktu sore harinya, anak dari Ina melihat mobilnya dikendarai oleh orang lain. Lalu Ina dan suami langsung kerumah temannya guna mengkomfirmasi. Rupanya teman suami Ina nggak ada dirumah, yang ada hanya istri dan anaknya. Istrinyapun kaget karena suaminya telah membawa kabur mobil Ina. “Ngakunya sich udah dikembalikannya” kata istri temannya.



Menurut pengakuan orang yang mengendarai mobil Ina, mobil ini digadaikan udah seminggu yang lalu. Pantas saja temannya nggak muncul-muncul. Biasa dalam satu minggu ada dua kali temannya datang kerumah hanya sekedar silaturahim. Ina dan suami melayaninya seperti keluarga sendiri. Ina nggak menyangka air susu dibalas dengan air tuba. Kebaikan dibalas dengan kejahatan. “Benar-benar jahat !” lirih Ina sedih.



Istri temannya yang berprofesi sebagai bidan rumah sakit itu berjanji akan mengembalikan mobil Ina dalam waktu dekat. Dia akan menebus uang gadaian dari suaminya. Kasihan seorang istri yang begini, udah punya suami pengangguran, malah mengorbankan kasih dan kesetiaannya. Berapa kali istrinya memberikan modal untuk usaha namun hasil nihil, nggak ada yang berbekas. Nggak satupun berhasil.



Orang yang menipu ini akan mendapat balasan yang setimpal atas perbuatannya, yang jelas masyarakat tidak mempercayainya lagi, orang akan membencinya, Allah sangat murka padanya. Sungguh merugilah orang yang tidak dapat mengemban kepercayaan yang diberikan dengan baik. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda,” sesiapa yang menipu kami, maka ia bukanlah dari kalangan kami”.



Adapun faktor yang menyebabkan seseorang menipu karena disebabkan faktor gaya hidup dan faktor gaya keuangan(kutipan). Jelas faktor keduanya ini berpengaruh penting untuk merubah orang berbuat jahat. Gaya hidup yang biasanya glamour dan hura-hura, menghalalkan segala cara tanpa memikirkan sebab akibat prilakunya. Begitu juga dengan faktor keuangan, biasanya kerja sekarang jadi pengangguran, keuangan semakin terjepit dan menipis, membuat orang mencari kerja yang tidak halal bahkan tega menipu teman sendiri. Sungguh perbuatan yang tidak terpuji.



Teman adalah tempat kita berbagi cerita, dan sama-sama menjaga silaturahim. Hendaknya dapat menjaga kepercayaan yang diemban. Bukan menyakiti teman sendiri. Padahal Ina dan suaminya hanya mempunyai usaha rental mobil untuk menghidupi keluarga kecilnya. Yang beberapa hari terakhir ini, keuangannya terhenti, dan uang sekolah anaknya nunggak. Semua gara-gara temannya yang berkhianat.



Walaupun teman, jangan percaya sepenuhnya, karena akan menjadi kecewa. Teman seiya sekata dalam keadaan senang mudah dicari. Sebaliknya teman dalam susah dan duka sulit dicari, walaupun ada hanya satu berbanding seribu.

Wiwit SHM

/dwiwit

Menjadi Istri dan Ibu yang terbaik buat keluargaku tercinta. Silahkan follow blog saya http://www.blogger.com/wiwitsuhaimi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?