PILIHAN HEADLINE

I'tikaf Mandiri di Masjidil Haram dan Tips Sehat

17 Juni 2017 14:07:21 Diperbarui: 18 Juni 2017 04:55:37 Dibaca : 514 Komentar : 0 Nilai : 2 Durasi Baca :
I'tikaf Mandiri di Masjidil Haram dan Tips Sehat
Umat Islam memenuhi Masjidil Haram, menghadap bangunan suci Kakbah di Mekkah, Arab Saudi, bagian dari kegiatan haji, 10 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan.(AP PHOTO / AMR NABIL)

Beberapa hari yang lalu, ada pasien saya minta persediaan obat untuk i'tikaf di Masjidil Haram. 

Saya tanya, "Dengan rombongan travel apa, Pak?" 

"Sendiri, Dok," jawabnya. 

"Bagaimana caranya?" 

"Saya beli tiket sendiri Jakarta-Riyadh pulang-pergi dan mengurus visa umrah melalui travel. Sampai Saudi langsung menuju Mekah, titip tas dulu ke tempat teman dan langsung masuk Masjidil Haram selama 10 hari sampai Sholat Ied."

 Memang sebenarnya di sekitar Masjidil Haram juga ada tempat penitipan barang. Jadi, walau tidak punya teman di Mekah, kita bisa menitip barang di sekitar Masjidil Haram. Dan ternyata untuk saudara-saudara kita yang melakukan umrah mandiri, ada istilah yang digunakan yaitu, umrah backpacker.

Saya kemudian bertanya lagi bagaimana dengan sahur dan buka. "Sahur dan buka pasti terjamin di Masjidil Haram. Begitu juga untuk mandi," imbuhnya. Saya sendiri belum pernah merasakan puasa Ramadan di Masjidil Haram, tetapi memang mendengar kabar dari teman-teman bahwa makan dan minum saat buka dan sahur memang tersedia di dalam masjid. Selain itu, pengalaman saya selama ini, di pinggir Masjidil Haram banyak kios makanan dan minuman.

Bapak ini juga bertanya seputar tips agar tetap sehat selama umrah. Memang sudah disebutkan di atas bahwa selama i'tikaf sudah tersedia makan dan minuman selama sahur dan berbuka. Saya mengingatkan si Bapak untuk menghindari minuman dingin. Selain itu, banyak mengosumsi buah-buahan yang tersedia. Buah kurma pasti tersedia dengan jumlah banyak. Kurma sendiri mengandung nutrisi yang lengkap, mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak jenuh, mengandung vitamin, mineral, dan anti oksidan. Jadi, kurma bisa menjadi salah satu sumber makanan yang baik. Makanan berbuka puasa yang dianjurkan juga kurma karena tentu kandungan lemak yang lengkap. Saya juga menganjurkan untuk mengonsumsi suplemen dengan kandungan gizi yang lengkap. Saya juga mengingatkan waktu istirahat di sela-sela waktu ibadah.

Kurma buah dengan gizi lengkap (Dokumentasi Pribadi)
Kurma buah dengan gizi lengkap (Dokumentasi Pribadi)
Pasien saya ini akan berada penuh selama 10 hari di dalam Masjidil Haram untuk i'tikaf sehingga tetap harus menjaga staminanya selama berada di Masjidil Haram. Segera setelah selesai sholat Ied, langsung ke airport kembali ke Jakarta sehingga tetap perlu menjaga kesehatan untuk kembali ke Tanah Air.

Akhir konsultasi, terkait saran-saran sehat dari saya. Saya juga penasaran dan bertanya berapa kira-kira biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan i'tikaf ini. Jauh lebih murah dibandingkan kalau kita ikut dengan travel. Karena modalnya hanya tiket pergi-pulang Jakarta-Riyadh, bisa dipesan dan dibeli dari travel online yang memungkinkan kita memilih dengan tiket murah. Selain tiket, biaya yang lain yang harus dikeluarkan yaitu untuk visa Umrah. Setelah dihitung-hitung, memang ternyata lebih murah dengan cara mandiri ini. Tetapi tentu hanya untuk kepentingan umrah dan i'tikaf. Kalau memang harus menginap di hotel agak repot juga ya mengurusnya kalau mengurus sendiri dan mungkin malah bisa mahal.  

Cerita ini saya coba share di laman Facebook ternyata banyak dari "friend" saya yang belum tahu bahwa mereka bisa i'tikaf mandiri di Masjidil Haram.

Terakhir pasien tersebut bertanya kepada saya, "Dokter mau didoain apa?"

"Doain saja saya selalu sehat sehingga terus bisa membantu saudara-saudara kita yang mau ibadah seperti Anda," jawab saya.

"Ya, Dok. Insha Allah," jawabnya.

Alhamdulillah, tambah lagi pengetahuan saya mengenai pengalaman pasien tentang ceritanya melakukan i'tikaf mandiri di Masjidil Haram...#salamsehat.

Dr. Ari F Syam

Dr.Ari F Syam

/doktorari

-Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM (@DokterAri)
-Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) JAYA

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana