Coretan Embun
www.kompasiana.com/dewirahadyan
TERVERIFIKASI
| Tulisan | : | 208 artikel |
| Komentar | : | 1739 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
Aku berlari sekencang kencangnya… Menghindari sepasang makhluk yang siap menelan jantungku Aku terjatuh, terseok-seok terjerembab dalam lumpur sedot Makhluk makhluk itu mendekat, menyerigai… Salah satu dari mereka meraih tanganku ...
Aku berlari sekencang kencangnya… Menghindari sepasang makhluk yang siap menelan jantungku Aku terjatuh, terseok-seok terjerembab dalam lumpur sedot Makhluk makhluk itu mendekat, menyerigai… Salah satu dari mereka meraih tanganku ...
Namaku Nurul karyawan sebuah perusahaan Advertising. Pekerjaan ku adalah sebagai seorang receptionist. Di kantor ini ada boss muda bernama pak Glen berumur 30 tahun. Berpostur ...
((( ringer )))………..*miss call Mia melirik ponsel-nya. Dharma. Laki-laki itu kembali menelpon-nya. Diraihnya gadget itu lalu dipandanginya terus. ((( ringer )))……….*miss call Satu menit.. ((( ringer )))……….*miss call Satu menit. ((( ...
Tadi pagi sekitar jam 10 pagi, saya pergi ke minimarket di ruko deket rumah. Saya pergi dengan ke dua anak saya naik motor. Setelah selesai ...
Seorang laki-laki terlihat sedang berdiri di samping pohon mangga pada halaman rumah mungil yang asri itu. Ia rupanya sedang mengamati keadaan sekeliling rumah tersebut. Raut ...
Ditulis oleh : Coretan Embun Sore yang dingin di suatu taman kota Grozny, Chechnya. Aku sedang menunggu seseorang di taman ini. Seorang laki-laki yang berasal dari ...
Cianjur Jawa Barat pukul 01.15 WIB Sebuah mobil sedan memasuki pekarangan rumah rehabilitasi. Seorang anak muda berumur sekitar belasan tahun terlihat sedang dipapah oleh dua orang ...
Pagi yang cerah…. Sinar matahari mulai menyeruak walaupun tidak menyengat. Sri berniat menjemur kasur yang basah karena genting rumahnya bocor akibat hujan deras semalam. Walaupun mungkin ...
Ditulis oleh Coretan Embun ¤•¤ Kupungut serpihan hati hangus yang tercecer Pada suatu pagi dalam kesegaran nafas embun bergulir Kupungut satu persatu meski tak lagi utuh tersesap tanah Harusnya hati ...