persepsi sehat dan sakit

20 Agustus 2011 17:25:20 Dibaca :





Kesehatan adalah sesuatu yang sudah biasa, hanya dipikirkan bila sakit atau ketika gangguan kesehatan mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang. Sehat berarti kekuatan dan ketahanan, mempunyai daya tahan terhadap penyakit, mengalahkan stres dan kelesuan. menurut UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, “kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun social yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social dan ekonomi” ( dikutip dari UU Kesehatan No. 36 tahun 2009, 2009: 4).


Konsep sehat dan sakit dalam pandangan orang dipersepsikan secara berbeda. Persepsi merupakan sesuatu hal yang bersifat subjektif. Persepsi seseorang dipengaruhi oleh faktor pengalaman, proses belajar dan pengetahuannya. Persepsi sehat dan sakit adalah relatif antara satu individu dengan individu lain, antara kelompok masyarakat dan antara budaya satu dengan budaya yang lain. Karenanya konsep sehat dan sakit bervariasi menurut umur, jenis kelamin, level sakit, tingkat mobilitas dan interaksi sosial.


Beberapa karakteristik yang dapat mempengaruhi persepsi sehat dan sakit, penyakit (disease) adalah gangguan fungsi fisiologis dari suatu organisme sebagai akibat dari infeksi atau tekanan dari lingkungan. Hal ini berarti bahwa penyakit adalah fenomena objektif yang ditandai oleh perubahan fungsi-fungsi tubuh sebagai organisme, yang dapat diukur melalui tes laboratorium dan pengamatan secara langsung. Sedangkan sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit. Sakit menunjukkan dimensi fisiologis yang subjektif atau perasaan yang terbatas yang lebih menyangkut orang yang merasakannya, yang ditandai dengan perasaan tidak enak (unfeeling well) lemah (weakness), pusing(dizziness), merasa kaku dan mati rasa (numbness). Mungkin saja dengan pemeriksaan medis seseorang terserang suatu penyakit dan salah satu organ tubuhnya terganggu fungsinya, namun dia tidak merasa sakit dan tetap menjalankan aktivitas sehari-harinya. Senada dengan penjelasan tersebut, Sarwono ( dikutip oleh Yunindyawati, 2004:15) mendefenisikan bahwa sakit merupakan kondisi yang tidak menyenangkan mengganggu aktifitas jasmani dan rohani sehingga seseorang tidak bisa menjalankan fungsi dan perannya sebagaimana mestinya dalam masyarakat. Sickness menunjuk kepada suatu dimensi sosial yakni kemampuan untuk menunaikan kewajiban terhadap kehidupan kelompok. Selama seseorang masih bisa menjalankan kewajiban-kewajiban sosialnya, bekerja sebagaimana mestinya maka masyarakat tidak menganggapnya sakit.


Selain faktor sosial budaya, persepsi sehat dan sakit juga dipengaruhi oleh pengalaman masa masa lalu seseorang, seperi yang diungkapkan oleh Yunindyawati (2004:15)


Persepsi tentang sehat-sakit juga dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu, disamping unsur sosial budaya. Pengalaman masa lalu menjadi acuan (referensi) persepsi individu tentang kondisi sehat dan sakit. Seorang individu menggunakan pengalaman sebagai patokan untuk berperilaku dan merupakan sumber dari tujuan dan nilai-nilai pribadinya.


Oleh karena persepsi sehat dan sakit lebih bersifat konsep budaya (cultural concept) , maka petugas kesehatan dalam hal ini harus bisa melakukan pendekatan dan menyelidiki persepsi sehat dan sakit masyarakat yang dilayaninya, mencoba mengerti mengapa persepsi tersebut sampai berkembang dan setelah itu mengusahakan mengubah konsep tersebut agar mendekati konsep yang lebih ojektif. Dengan cara ini pelayanan dan sarana kesehatan dapat lebih ditingkatkan jangkauannya sehingga dicapailah derajat kesehatan yang optimal.







referensi


Alam Fajar, Nur. 2010. Modul Dasar-Dasar Pendidikan dan Promosi Kesehatan. Indralaya :FKM Unsri.


Notoatmodjo, soekidjo.1989. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.


Yunindyawati.2004. Modul Mata Kuliah Sosiologi Kesehatan. Inderalaya: FISIP Unsri.

Desrina Sitompul

/desrina

TERVERIFIKASI (HIJAU)

i am just an ordinary girl with an extraordinary dreams
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?