Mengapa "Kartini"?

21 April 2012 02:35:02 Dibaca :

dokumentasi twit dari akun @dgrusle sebagai balancing dan obat anti lupa buat rekan - rekan pembaca



@dgrusle Jadilah Perempuan Indonesia, bukan sekadar menjadi "Kartini".



@dgrusle Kartini memang "harum" namanya, trlebih krn bantuan Abendanon, sahabat penanya. Tp dia tak mesti jd putri sejati Indonesia, msh byk yg lain



@dgrusle Hingga hari ini tak pernah ditemukan surat2 asli #Kartini yg diterbitkan itu. Hanya dokumen salinan yg diolah oleh JH Abendanon



@dgrusle Beberapa riset ttg dokumen asli surat #Kartini selalu membentur tembok gelap. Bahkan, hidup JH Abendanon sendiri tak kalah misterius



@dgrusle #Kartini, pd kenyataannya, juga bersedia dijadikan istri keempat Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat



@dgrusle Menjadi istri keempat, yg berarti membiarkan poligami, sejalan dgn semangat emansipasi dan feminisme sebagaimana stigma pd #Kartini ?



@dgrusle Semasa hidupnya, #Kartini sangat akrab dengan kalangan Belanda, bahkan ia lbh dianggap sbg “orang Belanda” ketimbang pribumi



@dgrusle Jk rujukannya kpeloporan pendidikan,#Kartini bukanlah orangnya. Meski merintis pnddkn perempuan priyayi,takpernah mendirikan sekolah formal



@dgrusle Dewi Sartika tokoh perempuan Sunda asal Bandung, Jawa Barat merintis pendidikan perempuan sejak 1902, lebih dulu ketimbang #Kartini



@dgrusle Siti Aisyah We Tenri Olle perempuan Bugis penguasa Tanete mendirikan sekolah rakyat yg lebih dahulu 1890an daripada #Kartini dan Sartika



@dgrusle Siti Aisyah We Tenri Olle perempuan Bugis penguasa Tanete mendirikan sekolah rakyat yg lebih dahulu 1890an drpada #Kartini dan Sartika



@dgrusle Pada 1890-an, We Tenri Olle mendirikan sekolah rakyat yg tak bedakan jenis kelamin, status sosial di Tanete. Siapapun dapat bersekolah



@dgrusle Tulisan saya "menggugat kepeloporan #Kartini ada di @Lenteratimurcom link http://t.co/13Yc3cr4



@dgrusle Tenriolle jg trcatat sbg penerjemah la galigo brsama ibundanya: colliqpujie RT @PuangDaeng menerjemahkan dan menyalin La Galigo.

@dgrusle Iya, tp hanya soal politik. Ibunya tak setuju dia jd ratu Tanete, lbh pilih abangnya RT @PuangDaeng: Tapi ia sempat bersitegang dgn ibunya?

@dgrusle RT @PuangDaeng: dari Sulawesi kita punya We Tenri Olle (pendidikan), Opu Daeng Risaju (berjuang dlm sistem), Emmy Saelan (angkat senjata)

@dgrusle Tulisanku: We TenriOlle,Ratu Cendekia Tanete, yg namanya "senyap" di lintas sejarah, link: http://t.co/v9v0KmbG @Lenteratimurcom



@dgrusle Bukan, masalah politik etis Belanda, dia jd bukti kbrhasilan "penjajahan" :( RT @arnellism: Jadi kenapa Kartini? Masalah jawasentris ya?



@dgrusle #Kartini mnjadi ikon kampanye keberhasilan politik etis Belanda di Indonesia. Sambil Menjajah jg mencerdaskan jajahannya :(



@dgrusle #Kartini mmg representasi jawa yg di-cerdaskan oleh Belanda, tp saya pikir bukan cuman soal jawa nya. Tp ini soal ikon kampanye penjajahan



@dgrusle #Kartini mungkin seorang pahlawan, tp dia tak se-sejati yg dibanggakan orang. Lebih baik jadi perempuan Indonesia lbh dr sekadar #Kartini



@dgrusle Jadilah Perempuan Indonesia yg selalu #melawanLupa, bukan sekadar menjadi "#Kartini"



@dgrusle Perempuan di luar pulau Jawa jauh lebih dulu merdeka dan cerdas ketimbang #Kartini. Jadi kenapa? :p



@dgrusle Saya tak begitu mndukung bahwa #Kartini diagungkan krn jawanya. Tp karena dia ikon kampanye keberhasilan politik etis Belanda!

Ahsin Arif

/daenggassing

all about Gography : mnemikirkan apa yang telah TUHAN hamparkan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?