Mengapa "Kartini"?

21 April 2012 02:35:02 Diperbarui: 25 Juni 2015 06:20:45 Dibaca : Komentar : Nilai :

dokumentasi twit dari akun @dgrusle sebagai balancing dan obat anti lupa buat rekan - rekan pembaca



@dgrusle Jadilah Perempuan Indonesia, bukan sekadar menjadi "Kartini".



@dgrusle Kartini memang "harum" namanya, trlebih krn bantuan Abendanon, sahabat penanya. Tp dia tak mesti jd putri sejati Indonesia, msh byk yg lain



@dgrusle Hingga hari ini tak pernah ditemukan surat2 asli #Kartini yg diterbitkan itu. Hanya dokumen salinan yg diolah oleh JH Abendanon



@dgrusle Beberapa riset ttg dokumen asli surat #Kartini selalu membentur tembok gelap. Bahkan, hidup JH Abendanon sendiri tak kalah misterius



@dgrusle #Kartini, pd kenyataannya, juga bersedia dijadikan istri keempat Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat



@dgrusle Menjadi istri keempat, yg berarti membiarkan poligami, sejalan dgn semangat emansipasi dan feminisme sebagaimana stigma pd #Kartini ?



@dgrusle Semasa hidupnya, #Kartini sangat akrab dengan kalangan Belanda, bahkan ia lbh dianggap sbg “orang Belanda” ketimbang pribumi



@dgrusle Jk rujukannya kpeloporan pendidikan,#Kartini bukanlah orangnya. Meski merintis pnddkn perempuan priyayi,takpernah mendirikan sekolah formal



@dgrusle Dewi Sartika tokoh perempuan Sunda asal Bandung, Jawa Barat merintis pendidikan perempuan sejak 1902, lebih dulu ketimbang #Kartini



@dgrusle Siti Aisyah We Tenri Olle perempuan Bugis penguasa Tanete mendirikan sekolah rakyat yg lebih dahulu 1890an daripada #Kartini dan Sartika



@dgrusle Siti Aisyah We Tenri Olle perempuan Bugis penguasa Tanete mendirikan sekolah rakyat yg lebih dahulu 1890an drpada #Kartini dan Sartika



@dgrusle Pada 1890-an, We Tenri Olle mendirikan sekolah rakyat yg tak bedakan jenis kelamin, status sosial di Tanete. Siapapun dapat bersekolah



@dgrusle Tulisan saya "menggugat kepeloporan #Kartini ada di @Lenteratimurcom link http://t.co/13Yc3cr4



@dgrusle Tenriolle jg trcatat sbg penerjemah la galigo brsama ibundanya: colliqpujie RT @PuangDaeng menerjemahkan dan menyalin La Galigo.

@dgrusle Iya, tp hanya soal politik. Ibunya tak setuju dia jd ratu Tanete, lbh pilih abangnya RT @PuangDaeng: Tapi ia sempat bersitegang dgn ibunya?

@dgrusle RT @PuangDaeng: dari Sulawesi kita punya We Tenri Olle (pendidikan), Opu Daeng Risaju (berjuang dlm sistem), Emmy Saelan (angkat senjata)

@dgrusle Tulisanku: We TenriOlle,Ratu Cendekia Tanete, yg namanya "senyap" di lintas sejarah, link: http://t.co/v9v0KmbG @Lenteratimurcom



@dgrusle Bukan, masalah politik etis Belanda, dia jd bukti kbrhasilan "penjajahan" :( RT @arnellism: Jadi kenapa Kartini? Masalah jawasentris ya?



@dgrusle #Kartini mnjadi ikon kampanye keberhasilan politik etis Belanda di Indonesia. Sambil Menjajah jg mencerdaskan jajahannya :(



@dgrusle #Kartini mmg representasi jawa yg di-cerdaskan oleh Belanda, tp saya pikir bukan cuman soal jawa nya. Tp ini soal ikon kampanye penjajahan



@dgrusle #Kartini mungkin seorang pahlawan, tp dia tak se-sejati yg dibanggakan orang. Lebih baik jadi perempuan Indonesia lbh dr sekadar #Kartini



@dgrusle Jadilah Perempuan Indonesia yg selalu #melawanLupa, bukan sekadar menjadi "#Kartini"



@dgrusle Perempuan di luar pulau Jawa jauh lebih dulu merdeka dan cerdas ketimbang #Kartini. Jadi kenapa? :p



@dgrusle Saya tak begitu mndukung bahwa #Kartini diagungkan krn jawanya. Tp karena dia ikon kampanye keberhasilan politik etis Belanda!

Ahsin Arif

/daenggassing

all about Gography : mnemikirkan apa yang telah TUHAN hamparkan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article