PILIHAN HEADLINE

Tingkatkan Layanan Wisata, Tanjungpinang Bangun Pusat Informasi Berbentuk Gonggong

18 Mei 2017 14:29:43 Diperbarui: 18 Mei 2017 18:19:56 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Tingkatkan Layanan Wisata, Tanjungpinang Bangun Pusat Informasi Berbentuk Gonggong
Gedung Gonggong di Tanjungpinang, Kepri. | Dokumentasi Pribadi

Gedung berwarna kuning-putih itu terlihat cukup menyita perhatian setiap pendatang yang baru pertama kali menginjakan kaki di Pelabuhan Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Selain berukuran cukup besar, bangunan tersebut juga terlihat unik. Bentuknya seperti keong yang melingkar.

Namun ternyata itu bukan keong. Itu adalah bangunan yang menyerupai seafood khas di wilayah Kepulauan Riau, gonggong. Bentuk gonggong dan tutut (keong) memang mirip. Hanya saja cangkang gonggong biasanya berwarna putih bersih, ukurannya juga lebih besar dan lonjong.

Bagian dalam Gedung Gonggong. | Dokumentasi Pribadi
Bagian dalam Gedung Gonggong. | Dokumentasi Pribadi
Sementara dagingnya lebih gurih dan grenyel-grenyel. Pada ujung daging ada lengkungan tajam yang tak bisa dimakan. Biasanya digunakan untuk lebih memudahkan mencabut gonggong keluar dari cangkang –meski terkadang kita membutuhkan bantuan tusuk gigi juga untuk mencongkel daging gonggong tersebut.

Saya cukup terpaku menatap gedung itu. Sebenarnya Senin (15/5) bukan kali pertama ke Tanjungpinang, saya sudah beberapa kali ke kota tersebut, hanya saja dulu bangunan tersebut belum ada. Gedung Gonggong Laman Boenda memang baru diresmikan Oktober 2016 lalu oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

Deretan informasi di Gedung Gonggong. | Dokumentasi Pribadi
Deretan informasi di Gedung Gonggong. | Dokumentasi Pribadi

Akan Dijadikan Seperti Opera House Sidney
Gedung Gonggong difungsikan sebagai Tourism Information Center (TIC). Siapa saja dapat berkunjung ke gedung yang berjarak hanya beberapa meter dari pelabuhan tersebut. Meski secara resmi hanya beroperasi Senin sampai Minggu dari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB, tetapi pada kenyataannya gedung tersebut dapat beroperasi hingga pukul 20:00 WIB –disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Gedung itu memang selalu ramai dikunjungi pengunjung yang sekedar duduk-duduk atau berswafoto. Ada juga yang memang sengaja mencari informasi mengenai objek-objek wisata di Tanjungpinang. Pengunjung tak hanya ramai saat hari libur atau akhir pekan, tapi juga pada hari kerja. Saat peserta Famtrip Pemerintah Kota Tanjungpinang –bloger, wartawan, dan travel agent dari Indonesia, Malaysia dan Singapura, berkunjung, Selasa (16/5), setidaknya ada dua rombongan lain yang menghabiskan waktu di sekitar gedung tersebut. Mereka berfoto dengan latar belakang gedung, maupun laut yang membentang.

Deretan oleh-oleh yang terlihat masih seadanya. |Dokumentasi Pribadi
Deretan oleh-oleh yang terlihat masih seadanya. |Dokumentasi Pribadi

Gedung tersebut memang nyaman untuk dikunjungi. Angin laut yang bertiup sepoi membuat siapapun betah berlama-lama menghabiskan waktu di tempat tersebut. Belum lagi ruangan gedung yang didesign sangat baik dan tertata. Ada deretan kursi dan sofa yang dilengkapi televisi lumayan besar. Melalui televisi tersebut ditayangkan beragam informasi mengenai Tanjungpinang, baik tempat-tempat wisata maupun informasi secara umum.

Sementara bagian depan ditampilkan beragam oleh-oleh berupa kerajinan khas Tanjungpinang, salah satunya adalah tanjak –kain yang dililitkan di kepala para pria Melayu. Namun tanjak yang dijual di Gedung Gonggong adalah tanjak yang sudah jadi dan tinggal dikenakan.

Batik gonggong. Ini hanya kain, ada juga yang sudah berbentuk baju.|Dokumentasi Pribadi
Batik gonggong. Ini hanya kain, ada juga yang sudah berbentuk baju.|Dokumentasi Pribadi

Sayang oleh-oleh yang ditawarkan ditempat tersebut masih sangat terbatas. Ke depan mungkin ada baiknya menyediakan juga oleh-oleh batik gonggong, batik khas Tanjungpinang yang dijual di Ruko Metro Garden yang berjarak beberapa kilometer dari tempat tersebut. Selain itu, sebaiknya disiapkan juga oleh-oleh makanan khas Tanjungpinang yang bisa bertahan beberapa hari. Sehingga, pengunjung dapat lebih mudah membawa buah tangan untuk keluarga atau kerabat yang ditinggalkan di kampung halaman. Jangan lupa, harganya jangan dipatok terlalu tinggi.

Gonggong yang asli.|Dokumentasi Pribadi
Gonggong yang asli.|Dokumentasi Pribadi

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengungkapkan, Pemerintah Kota Tanjungpinang memang akan terus mengembangkan gedung tersebut untuk menarik lebih banyak wisatawan. Ia bahkan akan membuat Gedung Gonggong seperti Opera House di Sidney, Australia.

Ke depan gedung tersebut akan dilengkapi lampu-lampu. Selain itu, akan dibuat jembatan cantik untuk pengunjung berfoto. Pengunjung juga nantinya bisa menikmati beragam kebudayaan. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana menggunakan gedung tersebut untuk memamerkan kebudayaan daerah Tanjungpinang.

Taman bermain.|Dokumentasi Pribadi
Taman bermain.|Dokumentasi Pribadi

Dilengkapi Taman Bermain
Sebagai ibu yang memiliki anak berusia lima tahun, hal yang paling menarik dari kawasan tersebut adalah taman bermain yang cukup luas dan terawat. Saat melihat taman bermain di samping Gedung Gonggong, saya langsung teringat anak dan berjanji suatu hari nanti akan mengajak buah hati berkunjung ke taman tersebut.

Taman di kawasan itu sangat tertata. Ada deretan kursi yang ditengah senderannya diberi ikon gonggong, ada juga perosotan, ayunan dan beragam permainan lain yang memang cocok dimainkan oleh anak-anak. Fasilitas ditaman tersebut masih terlihat baru dan sangat terawat. Tumbuhan dan rumput di taman tersebut juga demikian, sehingga memang sangat nyaman untuk menghabiskan waktu disana. Terlebih taman tersebut persis berada di samping laut yang membentang.

Taman bermain.|Dokumentasi Pribadi
Taman bermain.|Dokumentasi Pribadi

Namun untuk menghindari terik matahari, sebaiknya berkunjung pada pagi atau sore. Sebaiknya jangan berkunjung pada siang hari ke taman tersebut karena lebih banyak titik yang dibiarkan terbuka langsung beratapkan langit. Hanya pada bagian tertentu yang dipayungi tumbuhan rimbun. Ah, jadi tidak sabar lagi untuk berkunjung lagi kesana, kali ini ingin sambil membawa anak. Salam Kompasiana! (*)

Cucum Suminar

/cucum-suminar

TERVERIFIKASI

Belajar dari menulis dan membaca. Twitter: @cu2m_suminar
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article