pilihan

Lagu "Asal Kau Bahagia" Bikin Baper

13 April 2017   04:30 Diperbarui: 13 April 2017   04:56 5471 6 3

Siapa yang tidak tahu dengan lagu “Asal Kau Bahagia” milik Armada yang sedang ngehits akhir-akhir ini. Ya, lagu milik salah satu Band Pop asal Indonesia ini memang sedang menjadi lagu favorit dan mungkin menjadi lagu yang sering diputar di playlists handphonemu. Lagu yang bertajuk pop ballad ini dikemas dengan lirik dan aransemen yang menyentuh sehingga memang tidak sedikit mengundang emosi dan membuat baper bagi setiap orang yang mendengarnya.

Entah karena memang musiknya yang melow, atau karena disetiap liriknya menceritakan situasi yang serupa dengan pengalaman si pendengar sehingga lagu ini memiliki makna tersendiri bagi mereka. Bahkan pula beredar lagu yang bertajuk balasan terhadap lagu “Asal Kau Bahagia” ini. Lalu bagaimana peran dari sebuah “lagu” sehingga dapat mengundang dan mendorong setiap orang bereaksi dengan respon seperti itu?

Disini saya akan menjelaskannya dengan mengaitkan lagu “Asal Kau Bahagia” ini dengan sebuah teori Psikologi yaitu Stimulus-Respon.

Sebelum saya menguraikannya, berikut lirik lagu “Asal Kau Bahagia”

Yank kemarin ku melihatmu
 Kau bertemu dengannya
 Ku rasa sekarang kau masih
 memikirkan tentang dia

 Apa kurangnya aku didalam hidupmu
 Hingga kau curangi aku

 Katakanlah sekarang Bahwa aku tak bahagia
 Aku punya ragamu Tapi tidak hatimu
 Kau tak perlu berbohong
 Kau masih menginginkannya
 Ku rela kau dengannya
 Asalkan kau bahagia

 Yang ku rasa sekarang kau masih
 Memikirkan tentang dia
 Apa kurangnya aku didalam hidupmu
 Hingga kau curangi aku

 Katakanlah sekarang Bahwa kau tak bahagia
 Aku punya ragamu Tapi tidak hatimu
 Kau tak perlu berbohong Kau masih menginginkannya
 Ku rela kau dengannya Asalkan kau bahagia

 Katakanlah sekarang Bahwa aku tak bahagia
 Aku punya ragamu Tapi tidak hatimu

 Kau tak perlu berbohong
 Kau masih menginginkannya
 Ku rela kau dengannya
 Asalkan kau bahagia
 Asalkan kau bahagia

Secara garis besar, lagu “Asal Kau Bahagia” ini menceritakan tentang sebuah cinta yang bertepuk sebelah tangan atau cinta yang sepihak namun ada perasaan yang tetap tegar dan menerima situasi dari salah satu pihak. Dimana, salah satu pihak mengklaim bahwa ia memiliki pasangannya secara fisik/raga saja tetapi tidak hatinya secara utuh, namun ia tetap menerima dan tetap menginginkan pasangannya untuk tetap bahagia. Mungkin lagu ini terdengar simple, namun disetiap liriknya memiliki makna yang begitu mendalam.

Teori Stimulus-Respon ini sendiri memiliki dasar pandangan bahwa perilaku termasuk perilaku berbahasa, bermula karena adanya stimulus (rangsangan,aksi) yang segera menimbulkan respons (reaksi,gerak balas)

Disini lagu bertindak sebagai Stimulus dan reaksi terhadap lagu disebut Respon. Pada lagu ini diawali dengan “Yank kemarin ku melihatmuKau bertemu dengannya”.  Lirik ini memang terlihat simple tetapi memiliki makna yang besar dan mungkin akan menimbulkan reaksi bagi setiap orang. Lirik lagu ini begitu terbuka dengan menceritakan sebuah kejadian yang bagi orang yang pernah mengalaminya akan memiliki respon emosi sedih. 

Dengan menceritakan kejadian itu secara langsung, maka pendengar akan teringat kembali kejadian yang serupa dan mulai hanyut ke dalam sebuah emosi sedih. Dan yang menjadi topik utama dalam lagu ini adalah lirik pada bagian reff yang berisi “Katakanlah sekarang Bahwa aku tak bahagiaAku punya ragamu Tapi tidak hatimu”. Lirik ini benar-benar memiliki makna yang besar, bahwa mungkin setiap orang yang merasakan akan masuk dan larut ke dalam makna tersebut. Klimaks emosi sedih akan terjadi di sini. Karena lirik ini menggambarkan sebuah fakta dalam realita cinta yang sepihak.

Lagu ini mendorong setiap orang untuk memberikan reaksi. Dan mungkin reaksi tersebut memiliki bentuk yang berbeda, ada yang memberikan respon sedih dan bahkan ada yang memberikan sebuah balasan terhadap lagu ini. Itu semua wajar, karena ada stimulus yang diberikan sehingga mendorong kita untuk memberikan sebuah respon. 

Mungkin masih banyak juga lagu di luar sana yang dapat mendorong kita untuk bereaksi sedih, senang maupun takut,  namun beda stimulus beda pula responnya tergantung pada pemahaman dan karakteistik stimulus terssebut. Jadi yang perlu kita tekankan disini bahwa lagu ini dapat membuat perasaan baper karena adanya stimulus yang diberikan sehingga membuat kita untuk memberikan respon dan bertindak.


Sumber : Teori Stimulus-Respon Ivan Pavlov