7 Perilaku Buruk Ibu-ibu di Commuter Line

30 Desember 2015 10:18:13 Diperbarui: 30 Desember 2015 10:31:10 Dibaca : 830 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
7 Perilaku Buruk Ibu-ibu di Commuter Line

Buang sampah sembarangan (dok. Click)
Pernahkan anda memerhatikan bagaimana tingkah laku ibu-ibu yang menumpang Commuter Line? Terutama mereka yang membawa serta anak-anak balita dan usia Sekolah Dasar. Mereka kerap bersikap sangat menjengkelkan karena tidak mengindahkan larangan dan bersikap seenaknya. Commuter line seakan dianggap sebagaimana transportasi umum lainnya seperti angkot atau metro mini.

Di bawah ini ada 7 perilaku buruk ibu-ibu yang membawa anak-anaknya;

1. Membuang sampah sembarangan.

Pada umumnya ibu-ibu membawa bekal dan makanan dan minuman untuk anak-anaknya. Walau ada larangan untuk makan dan minum dalam Commuter Line, sama sekali tidak digubris. Ya, kita bisa mengerti hal ini karena anak-anak akan sulit ditahan jika bilang haus atau lapar. Mereka pasti merengek atau menangis. Kita masih bisa mentolerir anak-anak yang minta makan dan minum. Namun hal yang menjengkelkan adalah ketika ibu-ibu mereka dengan seenaknya membuang sampah bekas makanan ke lantai Commuter Line.  Lantai yang bersih dan selalu dipel petugas itu seketika menjadi kotor dengan sampah berserakan. Tanpa merasa bersalah, ibu-ibu itu melempar bekas bungkus/ kemasan makan dan minuman ke atas lantai. Entah, apakah ini merupakan kebiasaan buruk mereka dimana-mana atau karena kurang pendidikan. Dan ini tentu saja memberi contoh buruk pada anak-anaknya.

2. Membiarkan anak-anak berdiri di bangku tanpa melepas sandal/sepatu.

Kita sering melihat ibu-ibu membiarkan anaknya yang ingin berdiri di bangku menghadap jendela dengan tetap memakai alas kaki. Sepatu atau sandal adalah alas kaki yang kotor, bekas menginjak segala sesuatu di sepanjang jalan yang pernah mereka lewati. Bahkan bisa jadi menginjak kotoran najis yang menjijikkan. Sedangkan bangku untuk duduk semua penumpang, yang sebagian besar  harus menjaga pakaiannya karena ke kantor dsb. Karena itu sebaiknya anak-anak diajarkan untuk melepas alas kakinya sebelum naik ke bangku. Sayangnya banyak ibu-ibu yang malas untuk melakukannya. Ini cermin kepribadian ibunya juga, mungkin dia orang yang 'jorok'. Anak-anak itu7 nantinya juga tak pandai menjaga kebersihan.

3. Membiarkan anak-anak bergelantungan tanpa dijaga.

Anak-anak selalu tertarik untuk dapat bermain bergelantungan di atas pada besi-besi tempat bagasi. Ibu-ibu membiarkan saja anak-anaknya bergelantungan tanpa penjagaan. Padahal, kalau anak-anak jatuh, mereka juga yang bakal histeris dan menyalahkan pihak lain. Ibu-ibu itu tidak mengajarkan bahwa beberapa permainan bisa berbahaya. Asal anak-anak senang, dibiarkan saja berulah apapun juga.

4. Membiarkan anak-anak berlarian dalam Commuter Line

Kalau anak-anak berlarian di lapangan, tidak mengapa. Masalahnya ini berada di dalam Commuter Line. Jika anak-anak dibiarkan berlari-lari di dalam Commuter Line yang sedang bergerak, maka resikonya adalah mereka akan jatuh. Apalagi jika mereka bolak-balik dari satu gerbong ke gerbong lain, sambungan kereta bisa menjadi masalah. Selain itu, ulah mereka bisa mengganggu penumpang-penumpang lain.

5. Tidak bertoleransi terhadap penumpang lansia dan wanita hamil.

Ibu-ibu yang membawa anak-anaknya terlihat sangat egois. Anak-anak mereka diberi tempat layaknya orang dewasa, 'memakan' bangku satu persatu. Hal itu tidak menjadi masalah jika Commuter Line dalam keadaan kosong dan banyak tempat duduk yang tidak terisi. Namun jika Commuter Line dalam keadaan penuh atau sesak pada jam sibuk, hendaknya mereka bertoleransi dengan memangku anak yang masih kecil, dan memberikan tempat duduk kepada lansia atau wanita hamil. Kebanyakan dari mereka bersikap tidak peduli dan mempertahankan bangku untuk anak-anaknya. Ini juga mengajarkan perilaku egois kepada anak-anak.

6. Membiarkan anak-anak merusak properti Commuter Line

Keingintahuan anak-anak memang besar. Seringkali mereka mengitak-atik benda atau barang yang baru pertama kali dilihatnya. Begitu pula di dalam Commuter Line. Ada anak-anak yang mencoba membongkar plang iklan yang terpasang di dinding Commuter Line. Bahkan ada pula yang berusaha mengambil palu pemecah kaca, atau hendak menarik tuas yang hanya boleh dilakukan dalam keadaan darurat. Parahnya, ibu-ibu itu diam saja, sama sekali tidak mencoba melarang atau memperingatkan anak-anaknya. Bayangkan kerusakan yang terjadi bila anak-anak itu berulah kelewat batas.

7. Asyik selfie di Commuter Line

Ibu-ibu muda, mungkin masih belum ikhlas melepas masa ceria remajanya. Mereka juga senang berfoto ria  alias selfie di dalam Commuter Line. Ketika asyik selfie dan upload ke medsos, mereka menjadi lengah terhadap anak-anaknya. Ada yang kabur ke gerbong lain, dan ada yang bermain 'nyeleneh'. Kalau anak-anak itu hilang atau mengalami sesuatu yang buruk, bagaimana?

Begitulah 7 kebiasaan buruk ibu-ibu yang membawa anak-anaknya di dalam Commuter Line. Apalagi pada saat liburan seperti ini, mereka menjadi pengguna yang meramaikan Commuter Line. Mungkin perlu sosialisasi khusus bagi kaum ibu agar dapat menjadi pengguna yang baik, karena mereka tidak pernah membaca peraturan yang tertera di dinding Commuter Line.

 

membiarkan anak-anak bergelantungan tanpa dijaga (dok.Click)

CLICKompasiana

/click

TERVERIFIKASI

Akun Resmi CommuterLine Community of Kompasiana. Akun ClicK lainnya: https://www.instagram.com/clickompasiana/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana