HIGHLIGHT

Mulai Jenuh dengan Pekerjaan Kita?

04 April 2012 08:45:55 Dibaca :
Mulai Jenuh dengan Pekerjaan Kita?
inspirasi.blogspot.com

By Christie Damayanti

Jika kita mulai jenuh dengan pekerjaan kita, apa dan bagaimana kita bisa mulai untuk menekuni pekerjaan kita lagi, untuk bisa tidak jenuh lagi? Bisakah kita tetap melakukan pekerjaan kita dalam mencari sesuap nasi, dengan lebih baik, walau benar2 sangat 'capai' dan jenuh? Ternyata tidak cukup dengan hanya 'menyemangati' diri, tanpa 'embel2' motivasi diri. Pada sewaktu waktu, aku pernah mengalami itu, jenuh dengan pekerjaanku, karena memang sebenarnya tidak terlalu aku ingin lakukan .....

Sedikit latar belakang pekerjaanku :

Aku seorang arsitek, lebih menyukai pekerjaan lapangan. Aku selalu bekerja di developer, sejak lulus kuliah, yang membuat bangunan2 besar di Jakarta. Mulai dari membuat konsep dan mendesain bersama konsultan, merencanakan anggaran serta value engeneering, sampai pemilihan material dan mengerjakan langsung di lapangan, bekerja sama dengan para kontraktor2.

Dan setelah aku sakit 2 tahun ini, aku belum bisa melakukan seperti itu, sehingga aku diminta membantu boss ku, direktur proyek, di posisikan di holding di perkantoran meewah dan pada bangunan tinggi yang kami desain waktu itu. Padahal, 'habitat'ku adalah kantor proyek, seperti bedeng ( direksi keet ) yang notebene tidak terlalu  representatif sebagai wanita. Dan aku bisa saja tidur dimanapun, jika aku harus mengerjakan deadline proyek2ku.

Sejak dulu, setiap hari aku berkutat dengn banyak orang2 baru atau tim kami untuk bekerjasama, sehingga jika sehari saja tidak 'ngomel', aku 'gerah' ..... Hihihi ..... Sehingga, sekarang dengan kegiatanku yang belum bisa bergerak bebas karena lumpuh separuh karena stroke, aku hanya bisa duduk di depan pc atau laptopku. Memang, masih berhubungan dengan proyek2 baru, tetapi tidak seperi dulu. Aku menjadi arsitek yang di belakang meja, dan tidak pernah lagi, menyusun program harian dalam membangun proyek2 di perusahaan di tempat aku bekerja .....

Hmmmmm .... Sudah beberapa cara untuk menyemangati diri, ketika aku mulai jenuh dengan lingkunganku yang selalu diam dan memang hanya duduk di depan meja masing2. Teman2ku disini, terlihat nyaman, tidak seperti aku. Mereka sangat menikmati bekerja di belakang meja, di kantor yang dingin di gedung mewah bertingkat banyak, sementara aku memang suka untuk bekerja di lapangan, berpanas2 sambil mengamati proyek2 serta berinteraksi dengan banyak orang2 lapangan .....

Beberapa yang aku sharing untuk kita, jika kita mulai jenuh dalam pekerjaan kita :

1. Mencari tantangan baru

Maksudnya, bukan aku menyuruh untuk pindah pekerjaan, tetapi, lebih untuk 'mengeksplore' talenta kita dalam bekerja. Dan dalam mengeksplore, kita tidak sendiri, tetapi kita bisa menghadap atasan kita untuk dia tahu, bahwa kita ternyata bisa 'sesuatu' LEBIH LAGI, dalam pekerjaan kita yang mungkin atasan kita belum tahu.

Seperti aku, dengan keterbatasan aku sebagai arsitek, yang sebenarnya aku tetap ingin di lapangan ( tetapi atasanku belum mengabulkannya karena mungkin takut aku sakit lagi ), aku mengusulkan untuk aku bisa tetap mengamati proyek2 kami, dengan cara men-survey setiap minggu 1 proyek ( proyek2 kami sangat banyak, lebih dari 60 proyek di Jakarta saja, apalagi di luar Jakarta ), dan aku akan menshare semua hasil pengamatanku untuk lebih baik lagi dimasa yang akan datang ).

Buat aku, dengan demikian aku bisa tetap bertemu dengan banyak orang ( walau hanya 1 minggu sekali ), tetapi berhubungan dengan konsultan, kontraktor dan banyak supplir dan aku tetap bisa melihat proyek2 via lapangan, bukan hanya laporan2 yang masuk ke direktorat proyek, di  tempatku.

2. Memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang menyenangkan

Ya, itu yang selalu aku tanamkan di benakku, karena dengan melakukan pekerjaan sebagai sebuah 'hobi', kita bisa menyenangi dan berinteraksi dengan baik, sehingga pekerjaan kita lebih 'menggairahkan' bagi kita.

Seperti pekerjaanku, dengan menyenangi pekerjaanku, aku benar2 bergairah dalam mengamati kegiatan2 di lapangan dan membuat laporan2 singkat serta bisa menshare untuk proyek2 yang lain, di depan hari. Dan setelah itu, aku sangat bergairah dalam memulai hari baru, karena dalam pengamatan lapangan, kita tetap harus mencari banyak referensi, sehingga jika ada sesuatu yang tidak jelas atau tidak perlu dikerjakan, lalu apa solusinya atau mengapa itu bisa terjadi, dan seterusnya .....

3. Memotivasi diri

Buat aku, memotivasi diri ada beberapa cara, yaitu, memotivasi diri untuk sebuah prestasi, memotivasi diri untuk sebuah 'bonus', ( yang bisa menambah penghasilan ), dan memotivasi diri untuk membuat keluarga bangga serta untuk karir pribadi dan bisa terus 'dipakai' dan berguna dalam perusahaan.

Sangat terasa, bahwa dengan berprestasi kita bisa lebih percaya diri, dan keluarga pun akan ikut bangga. Dan setelahnya, bukan hanya prestasi yang membanggakan bagi semua pihak ( diri sendiri, keluarga bahkan perusahan tempat kita bekerja ), pasti hasilnya bisa sebagai 'insentif' atau bonus pekerjaan, yang jelas2 ini berupa tambahan uang, diluar gaji dan fasilitas2 yang lain.

Dalam pekerjaan lapangan, banyak perusahan memberika bonus bagi karyawan2nya jika, misalnya, proyek tepat waktu, anggaran tidak melebihi budget, atau bagi marketing jika mencapai target penjualan, dan sebagainya. Dan pekerja2 lapangan ini, akan terus memacu adrenalin untuk terus berprestasi dalam mencapai 'nilai lebih' bagi perusahaan.

Kata2 memotivasi sangat bisa memacu semangat dalam bekerja. Walau jika pekerjaan proyek yang harus 'deadline' ( yang mungkin memang agak susah untuk mencapai target deadline ), tetapi jika kita sungguh2 menikmati pekerjaan tersebut dan berusaha untuk terus mencpai deadline, tidak susah untuk membangun kerjasama tim bagi suksesnya pekerjaan tersebut.

Tetapi jika kita benar2 tidak menyenangi pekerjaan kita serta memang sudah terlalu jenuh untuk menyemangati diri, pekerjaan atau deadline kita akan todak tercapai dan tujuan  kita sebagai pekerja eksekutif akan kabur, yang menghasilkan prestasi buruk di mata atasan kita atau di mata perusahaan kita, tempat kita bekerja .....

Jadi, apa yang kita mau lakukan? Apakah kita tetap selalu jenuh dan tidak mau menyemangati diri? Apakah kita belum ingin 'membuka hati', walau demi keluarga kita? Atau kita mulai untuk menyemangati diri dalam mengusir kejenuhan? Semua sangat tergantung dari kita masing2. Karena, jangan lupa, hasil kerja kita adalah untuk keluarga kita, untuk anak2 kita, bisa juga untuk kita sendiri. Bukan hanya 'materi'nya saja, tetapi prestasi kita menunjukkan lebih dari focus kita sebagai masa depan kita dan keluarga .....

Siapapun berhak untuk jenuh, apalagi dengan masing2 pekerjaan kita. Tetapi, tetap kita harus membuka hati dan diri kita untuk masa depan yang lebih baik .....

13335282541289170676
dianeanindtya.wordpress.com

Salamku .....

Profil | Tulisan Lainnya

Christie Damayanti

/christiesuharto

TERVERIFIKASI (BIRU)

Just a stroke survivor & cancer survivor, architect, 'urban and city planner', traveller, motivator, philatelist, also as Jesus's belonging. http://christiesuharto.com http://www.youtube.com/christievalentino
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?