HIGHLIGHT

Saya Perkenalkan, Layangan Kodok!

28 Juni 2012 10:52:13 Dibaca :
Saya Perkenalkan, Layangan Kodok!
Cara membuat layangan kodok.

Permainan tradisional anak memang mulai tergusur modernisasi dan perkembangan teknologi. Tapi sebenarnya tak selalu apa yang dianggap “kuno” itu tidak menarik minat anak-anak dibandingkan permainan/mainan anak yang merupakan produk modern/canggih . Bisa jadi anak-anak justru lebih menyukai produk tradisional itu karena jenuh dengan produk modern yang selama ini ditemuinya. Saya justru meyakini itu, anak-anak lebih menyukai permainan tradisional karena mereka langsung bersentuhan dengan sensasi kedekatan dengan alam, proses membuat, menciptakan dan kepuasan sebuah keberhasilan.

Kenapa permainan modern saat ini lebih mendominasi? Penyebabnya adalah karena di samping semakin berkurangnya lahan atau media alami untuk sebuah permainan tradisional, kita sebagai orang tuanya pun intensitasnya minimal dalam mengenalkannya. Kesibukan serta kelelahan dalam bekerja sering menjadi alasannya, apalagi yang tinggal di perkotaan. Padahal, selagi kita memiliki niat, waktu yang terluang bisa kita gunakan untuk mengenalkannya, satu persatu dengan media yang dirasa memungkinkan.

Banyak bahan/media di sekitar kita yang mudah dan murah digunakan. Salah satu yang selama ini saya jalankan dan terbukti anak-anak menyukainya adalah layang-layang. Tapi bukan layang-layang yang selama ini lazim kita kenal, kalau yang itu sih membutuhkan banyak waktu untuk membuatnya, dan kalau musim pun sering banyak yang menjual. Layang-layang buatan saya ini pada jaman saya kecil dulu kami sebut “Layangan Kodok”, karena bentuknya mirip katak. Kenapa saya perkenalkan? Karena cara membuatnya sangat-sangat mudah, bahannya pun mudah di dapat, yaitu hanya mengandalkan selembar kertas, tak perlu repot mencari bilah bambu.

Cara membuatnya adalah, setelah kita menemukan selembar kertas, apapun itu asalkan tidak terlalu tebal, baik baru maupun bekas, dalam tempo kurang dari 10 menit dapat kita buat, anak-anak pun akan sangat mudah menirunya, yaitu:

1. Lipatlah sisi kanan dan kiri kertas dengan ukuran yang seimbang. Arah lipatan ke dalam (dapat dilihat pada gambar sederhana yang saya buat).

2. Lipat juga ujung-ujung sayapnya seperti pada gambar.

3. Buatlah lubang untuk tali kama/tali goci, ikatkan benangnya di sana.

4. Sambungkan dengan benang yang ada, dan terbangkan. Layangan kodok ini dapat melayang dengan cukup tinggi, stabil, dan imut sepanjang anginnya mendukung.

13408803571257023191
Beginilah kira-kira gaya imut layangan kodok ketika terbang (sorry, gambar saya jelek).
Nikmatilah sensasinya. Saya saja masih suka, apalagi anak-anak. Ketika bermain layangan kodok ini, kedua balita cowok saya berebutan, bahkan mainan mobil-mobilan dan yang lain-lainnya mereka sia-siakan.

Akan lebih nikmat ketika kita ikut menjadi bagian, menemani anak-anak bermain. Tak sempat? Ah, masa’ sih? Selagi kita diberi kenikmatan dan kesempatan tinggal bersama mereka (tidak menjadi bulok/bujang lokal), sejenak libur harus kita manfaatkan, jangan sampai menyesal.

Terbanglah tinggi layang-layangku. Salam kodok.

.

.

C.S.

Sayang anak...sayang anak..sayang mamanya...

Chris Suryo (Paknethole)

/chrisnandar

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Rileks, semua tulisanku anggaplah obrolan sembari minum kopi,..srupuut..

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?