HEADLINE HIGHLIGHT

Berbaur dengan Penghuni Sekolah Dasar di Hong Kong

23 Mei 2012 02:25:42 Dibaca :
Berbaur dengan Penghuni Sekolah Dasar di Hong Kong
MC memperkenalkan para alumni yang bertindak selaku penggagas acara

Hari Minggu (20/05/2012) ada sebuah kegiatan menarik di sekolah Chloe (anak yang saya asuh). Sebenarnya Minggu itu jatah saya buat libur. Hanya saja sang Ayah sedang sakit. Sementara sang Ibu sedang liburan bersama adiknya ke Shanghai selama 5 hari. Dari hari Sabtu sampai hari Rabu baru kembali. Ya sudah akhirnya saya merelakan hari libur saya untuk menemani Chloe ke sekolah.

Acara dimulai dari pukul 09:00 dan berakhir pada pukul 13:00. Ketika kami sampai, aula sekolah itu sudah penuh dengan siswa dan wali murid yang berbaris antri untuk melakukan register.

"Fun day with Alumni." Begitulah acara judul acaranya. Tampak beberapa alumni yang belakangan saya tahu adalah pengusaha kelas kakap, tengah duduk berbaris rapi di mimbar.

Oya sekedar info saja, saat ini Chloe tengah menempuh pendidikan di King's College Old Boys Assosiation Primary School (KCOBA Primary School). Chloe baru saja menapaki tahun pertama di sekolah ini (P1).

Setelah mendaftar dan mendapatkan nomor peserta, saya mengantar Chloe ke sebuah barisan. Saya bermaksud meninggalkannya untuk kemudian menunggu di luar aula saja. Tapi panitia melarang saya untuk beranjak. Ternyata acaranya tak hanya diperuntukkan untuk siswa saja. Melainkan juga untuk wali murid. Dengan kata lain saya harus ikut berpartisipasi.

Kegiatan apa saja yang kami ikuti? Beragam acara perlombaan dan permainan interaktif telah dipersiapkan oleh panitia. Perlombaan dibagi menjadi dua sesi. Yang pertama adalah "joined activity", dimana siswa dan wali murid diharuskan bekerja sama mengikuti perlombaan adu kecepatan. Sedangkan untuk sesi kedua khusus diperuntukkan bagi siswa saja, tetapi orang tua harus tetap mendampingi. Di sesi ini siswa diwajibkan mengikuti berbagai permainan dengan menggunakan bahasa Inggris.

Segera setelah MC mengumumkan susunan acara dan panitia penyelenggara, acara untuk sesi pertama pun dimulai. Ada yang unik pada susunan panitianya. Ternyata selain para alumni dan staff pengajar, para wali murid juga diberi kepercayaan untuk turut andil di dalamnya. MC, yang saya kira guru dari KCOBA, ternyata wali murid dari salah satu siswa. Demikian juga untuk petugas pendaftaran, fotografer dan sesi konsumsi semua juga hasil kolaborasi dari guru dan wali murid. Hanya untuk seksi kesehatan (P3K) yang tidak melibatkan orang tua murid. Bagian ini menjadi wewenang paramedis dari rumah sakit setempat yang khusus didatangkan untuk memberikan pelayanan selama acara berlangsung.

Dan saat yang ditunggu-tunggu itu datang juga. Lomba adu kecepatan! Duh saya deg-degan bukan kepalang! Peserta di bagi menjadi 3 group A, B dan C. Dan perlombaan dibagi menjadi 3 jenis.

Yang paling pertama adalah lomba memasukkan bola ping pong ke dalam box. Aturan mainnya; siswa harus menuntun "orang tua"-nya untuk memasukkan bola (yang dimasukkan ke dalam gelas plastik). Dari garis start sampai pada box yang diletakkan pada garis finish. Kalau sekedar membawa bola dengan bergandengan tangan sambil berlari sih mudah. Yang membuatnya sulit, kedua mata "orang tua" harus ditutup. Banyak peserta yang jatuh menabrak barisan penonton. Termasuk saya. Walhasil penonton-pun tertawa terpingkal-pingkal. Setelah berhasil memasukkan bola ke dalam box, kami harus menyerahkan bola itu kepada peserta lain (masih dalam satu group) yang sudah menunggu giliran. Begitu seterusnya, kami berlari bergantian menyerahkan bola secara estafet. Kompetisi baru berhenti setelah panitia meniup peluit panjang tanda time's up.

1337672387186776596
Seorang siswa menuntun ayahnya yang berlari kepayahan kerena kedua matanya tertutup
13377396701379438010
Yang ini sempat mengundang banyak tawa
Perlombaan kedua adalah membawa bola basket dengan cara berzig-zag. Pasti agak aneh kedengarannya. Kok tidak men-dribble nya? Kan bola basket? Hehehe..

Posisi bola harus diapit ditengah-tengah (antara orang tua dan siswa). Kami harus saling berpelukan erat agar bola tidak jatuh. Lantas kami harus berlari (tepatnya melompat) secepat mungkin melintasi pembatas dengan pola zig-zag. Mulai titik awal menuju titik yang di seberang sana, lantas kembali lagi ke titik awal untuk menyerahkan bola pada peserta berikutnya (aturan yang sama dengan perlombaan sebelumnya).

13377395571026399504
Dua orang
13376724821404257456
Begini ini cara mengapit bola basketnya dan lalu berzig-zag ria melalui lintasan yang sudah ditetapkan

Nah, perlombaan yang terakhir juga tak kalah serunya. Tiap peserta diwajibkan memakai "baju badut". Baju yang di-desain untuk 2 orang jahitannya menyatu (bisa dibayangin sendiri ya kayak apa bentuknya :D). Dengan baju itu kita harus berlari bersama secepat mungkin selama satu putaran untuk selanjutnya diserahkan kepada peserta berikutnya.

13376725912033483165
Seperti inilah
13377397921107047805
kekompakan ayah dan anak
Capeknyaaa!

Seru, lucu dan menyenangkan. Saya sempat memperhatikan wajah-wajah antusias setiap peserta. mereka tertawa, melompat, bersorak, meneriakkan yeal-yeal penggunggah semangat dan saling berpelukan. Interaksi juga terjadi antar sesama orang tua. Termasuk saya juga terlibat dalam sebuah obrolan dengan para orang tua, guru, panitia dan almuni. Mereka memang sengaja membuat event ini untuk mempererat hubungan antara sesama siswa, orang tua pengajar dan tak ketinggalan pula, para alumninya. Hehehe luar biasa! Salut saya sama misi mereka!

Akhirnya, acara pengumuman pemenang itu datang juga. Group A dinyatakan sebagai juara pertama. Sementara Group B (dimana saya dan Chloe ikut di dalamnya) dinyatakan sebagai juara ke-2. Disusul group C sebagai juara ke-3.

1337672810485571385
Senyum bahagia para juara
Setelah acara pemberian hadiah, kami langsung diajak untuk pindah ke lantai 2. Di sana berbagai permainan interaktif dan atraktif sudah disiapkan oleh panitia.

13376727241150867212

Ini adalah permainan pertama yang Chloe ambil. Di sini Chloe diwajibkan untuk menyanyikan sebuah lagu (karaoke). Musiknya dipilih secara acak oleh kakak kelas (panita-red). Ada sejumlah nursery rhyme yang ditawarkan. Diantaranya, Mary Had a Little Lamb, Old Mc Donald, Humpty Dumpty, Little Miss Muffet, Bingo dan masih banyak lagi. Anak-anak ini harus hafal betul liriknya. Kalau tidak mereka dinyatakan gagal dan tidak boleh mendapatkan stempel. Oya setiap siswa berhak mendapatkan stempel setelah mereka dinyatakan lolos dari setiap permainan. Stempel-stempel ini nanti akan menjadi syarat pengambilan hadiah.

Berapa stempel yang mereka butuhkan agar mereka berhak atas hadiahnya? Tidak banyak kok. Hanya 7 saja. Buat saya atau mereka yang "senior" mungkin akan mudah melakukannya. Tapi tidak demikian untuk anak-anak kecil ini. Mereka harus bekerja ekstra keras. Dan yang lebih menantang lagi, selama kegiatan berlangsung mereka hanya boleh menggunakan bahasa Inggris.

13376737351575744526
Secarik kertas untuk mengumpulkan stempel
Permainan selanjutnya adalah "Sense of touch Magic Bag" 1337673851118948085 Untuk kegiatan yang satu ini, Chloe harus memilih salah satu gambar stationery yang tertera pada selambar kertas di atas meja. Cukup menunjuk benda apa yang dia inginkan lantas mencarinya di dalam "kantong ajaib".
13376740731640829543
Chloe sedang mecari-cari
Nah, selanjutnya kami menuju ruang berikutnya. 13376742172111751545

"Get the right vowel!" Dapatkan bunyi vokal yang tepat! Di sini anak-anak dituntut untuk meletakkan sebuah bean bag diatas kepalanya lalu berjalan di sepanjang garis yang ditentukan. Di ujung garis, sudah menunggu sang kakak kelas yang akan memberi perintah agar anak-anak melemparkan bean bag ke atas kertas yang tertempel di lantai. Pada lembaran kertas-kertas itu tertera vokal (A, I, U, E, O). Perintahnya seperti ini; "Throw the bean bag to the vowel "U"!" Dan anak-anak harus melempar tepat pada sasaran. Kalau salah boleh mengulang.

13376745621252895432
Seperti inilah cara anak-anak bermain sambil belajar mengenal

Berlanjut ke kegiatan selanjutnya. "Sense of Smell".

Anak-anak harus menunjukkan seberapa hebat daya penciumannya di permainan ini. Tersedia 3 gelas kecil yang ditutup dengan foil dan diberi lubang kecil-kecil. Chloe mendapat kesulitan di sini. Berkali-kali dia salah sebut. Untunglah kakak-kakak kelasnya tampak sabar dan telaten. Mereka memberi pancingan seperti; "Still can't guess what's inside the cup?" Chloe menggeleng. "Alright I'll give you a clue! It's a drink. We ussualy have it with chips in Mc Donald.." Chloe tersenyum dan lekas menyambar. "I know it! It's coke!" "Yeah! You've got it right!" Horee! Semua bersorak. Ikut senang untuk Chloe.

Selanjutnya adalah "Twister"! Yang ini seru banget! Saya sampai terkekeh-kekeh menonton "aksi"-nya.

13377368691686431148

Ada 4 anak yang bermain dalam sekali waktu. Tiap-tiap mereka berdiri di sudut sebuah plastik bermotif bulatan-bulatan warna-warni. Lantas seorang panitia (kakak kelas) akan membawa sebuah alat putar (seperti jam dinding). Tiap peserta wajib memutar jarum. Jarum itu lalu akan berhenti dan menunjuk pada sebuah warna. Si kakak kelas akan memerintahkan anak-anak untuk meletakkan tangan atau kakinya pada bulatan (sesuai warna yang ditunjuk pada jarum penunjuk twister).

13377369591571277174
Alat peraga permainan
"Put your left hand on the blue!" Atau "Put your right foot on the red!" Begitu selanjutnya. Sampai anak-anak ini pada posisi yang tumpang tindih, baru permainan akan dihentikan. Dan setelahnya baru mereka dapat stempel! Susah ya? Hahahha. Dapat dari mana ya idenya?
13377370371598242357
Seperti inilah permainan
13377371141535067375
Chloe tampak kesakitan menahan tangannya agar tak berpindah

Dari permainan "maut" twister, kami menuju ruangan lain. Kali ini Chloe akan menguji kemampuannya mengotak-atik huruf menjadi sebuah kata. "Bongo". Begitulah nama dari permainan ini. Setiap anak akan mendapat flashcard. Pada flashcard tertera sebuah gambar lengkap dengan nama objeknya. Tiap peserta musti mengingat betul bagaimana susunan huruf-hurufnya (spelling). Pada meja yang sudah disediakan, anak-anak harus menyusun huruf-huruf yang ada pada empat sisi mata dadu. Yang jelas permainan ini bertujuan melatih kesabaran dan ketelitian.

1337737214692015915

13377373871220190961
Antri dulu sambil menghafal tiap kata yang ada pada flashcard
1337737283833086444
menyusun huruf demi huruf
Yang paling akhir adalah sebuah permainan dengan judul "What can you see?" 1337737487841882819

Sebuah portable pool yang menyerupai kolam ikan diletakkan  ditengah-tengah ruangan. Di dalamnya terisi air yang tidak seberapa banyaknya. Di atas air mengapung berbagai macam kertas berbentuk ikan yang dilaminating dengan gambar yang berbeda-beda. Tiap "objek"-nya akan dikaitkan dengan clip.  Clip ini nanti berfungsi sebagai alat penarik magnet yang  menempel pada ujung kail. Nah tugas anak-anak untuk memancing obyeknya. Tak perlu banyak-banyak. Cukup dua saja. Bila berhasil "menangkap" anak-anak ini akan diminta menyebutkan gambar apa yang tertera. Semisal; "I can see a fish."

13377375491649254375

1337737631808154766
Chloe sedang berkonsentrasi dengan tangkapannya
Tujuh permainan sudah Chloe lewati dengan suksesnya. Nah saatnya dia bisa membawa kertas "berstempel" itu menuju ruang pengambilan hadiah.
1337737712401851129
Kerja keras itu mendapatkan imbalan yang setimpal :D
13377378201526014846
Kipas angin mungil ini sekarang terpajang manis di depan komputer Chloe
Seperti tentara yang baru saja menang dari sebuah perang besar, anak-anak terlihat bersorak gembira ketika mereka berhasil merampungkan semua permainan. Kegembiraan terlihat jelas di sana. Apalagi setiap anak (yang berhasil) berhak menggondol hadiah berupa kipas angin mungil berbentuk pot bunga. What an exciting day we had!

Betapa berkesannya hari yang kami lalui bersama. Selama ini saya selalu menebak-nebak apa saja yang Chloe pelajari di sekolah, bagaimana suasana kelasnya, dan seperti apa pula pergaulannya dengan teman dan para pengajar. Semua terjawab sudah. Sekolah di sini layaknya sebuah rumah besar tempat sebuah keluarga berkumpul. Kehangatan dan keakraban dapat dirasa betul.

Dengan mendapat akses penuh untuk menjelajah seluruh ruangan, saya jadi punya gambaran jelas tentang seluk-beluk sebuah sekolah dasar di Hong Kong. Ruang kelasnya lebar, bersih, semua meja dan kursi ditata rapi. Sebuah layar proyektor dan "green board" tersedia di depan kelas sebagai sarana penunjang pelajaran. Dan yang terpenting hubungan antara murid, pengajar dan wali murid nampak sangat selaras dan harmonis.

13377379531177405188

1337738093664315599
Meja dan kursi murid yang warna-warni
1337738214295872371
Keakraban antara wali murid dan staff pengajar
Demikian cerita saya kali ini tentang sebuah kegiatan belajar mengajar pada sebuah sekolah dasar di Hong Kong yang saya cerminkan dari pengalaman saya "menemani" Chloe ke sekolah. Semoga bermanfaat!

*   *   *

Note: semua foto merupakan dokumen pribadi.

Aulia Lovely

/chatterbox

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang pecinta jalan-jalan, menulis untuk sekedar relaksasi.
Temukan saya di http://auliahk.blogspot.hk/

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?