HEADLINE HIGHLIGHT

Belajar Memaknai Hidup dari Ketegaran Gadis Pemain <i>Erhu</i>, Tao Lihua

08 Mei 2012 01:12:02 Dibaca :
Belajar Memaknai Hidup dari Ketegaran Gadis Pemain <i>Erhu</i>, Tao Lihua
Tao Lihua

Tao Lihua, 17 tahun adalah seorang gadis yang sekarang ini tengah menempuh pendidikan kelas 2 di middle school salah satu sekolah di Cina. Dia adalah seorang pemusik jalanan. Sepulang sekolah dengan masih mengenakan seragam sekolahnya, Tao Lihua akan menuju Lian Hua Hill Park di Futian District Cina. Berbekal sebuah bangku kecil dan nampan untuk mengumpulkan koin. Di sana dia akan mulai memainkan erhu-nya.

Erhu adalah alat musik tradisional dari Cina yang juga biasa di sebut sebagai Chinese Violin atau Chinese two string fiddle (biola dengan 2 senar). Berbeda dengan biola yang saat memainkannya sang pemusik harus menyangganya pada bahu, untuk erhu sang pemusik harus memangkunya. Semantara tangan kiri memegang gagang atas, tangan kanan sang pemusik akan memainkan stick untuk digesekkan pada kedua senarnya. Meski hanya memiliki 2 senar saja, jangan salah alunan melodi yang dihasilkannya sangatlah indah mendayu-dayu.

Tao Lihua adalah anak tunggal dari  pasangan Tao Jiewen dan Fu Huiling. Tao Jiewen, pria berusia 36 tahun ini adalah penderita cacat fisik. Beberapa tahun yang lalu tao Jiewen kehilangan kedua lengannya karena terkena sengatan aliran listrik. Sedangkan Fu Huiling, adalah penderita schizophrenia ( kelainan otak yang kronis, parah dan membuatnya tidak berfungsi) sejak lahir. Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit gangguan mental ini membuat Fu harus terus menerus berada di rumah sakit. Fu tercatat sebagai pasien di Shenzhen Kangning Hospital, Louhu District.

Kemiskinan akut tak membuat keluarga ini menyerah pada nasib. Sang Ayah yang meski tak punya anggota tubuh yang lengkap senantiasa memberikan semangat berjuang untuk putri semata wayangnya. Dengan bermodalkan sebuah kuas Tao Jiewen bekerja sebagai pelukis chinese calligraphy. Dengan bertumpu pada mulut, kuas itu akan menari-nari diatas kanvas.

Selain itu, Tao Jiewen juga berjualan walkie talkie radio. Dengan cara inilah dia bisa bertahan hidup. Membayar biaya rumah sakit istrinya, menyekolahkan anaknya serta kebutuhan hidup sehari-hari. Dan yang terakhir, untuk membeli erhu sekaligus membayar biaya les untuk Tao Lihua.

Tao Lihua sangat berbakat memainkan alat musik ini. Meski erhu adalah alat musik yang bisa dibilang cukup mahal (sekitar 2000 yuan) dan biaya lesnya sebesar 600 yuan perbulan, sang ayah tidak merasa keberatan sama sekali. "I'm willing to spend all I have to support my daughter in the erhu, something that she can live on."

Melihat betapa besar kasih yang ditunjukkan sang ayah untuknya, Tao Lihua juga ingin menunjukkan baktinya. Maka ketika dirasa kemampuannya memainkan erhu telah memadai, diapun terun ke jalan. Ngamen. Yah, gadis kecil ini tak mengenal kata malu atau gengsi. Yang dia tahu dia sangat mencintai ayah dan ibunya. Dia ingin berbuat sesuatu untuk bisa membantu kondisi perekonomian keluarganya. Tao mengerti betul akan kerja keras ayahnya. Tao pun ingin meringankan beban hidup yang dipikul sang ayah.

Selain bermain di Lianhua Hill Park, Tao juga tercatat sebagi performer di Huaqiangbei Commercial Area, Futian dan Dongmen Shopping Area, Luohu. Hasil mengamen dan bonus di beberapa pertunjukan ini digunakannya untuk membayar biaya sekolah dan les erhunya yang sekarang sudah mencapai grade 8.

Semua kisah perjalanan hidup Tao Lihua terangkum pada sebuah artikel di Shenzhen Daily (January 1-3, 2010) dengan judul "Little Match Girl Struggles to Live".

Nah, dari artikel inilah semua bermula. Sebenarnya saya ingin mem-postingkan kisah hidup gadis pengamen ini seminggu yang lalu. Tapi karena "hardware" saya sedang bemasalah dan mengharuskannya "rawat inap" di tempat service untuk beberapa hari, terpaksa deh cerita ini jadi tertunda jadwal tayang-nya. Hehehehe..

Okay, saya lanjutkan ceritanya ya! Soalnya sayang banget kalau cuman saya aja yang tahu kisah hidup si "pejuang tangguh" ini.

Selasa, 1 mei 2012 yang lalu sepulang dari kopdaran bersama sejumlah kompasianer Hong Kong saya berjumpa dengan seorang gadis yang sedang mengamen di depan pintu keluar MTR Tsim Tsa Tsui. Waktu itu jam di pergelangan tangan saya menunjukkan angka 05:30. Sore temaram. Ditemani semilir angin yang berhembus pelan serta alunan merdu yang diciptakan si gadis pengamen membuat suasana semakin menyenangkan.

Saya semakin berjalan mendekat. Menyeruak di sela-sela kerumunan orang-orang. Di depan mata saya terlihat seorang gadis dengan memakai seragam sekolah, duduk di atas bangku kecil tengah memainkan erhu. Dia begitu menghayati setiap melodi yang dia cipta sendiri. Suaranya nyaring namun tak berisik. Begitu enak di dengar. Berbagai melodi dia mainkan seperti : Moonlit night, The Tea harvest, Moonlight reflected on Er Quan Spring, Jasmin Flower, Raise The Red Lantern, dan The Purple Bamboo Song.

Sementara itu, berbagai macam artikel koran yang dilaminating tampak terjejer di atas paving mengitarinya. Ada 2 artikel berbahasa Cina dan satu artikel berbahasa inggris (Shenzhen Daily). Tak ketinggalan pula fotocopy kartu identitas dan sepucuk piagam penghargaan turut serta bersamanya.

Sebuah nampan merah tampak tergeletak di sana. Di nampan itulah orang-orang menjatuhkan koin untuk Tao. Ada yang hanya berjalan sambil lalu lantas melemparkan koin. Ada juga yang seperti saya. Melihat, mengamati, membaca artikel yang terlaminasi, memfoto dan menikmati sampai "pertunjukan" usai baru setelahnya meletakkan koin atau lembaran uang kertas.

Tao Lihua, gadis kecil dengan senyum indah itu telah mampu menghipnotis sejumlah orang yang hadir. Kisahnya yang tertera pada tiap artikel mampu mengetuk hati siapa saja yang membacanya. Ada haru sekaligus bangga menelusup ke ruang hati. Ketangguhan dan ketegarannya sungguh satu hal yang patut ditiru oleh siapapun.

13362023951726612701
Sertifikat dari China Nasionalities Orchestra Society

13362026091651515421
Artikel koran berbahasa Cina yang digeletakkan di atas paving

13362027062123681348
Artikel berbahasa Inggris dari Shenzhen Daily yang saya jadikan sebagai sumber tulisan

13362028241005374331
Tao Lihua begitu menghayati permainan erhu-nya

13362028951206181853
Pintu masuk MTR Tsim Tsa Tsui sebagai latar belakangnya
Foto : dokumen pribadi Backsong: Erhu- A Spray of power (Youtube)

Aulia Lovely

/chatterbox

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang pecinta jalan-jalan, menulis untuk sekedar relaksasi.
Temukan saya di http://auliahk.blogspot.hk/

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?