Casmudi
Casmudi wiraswasta

Gemar menulis dan berbagi informasi. Seorang Lifestyle & Travel Blogger. Trip Advisor : https://www.tripadvisor.com/members/casmudib Silahkan mampir di blog saya: http://www.casmudiberbagi.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Mencegah Badan Gemuk Saat Puasa

10 Juli 2015   09:02 Diperbarui: 10 Juli 2015   09:02 701 1 2

 

 

Berpuasa (shiyam) merupakan kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an kepada umat Islam agar menjadi insan yang bertakwa dan tumbuh rasa empati terhadap sesama. Bukan hanya itu, puasa juga berguna untuk memberikan efek kesehatan badan. Selama setahun, tiada henti-hentinya badan kita menerima asupan gizi, terutama minuman yang mengandung berbagai macam kandungan zat, dari minuman yang mengandung rasa kafein sampai minuman bersoda. Tanpa disadari kandungan zat gula yang berlebihan dalam minuman tersebut bisa membentuk badan kita menjadi gemuk.


Oleh sebab itu, melalui ibadah puasa, badan kita akan mengadakan proses pengereman dalam mengkonsumsi minuman agar lebih teratur. Dengan kata lain, melalui ibadah puasa badan kita sedang mengadakan ritual kesehatan untuk mencegah badan menjadi gemuk. Program diet yang luar biasa dengan berpuasa mampu meluruhkan segala jenis lemak yang terkandung dalam tubuh agar badan kita menjadi lebih fit atau sehat.


Selama kurang lebih 14 jam waktu Indonesia, kita ditantang (baca: diwajibkan) sesuai nash Al-Qur’an untuk menahan segala jenis asupan berbagai minuman dari waktu Imsak hingga waktu Maghrib. Kita benar-benar mengontrol asupan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita. Banyak orang yang melakukan ibadah puasa, kondisi tubuh menjadi lebih sehat karena membuat berat badan menjadi lebih ideal.


Tetapi, masih banyak juga orang yang melakukan ibadah puasa justru badan menjadi lebih gemuk alias melar. Apa sebabnya? Hal yang mendasari badan menjadi gemuk pada saat ibadah puasa adalah karena adanya perasaan “balas dendam” yang tidak terkontrol saat berbuka puasa dan malam hari. Apalagi, asupan minuman yang tidak terkontrol pada saat berbuka puasa dan malam hari bisa menyebabkan badan kita menjadi tumbuh ke samping.


Kita memahami, bahwa anjuran Nabi Muhammad SAW untuk berbuka puasa dengan menkonsumsi makanan yang manis sangat tepat. Tetapi, berbuka dengan minuman manis yang kaya akan kandungan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan kadar gula darah. Bahkan, minuman yang manis tersebut bisa memicu rasa lapar. Jangan heran, kebiasaan orang yang berpuasa untuk melakukan aksi “balas dendam” di malam hari setelah berbuka puasa tidak memperhatikan komposisi kandungan asupan gula dari minuman yang dikonsumsi. Kita tidak menyadari bahwa kandungan gula yang terdapat dalam minuman tersebut kerapkali menjadi penyebab berat badan seseorang justru melambung usai bulan puasa.


Kita sering melihat orang berpuasa menyiapkan berbagai minuman manis untuk berbuka puasa, seperti: minuman kolak, minuman teh manis, minuman manis cepat saji dan lain-lain. Minuman inilah yang seringkali, kita tidak mampu mengontrolnya untuk asupan gizi dalam tubuh. Kita selalu mengikuti hawa nafsu untuk menikmatinya karena rasa manis, dingin dan menyegarkan.


Apalagi pada saat bulan puasa, banyak ajakan untuk berbuka puasa bersama. Di mana, berbagai jenis minuman dingin menyegarkan yang hampir mengandung rasa manis menggoda selera kita. Kebanyakan kita tidak mau melewati untuk menikmatinya. Apalagi, ajakan teman-teman kita untuk menikmati berbagai minuman yang tersaji seperti: es krim, cappuccino, minuman bersoda, es jeruk dan lain-lain telah meruntuhkan hawa nafsu kita untuk melakukan diet. “Sayang kalau nggak diminum” pikir kita. Minuman tersebut secara tidak sadar telah memberikan efek gula terhadap tubuh kita. Kondisi tersebut tentunya pelan tapi pasti mampu membuat badan menjadi gemuk.

Lantas tindakan apa yang bisa kita lakukan agar badan kita tidak menjadi gemuk saat berpuasa? Saat berpuasa, kita disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat atau bekerja di daerah terik matahari. Keringat yang keluar secara berlebihan akan merangsang rasa haus yang berlebihan. Kondisi inilah yang biasanya merangsang aksi balas dendam yang tidak terkontrol saat berbuka puasa untuk mengkonsumsi segala jenis minuman terutama minuman manis yang dingin dan menyegarkan. Jika kita terpaksa melakukan kegiatan yang menguras keringat atau di daerah terik matahari, maka hal yang dilakukan adalah kita perlu menambah asupan air minum Aqua di malam hari sebanyak 2-3 gelas lagi. Air minum sebanyak itu sebagai bekal tenaga dalam tubuh untuk mengantisipasi keringat yang keluar dari tubuh.


Secara normal, agar badan kita tetap fit dan sehat selama berpuasa adalah kita bisa melakukan olahraga ringan, seperti: jalan-jalan santai dan menggerakan badan untuk melemaskan otot-otot saat di pagi hari. Namun, ada hal yang perlu kita perhatikan yaitu: mengontrol asupan minuman yang masuk dalam tubuh. Dan minuman yang terbaik adalah dengan mengkonsumsi air putih. Air minum “Aqua” yang mengandung mineral untuk kebutuhan dalam tubuh merupakan solusi yang bisa kita lakukan untuk menjadi badan lebih fit, sehat, dan mencegah kegemukan setelah bulan puasa usai. Karena, kandungan mineral yang ada di dalamnya membuat badan kita menjadi lebih segar saat berpuasa.


Konsep memberi asupan air minum Aqua bagi tubuh pun perlu dikontrol dengan baik. Agar badan kita tetap fit, sehat dan mencegah kegemukan di bulan puasa, kita perlu menerapkan asupan air minum Aqua dengan Konsep 2+4+2. Apa maksudnya? Konsep 2+4+2 berarti tubuh kita menerima asupan Air minum Aqua setiap harinya sebanyak 8 gelas, dengan rincian (2 gelas saat berbuka) + (4 gelas saat malam) + (2 gelas saat sahur). Rincian tersebut menjelaskan bahwa:
1. Saat berbuka: Awali berbuka dengan 1 gelas air putih. Setelah menyantap hidangan berbuka, kembali minum air putih 1 gelas.
2. Saat malam: Minumlah 4 gelas saat malam hingga menjelang tidur. Pembagiannya bisa dilakukan dengan minum 1 gelas air putih sebelum makan malam, 2 gelas sehabis makan, dan 1 gelas lagi menjelang tidur.
3. Saat sahur: Jangan lupa untuk menyertakan kembali 2 gelas air putih di kala sahur.

 

 

1 gelas air minum Aqua saat berbuka puasa dimaksudkan sebagai pembuka untuk memberikan asupan gizi pertama terhadap lambung. Lambung akhirnya mendapatkan nutrisi dengan baik dan menyerapnya ke seluruh tubuh sebagai bekal tenaga dan menghilangkan rasa haus karena kandungan air yang tersimpan dalam tubuh terbuang atau terpakai selama kita berpuasa. Kemudian 1 gelas air minum setelah menyantap hidangan berbuka puasa berfungsi sebagai zat pembantu dalam proses pencernaan di dalam lambung agar bekerja dengan baik.


Selanjutnya asupan 4 gelas air minum Aqua di malam hari bisa dilakukan secara bertahap. Saat kita mau makan malam, kita hendaknya minum 1 gelas air minum Aqua dengan tujuan untuk memberikan kandungan nutrisi terhadap lambung agar tidak kaget saat mendapatkan makanan berat. Dengan kata lain, sebagai cara alami untuk mempermudah makanan pada saat masuk ke lambung. Kemudian, setelah lambung kita menerima berbagai makanan berat (nasi dan lauk pauk yang beraneka ragam bahkan berlemak) tentunya membutuhkan asupan tambahan berupa air minum Aqua untuk mempermudah proses pencernaan makanan di dalam lambung. Kondisi inilah yang membutuhkan kandungan asupan air minum lebih banyak, yaitu: 2 gelas air minum.


Saat tidur badan kita tidak mendapatkan asupan air minum. Sementara lambung akan terus bekerja. Oleh sebab itu, 1 gelas air minum Aqua sebagai nutrisi yang digunakan sebagai bekal olahan lambung merupakan tindakan yang brilian. Kondisi tersebut juga berfungsi untuk mencegah terjadinya nyeri lambung, karena lambung masih mendapatkan asupan gizi. Apalagi, pada saat tidur kita tetap membutuhkan energi. Kita tidak menyadari bahwa keringat yang kita keluarkan pada saat tidur adalah berasal dari kandungan asupan air minum yang ada dalam tubuh. Oleh sebab itu, kandugan air minum yang cukup dengan 1 gelas air minum Aqua merupakan tindakan tepat agar badan kita tetap sehat.


Sedangkan, 2 gelas air minum yang diperlukan saat makan sahur (1 gelas sebelum makan sahur dan 1 gelas sesudah makan sahur) berfungsi sebagai zat pembantu dalam pencernaan makanan di dalam lambung serta bekal energi selama kita melakukan ibadah puasa. Karena saat bepuasa, tentunya akan menghabiskan kandungan air yang ada dalam tubuh. Jika kita bekerja menguras energi yang mengeluarkan banyak keringat atau di bawah terik matahari sangat disarankan untuk menambah asupan air minum Aqua sebanyak 2-3 gelas pada saat sahur. Hal ini untuk mengantisipasi keluarnya banyak keringat di siang hari.
Dengan mengatur asupan minuman yang masuk ke dalam tubuh, maka badan pun akan mendapatkan asupan gizi yang cukup karena lambung bisa mencerna kandungan air secara teratur. Apalagi air minum Aqua lebih menyehatkan tubuh. Saat berpuasa, kita hendaknya menghindari atau meminimalkan minum kopi dan teh. Mengapa? Karena minuman kopi dan teh bisa meningkatkan pengeluaran air kemih dan mengundang rasa haus.


Jika kita mampu mengontrol secara ketat asupan air minum dalam tubuh selama berpuasa, maka kondisi badan gemuk setelah bulan puasa usai tidak mungkin terjadi. Bahkan, badan kita menjadi lebih fit dan sehat.


Dengan demikian, berpuasa di bulan Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan diet adalah benar adanya. Bukan hanya berat badan yang normal bisa kita peroleh, tetapi pahala pun bisa kita raih. No fat in Ramadhan. Be healthy!


Selamat melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan 2015.

---- Salam hangat dari Pulau Seribu Pura ----

 

Referensi:
Lembar Fakta – Puasa Sehat Bersama Aqua 2+4+2