Kekuatan Pikiran (Positif atau Negatif?)

02 Agustus 2012 18:36:14 Diperbarui: 24 Juni 2015 19:18:17 Dibaca : 325 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Kekuatan Pikiran (Positif atau Negatif?)
13439575631491627686

Hmmm...? (Doc:lolly-pinkish.blogspot.com)

Kemaren pagi seusai mengantar Kakak ke kelas, sambil duduk manis dan mengikatkan sabuk pengaman, suami tercinta disebelah bertanya.

"Mah..kok mobil bau sesuatu ya..? Kemarin mama bawa makanan?" "Hmmm..sepertinya sih ennggak ada. Nah..semprotan belum dipakai kan?"

Sambil mencoba flashback apa yang terjadi 2 hari lalu, tiba-tiba teringat empek-empek lenjer dan bulat yang langsung dipesan dari Palembang (tuhh..empek2 dikirim pakai pesawat biar cepat, dan jauh-jauh hari dah direncanakan dan dibayangkan uenaknya..)

"Haduhhh...o iya..lupa! Duuuhhh..sayang banged, wahhhhh uang 100rb melayang donk"cerocos saya tanpa titik koma karena shock teringat sesuatu.

Dan begitu teringat empek-empek yang sudah dibawa 2 hari yang lalu danngendondi mobil, bau pedas asam yang sangat menyengat langsung menusuk hidung.

"Haduhh..pah.. Jendela mama buka ya..? Mau hoek nih.." "Waahhh.."Kata suami "Ntar mama yang buang ya..?"

Perjalanan ke kantor pun dimulai namun suami tidak kunjung berhenti.

"Paa..ayok donk..berhenti, cari tempat sampah! Mama gak tahan nih.."(Sambil menahan hoek..) "Hahahaa..mama ini aneh, bau itu asalnya dari hidung atau mulut? Sekarang aja papa dah nggak bau. Di awal saja..mama gak bau..sekarang kok malah bau sih..?" "Ayoookkk donk..pah.. Nggak tahan nih!"(Dan memang beneran nggak tahan). "Tahu nggak mah? Empek2nya sudah papa buang. Papa cuma pingin ngecek mama saja.. Ingat nggak kalo bawa makanan" "Hehehee..yang bener pah?" "Nah..coba sekarang masih bau nggak?" "Hmmm..dah berkurang sih. Baunya sama seperti awal tadi"(sambil tersenyum malu..) "Jadi baunya asalnya dari mana?" "Hehehe...Pikiran. Hmmm.. Kalo begitu pikiran mama hebat donk, bisa jadi kekuatan" "Kalo buat mama itu jadi kelemahan lha wong nggak rasional, nah..sekarang masih bau nggak?" "Hihihi..dikit"(tetep kekeh nggak mau ngalah, sambil cium tangan suami, padahal kalau boleh jujur..bau itu tiba-tiba hilang). "Hmmmm..dasar bocah"kata suami sambil geleng-geleng.

-----

Hidung, sebagai panca indera pembauan biasanya dapat beradaptasi dengan cepat sehingga sesuatu yang berbau, lama-kelamaan baunya akan berkurang namun di kasus ini yang terjadi adalah sebaliknya, sesuatu yang awalnya tidak terasa bau, tapi karena pikiran menyatakan"ada empek-empek tertinggal selama dua hari di dalam mobil, yang tentunya empek-empek tersebut menjadi tidak lagi fresh",maka muncullah bau  tidak sedap tersebut bahkan sampai mempengaruhi efek fisiologis (ingin muntah).

Ya...manusia memang terdiri dari unsur fisik (tubuh dan panca indera) dan non fisik (pikiran). Dalam kasus ini manakah yang lebih menguasai? Pikiran menguasai fisik atau fisik menguasai pikiran?

Tanpa kita sadari segala sesuatu yang terjadi adalah efek dari pikiran kita, tubuh hanyalah menjalankan apa yang ada dalam pikiran atau dengan kata lain pikiran-lah yang menguasai tubuh.

Sungguh.. pikiran memang mempunyai kekutannya sangat luar biasa, tidak mengenal batasan dan berlaku bagi siapapun, tinggal bagaimana kita melatihnya menjadi sebuah kekuantan bukan sebaliknya.

You are what you think!- Apa yang Anda pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe!Anda adalah apa yang Anda percaya!

Salam, BY

Bertha Yulianti

/berthayulianti

TERVERIFIKASI

Siapa sih saya? Jawabannya bisa banyak. Tapi anyway...saat ini alhamdulillah saya sudah menjadi "IBU"... "The profession with highest salary since the payment is PURE LOVE" http://www.DuniaAretha.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana