Etika

24 Juni 2011 10:40:57 Dibaca :

saat kompasianer menolak iklan rokok, itu bukan karena tidak setuju saja dengan rokok, tapi tentang etika bahwa barang "racun" itu tidak sepantasnya diiklankan walaupun yang diiklankan bukanlah rokoknya namun kegiatan yang diadakan oleh produsen.

saat tombol "close" diiklan PRJ itu tidak bisa di pakai tentu bukan masalah, tapi tidak etis menghadirkan tombol "close" yang tidak bisa berfungsi, lebih baik tidak usah dicantumkan, ini namanya etika kejujuran.

saat iklan produk anti ketombe itu hadir tentu bukan masalah tapi ketika masuk di tengah tulisan dan menggangu pandangan maka ini menjadi tidak etis, karena ranah tulisan harusnya menjadi ranah konten dari penulis.

saat tulisan kompasianer hadir di kompas tentu sangat membanggakan, tapi alangkah etisnya jika fihak pengelola saat mencantumkannya di kompas walau mencantumkan link asal, meminta ijin dan tidak bergaya "pencuri". toh etika copy-paste ditegakan secara ketat oleh fihak pengelola.

saat akan menghapus tulisan alangkah etisnya jika fihak pengelola memberi tahu kesalahan secara manusiawi, bukan secara mesin yang tinggal copy-paste, dan tentu alangkah lebih etisnya jika tidak begitu saja dihapus, karena itu sangat kejam, tentu akan sangat lebih bijak di unpublished dengan peringatan.

karena kompasianer menghargai etika yang diterapkan fihak pengelola, maka seharusnya pihak pengelola juga memiliki etika yang sama dengan menghargai kompasianer.

kompasiana tidak besar karena kompasianer, tapi besar karena kompas. jadi dalam hal ini kompasiana sesungguhnya tidak butuh saran kompasianer. karena kompasiner yang butuh kompasiana.

Aziz Abdul Ngashim

/aziz.abdul.ngashim

TERVERIFIKASI (HIJAU)

| sekedar vandalisme |
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?