Alat Perangkap Tikus Elektronik Berbasis Cahaya

12 Agustus 2017   12:15 Diperbarui: 12 Agustus 2017   12:46 108 0 0

Fitri Awaliyah

 

Fisika Universitas Indraprasta PGRI

Abstrak :

Tikus merupakan salah satu hewan yang keberadaannya sangat mengganggu di rumah. Selain sering memakan bahan makanan yang berada di rumah, tikus juga dapat mendatangkan berbagai penyakit. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat perangkap tikus yang digunakan untuk menangkap hewan tersebut. Alat perangkap yang biasa digunakan di rumah adalah berupa alat perangkap tikus konvnsional, seperti perangkap tikus yang berupa papan dan penjepit, serta perangkap tikus yang menggunakan sangkar perangkap. Masalah akan timbul pada saat menangkap tikus menggunakan perangkap tikus konvensional. Hal tersebut terjadi pada saat menggunakan perangkap tikus penjepit dengan papan dan sangkar perangkap tikus yang membahayakan bagi penggunanya jika tidak berhati-hati dan kelemahannya sangkar perangkap tikus hanya mampu menampung satu ekor tikus saja. Alat perangkap tikus otomatis ini dilengkapi dengan sensor cahaya (LDR), baterai 12 Volt, buzzer, resistor 330 , resistor 10k, dioda dan senter. Ketika tikus mencium aroma makanan, tikus akan masuk ke dalam sangkar. Saat tikus memakan umpan, tikus akan menghalangi cahaya yang datang ke sensor, sehingga sensor tidak menangkap adanya cahaya dan buzzer akan berbunyi.

Kata kunci : perangkap, cahaya, sensor.    

I.Pendahuluan

           Alat perangkap biasanya digunakan oleh seseorang jika ingin menangkap hewan buruannya. Tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan suatu sistem alarm yang memberikan tanda bila ada tikus yang sudah memasuki sangkar perangkap tikus dengan bantuan sensor cahaya.

II. Metode Penelitian

            Alarm perangkat tikus ini didesain menggunakan komponen-komponen elektronik, adapaun alat dan bahan yang digunakan untuk desain alat ini adalah :

  • Alat :
  • Senter, yang digunakan sebagai sumber cahaya yang kemudian nantinya ditangkap oleh LDR (Light Dependent Resistor) sebagai sensor.
  • Gunting.
  • Solder, yang digunakan untuk melelehkan tembaga yang digunakan untuk merekatkan komponen elektronika yang digunakan dengan tembaga agar satu komponen bisa terhubung dengan komponen lainnya sehingga arus dapat mengalir.
  • Kabel, digunakan untuk menghubungkan rangkaian dengan sumber energi.
  • Timah, digunakan untuk merekatkan komponen elektronika sampai menjadi rangkaian.
  • PCB, diguanakn sebagai papan atau alas rangkaian yang akan dibuat.
  • Capit buaya, untuk menghubungkan rangkaian dengan sumber energi yang dihubungkan denan kabel.
  • Bahan  :
  • LDR (Light Dependent Resistor), Buzzer, Potensiometer10k, resistor 330, Transistor dan Baterai.

III. Hasil dan Pembahasan

            Sensor adalah  alat untuk mendeteksi sesuatu, yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik (Petruzella, 2011). Sensor juga memiliki arti peralatan yang menerima rangsangan dan menerima respon berupa besaran listrik yang banyak memberikan kemudahan terhadap aktivitas yang dilakukan manusia.

            Sensor cahaya adalah alat yang digunakan untuk mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah energi dari foton menjadi elektron (Enss 2005). Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Sensor cahaya sangat luas penggunaannya, salah satu yang paling popular adalah kamera digital.

            Dalam lingkungan sistem pengendali robotika, sensor memberikan kesamaan yang menyerupai mata, pendengaran, nhidung dan lidahyang kemudian akan diolah oleh kontroler sebagai otaknya (Petruzella, 2011).

1. Prinsip kerja alat perangkap tikus    

           Alat perangkap tikus ini didesain menggunakan komponen-komponen elektronika yang sudah menjadi sebuah rangkaian. Rangkaian tersebut berada di samping perangkat tikus dan senter berada di samping perangkap lainnya. Sehingga, sinar senter dapat jatuh tepat pada sensor (LDR).

            Rangkaian dan senter berada tepat diantara pengait makanan. Hal ini agar pada saat tikus memakan makanan badan tikus akan menghalangi sinar senter dan sensor tidak dapat menerima cahaya. Kemudian, buzzer akan berbunyi sebagai penanda sudah ada tikus yang terperangkap.

2. Langkah -- langkah kerja

a. Buka pintu perangkap dan di tahan dengan penahan yang terhubug ke pengait tempat makanan diletakkan.

b. Letakkan makanan di pengait dan harus hati-hati jangan sampai pintu tertutup otomatis.

3. Teknik kerja

           Dalam keadaan gelap (malam hari), tikus akan mencium bau makanan yang sudah dikaitkan ke pengait. Tikus akan masuk ke perangkap dan memakan makanan. Kemudian pengait akan bergerak dan melepaskan penahan pintu dan pintu tertutup. Sinar senter yang mengarah pada sensor akan tertutup oelh badan tikus. Karena sensor tidak menangkap adanya cahaya, maka buzzer akan berbunyi sebagai penanda adanya tikus yang terperangkap.

IV. Simpulan dan Saran

  • Simpulan

Alat perangkap tikus ini diharapkan dapat membantu untuk mengatasi meningkatnya populasi tikus yang tidak terkendali. Perangkap tikus yang dapat secara otomatis menginformasikan  bahwa terdapat tikus yang terperangkap tanpa harus memantau setiap saat. Selain itu perangkap ini sangat berguna untuk tempat yang sulit untuk dijangkau.

Sehingga lebih efisien dalam memantau perangkap tikus, yaitu hanya menunggu informasi dari perangkap tikus tersebut. Dengan kemampuan alat yang dapat menginformasikan bahwa ada tikus yang terperangkap.

      2.  Saran  

            Sebaiknya dalam melakukan percobaan ini harus berhati-hati. Pada saat memasukkan makanan ke dalam perangkap, pintu perangkap harus ditahan agar tidak tertutup otomatis. Kekurangan pada percobaan ini, penulis hanya menggunakan tikus berukuran kecil.

Daftar Pustaka

Arianto, Alfi, Dkk.,2005, Alat Perangkap Tikus elektronis: Jakarta

Apriliana, Dwika, Dkk., 2013, Perangkap Tikus dengan fasilitas Short Message Service (SMS)   Menggunakan Kontroller Atmega8535 : Bandar Lampung 

Mufida, Elly dan fikri, Miftahul, 2015. Perangkap Tikus Otomatis Menggunakan Sensor pasive Infrared (PIR) Berbasis MIKROKONTROLER ATMEGA 16: Jakarta

Pradipta, Aditia, Dkk., 2011, Sensor Cahaya : Jakarta