Mengenang Sejarah Islam (3)

21 Maret 2017 19:41:52 Diperbarui: 21 Maret 2017 19:49:59 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Masa Kekhalifahan Abassiyah, Perang Salib, sampai Kehancuran oleh Mongol

Dari masa Imam Ghazali, kita mundur kembali ke tahun 800an

800 - Awal-awal munculnya aliran Syiah dengan kuat yang berpendapat bahwa kepemimpinan dunia Islam mestilah ada pada para Imam yang memiliki hubungan khusus dengan Tuhan, dan bukan bagi orang umum yang kebetulan berasal dari Bani Umayah atau Bani Abassiyah. 

Salah satu aliran dari Syiah, yaitu selain dari aliran 12 Imam, ada yang dikenal dengan sebutan Ismailiyah, disebut demikian karena mereka meyakini Imam ke 7 yang bernama Ismail telah hilang pada abad ke 7 untuk menghindari ancaman Dinasti Abassiyah, dan pada masanya keturunannya akan datang menjadi pemimpin Islam.

Kelompok Ismailiyah terus menyebarkan dakwahnya ke kota-kota besar kekhalifahan selama berpuluh tahun bahkan lebih dari itu.

903 - Salah satu kelompok Ismailiyah yang dikenal dengan nama Qaramita menyerang Suriah, hanya 2 tahun menguasai sebelum dipukul mundur ke gurun kembali oleh pasukan Abassiyah

905 - Qaramita menyebarkan teror, meneror Bahrain 

906 - Kelompok Qaramita melakukan pembantaian pada sekitar 20 ribu jamaah haji yang sedang pergi ke Makkah.

909 - Salah satu kelompok Ismailiyah muncul, pemimpinnya yaitu Ubaidillah mengangkat diri sebagai Khalifah baru bergelar al Mahdi. Menyatakan diri sebagai keturunan Ali dari istrinya Fatimah, puteri Rasululullah. Yang karenanya menyebut kekhalifahannya sebagai Fatimiyah.

920 - Bashra dan Kufa dipenuhi aliran Qaramita, Baghdad sebagai ibukota Kekhalifahan Abassiyah hampir diserang.

929 - Muncul generasi baru dari dinasti Umayah, di Iberia, dengan pusat di Kordoba.

930 - Qaramita menyerbu Makkah, melakukan pembunuhan atas penduduk dan jamaah haji, kemudian mengambil Hajar Aswad dari Kabah, dan memindahkan ke Bahrain.

934 - Ubaidillah meninggal. Pengaruh dinasti Fatimiyah kala itu termasuk di dalamnya wilayah Tunisia, Sisilia, masuk ke wilayah Mesir, dan sampai ke Afrika Utara.

945 - Keturunan dari dinasti Persia menyerang Irak, mengadopsi konsep kekhalifahan. 

Di Mesir sebuah dinasti independen Turki bernama Ikhshidiyyah menaklukan Mesir

952 - Hajar Aswad dikembalikan, konon atas inisiatif dari dinasti Fatimiyah kepada kelompok Qaramita.

969 - Kekhalifahan Fatimiyah menginvasi Mesir membawa 100 ribu tentara, mengalahkan Kekhalifahan Ikhshidiyyah dengan mudah.

Kekhalifahan Fatimiyah mendirikan kota Kairo sebagai Ibu Kota.

970 - Universitas Al Azhar didirikan untuk menyebarkan keyakinan Ismailiyah di kalangan mayoritas suni di Mesir agar beralih menjadi Syiah

996 - Masa Khalifah al Hakim, yang dijuluki "Khalifah Gila" ditampilkan sebagai sosok manusia terpilih dan pemimpin suci oleh Ismailiyah akan tetapi oleh golongan yang berbeda dilihat sebagai tiran yang kejam.

Pada masa Khalifah Al Hakim, muslim suni mendapat penindasan dan begitupun orang Nasrani dan Yahudi begitu sedih karena gereja dan sinagog dihancurkan di wilayah kekuasaannya, termasuk gereja Holy Sepulchre yang diyakini umat nasrani disana sebagai tempat Nabi Isa akan bangkit kembali.

Khalifah Gila ini mengabaikan jaminan keselamatan gereja yang ditetapkan Khalifah Umar pada tahun 637.

Akhirnya pada abad ke 11-12, Ismailiyah disingkirkan dari Jerusalem oleh Saladin pada masa Perang Salib.

1037 - Orang-orang dari Asia Tengah, khususnya wilayah Turki banyak digunakan sebagai Jendral selama masa akhir-akhir dari dinasti Abassiyah. 

Pada abad ke 10, di tengah banyak kekacauan politik, berdirilah negara-negara bagian dari tangan mereka. Yang terbesar adalah Kerajaan Seljuk Agung. Kelak hal ini akan memicu terjadinya perang besar yang dikenal sebagai Perang Salib.

1071 - Seljuk yang menjadi benteng penjagaan yang terkuat dari Abassiyah di satu sisi telah mampu meredam pengaruh dari perluasan Fatimiyah, di sisi lain terjadi perang dengan Byzantium di Anatoli timur, yang kemudian masuk ke Barat sampai Konstatinopel.

Melihat agresifitas dari Seljuk, Kaisar Byzantium, Alexios, menyadari bahwa Turki hanya bisa diperangi apabila Kristen Timur dan Barat bisa bersatu.

Permintaan bantuan dari Alexius diterima Paus Urban II, yang kemudian atas nama Kristus mampu membangun puluhan ribu pasukan Kristen Pan Eropa. Bergerak ke Jerusalem dengan tujuan mengambil alih dari wilayah dominasi muslim.

ERA PERANG SALIB, MENJELANG SORE PERADABAN ISLAM

1095 - Awal Perang Salib yang kemudian berlangsung selama kurang lebih 200 tahun.

1096 - Pasukan Perang Salib yang dipimpin para bangsawan dan ksatria bergerak dari Prancis, Jerman, dan Itali ke Eropa Timur. Sepanjang perjalanan ini sejumlah besar orang Yahudi Eropa dibantai oleh pasukan yang mengobarkan semangat dendam kepada Yahudi.

1097 - Mencapai Antioch, kota besar di perbatasan Turki dan Suriah.

Seljuk sejak 1090 telah terpecah menjadi beberapa bagian yang dipimpin oleh Emir-emir yang saling berebut kekuasaan tidak mampu menahan gelombang pasukan perang Salib.

1099 - Pasukan perang Salib sampai di gerbang Jerusalem.

15 Juli 1099 - Setelah seminggu melakukan pengepungan Jerusalem berhasil ditaklukan pasukan perang Salib dari tangan Islam. 

Ini terjadi 462 tahun sejak kunci Jerusalem diserahkan kepada Khalifah Umar. 70 ribu masyarakat disitu dibantai oleh Pasukan Perang Salib yang ganas. Mesjid dan Sinagog dihancurkan.

Fatimiyah bergerak untuk melawan  Pasukan perang Salib, namun bisa dikalahkan di wilayah Palestina.

Penaklukan Jerusalem oleh Pasukan Perang Salib membuka lebar-lebar pintu perdagangan antara Timur dan Barat bagi Eropa, sebagaimana pintu Ilmu Pengetahuan dan Filsafat hasil dari perkembangan besar pengetahuan dinasti Abassiyah bisa diambil dan dibawa ke Levant.

Hasil kekayaan dan pengetahuan ini kelak akan mendorong abad pencerahan Eropa yang dikenal sebagai Reinasans di Abad ke 14.

Jerusalem kemudian menjadi kerajaan yang baru dengan kekuatan Eropa di belakangnya.

1146 - Munculnya pergerakan baru untuk mempersatukan kembali Islam agar bisa melawan Pasukan Perang Salib dipelopori oleh Imad ad-Din Zengi

1154 - Nur ad-Din Zengi putra dan penerus dari Imad berhasil menaklukan wilayah sekitar Antioch dan kemudian Damaskus, serta Suriah.

1163 - Raja Jerusalem mengirim balatentara ke Mesir untuk menyerang Dinasti Fatimiyah.

Shawar sebagai Wazir Agung Fatimiyah meminta pertolongan Nur ad-Din, tetapi setelah dikirim bantuan tentara menghianati dengan bersatu bersama pasukan Jerusalem yang malah menghancurkan pasukan Nur ad-Din. Hal ini karena Jerusalem setuju untuk mundur dari Mesir apabila bisa memukul mundur pasukan Nur ad-Din.

1167 - Pasukan perang Salib datang kembali ke Mesir untuk melanjutkan rencana menginvasi wilayah Mesir.

Nur ad-Din kembali diminta tolong yang kali ini datang dengan pasukan yang sangat besar. Pasukan perang Salib bisa dikalahkan dan Shawab kemudian dihukum mati. Mesir menjadi wilayah dari kekuasaan Nur ad-Din.

Shirkuh diangkat Nur ad-Din menjadi Jendral di Mesir, dua bulan setelah itu dia meninggal dan kepemimpinan dilanjurkan kepada keponakannya yang masih muda, Yusuf, yang dikenal juga sebagai Saladdin.

Saladdin adalah seorang pemuda yang suka kepada ilmu pengetahuan, belajar langsung kepada Ulama-ulama, seorang Suni yang paham dan teguh, memegang mahzab fiqih Syafii dan teologi Asyari. Politik bukan sesuatu yang menarik baginya, namun ketika mewarisi jabatan dari Pamannya, takdir mengubahnya menjadi seorang Pemimpin baru.

Al Azhar kemudian beralih haluan, dari Ismailiyah menjadi sekolah Suni tradisional hingga saat ini.

1174 - Nur ad-Din meninggal, Saladdin yang sebelumnya sempat terjadi pergesekan dengan Nur ad-Din karena semakin meluas pengaruh nama baiknya di Mesir, datang ke Suriah dengan sambutan dukungan yang luas dari penduduk Suriah.

1180 - Islam yang sebelumnya terpecah-pecah bersatu kembali dengan pengaruh Saladdin, sementara pasukan perang Salib yang sebelumnya bersatu, kondisinya sebaliknya saat ini yaitu dalam terpecah.

Walaupun sudah kuat, Saladdin tidak tertarik untuk membuat konfrontasi dengan kerajaan Jerusalem, dibuatlah perjanjian damai antara wilayah Islam dengan Kerajaan Jerusalem.

1187 - Reynald de Chatillon berulangkali melanggar perjanjian damai yang disepakati, sehingga memperovokasi terjadinya perang antara Saladdin dan Jerusalem. 

Perang Hattin, pasukan Saladdin mengalahkan pasukan perang Salib Jerusalem, dan menjadikan Jerusalem kembali dikuasai Muslim.

Peperangan selanjutnya antara Saladdin dengan Raja raja pemimpin pasukan Salib, terutama Raja Richard the Lionheart, memulai babak baru Perang Salib yang dilandasi sikap saling menghormati antara Islam dan Kristen.

Kepemimpinan Saladdin selanjutnya dikenal dengan nama Dinasti Ayyubiah, keturunan Saladdin menjadi penerus dan pemimpin di wilayah Suriah dan Mesir sampai beberapa dekade.

Sementara itu, dibelahan bumi yang lain, 5000 KM dari pusat peradaban Islam. Muncul sesuatu yang baru, baik bagi Islam, Kristen, maupun bangsa-bangsa besar lainnya saat itu: Mongol.

KEBANGKITAN MONGOL, TIBANYA MASA KEGELAPAN BAGI ISLAM

1207 - Genghis Khan berhasil menyatukan bangsa Mongol dibawah kepemimpinannya.

1219 - Wilayah yang membentang dari Korea sampai Persia yang adalah gerbang kekhalifahan Islam, sudah ditaklukan oleh Genghis Khan.

Sebuah contoh bagi dunia tentang bagaimana ekspansi militer luar biasa bisa dilakukan kembali dari sebuah wilayah yang penuh keterbatasan, gurun Mongol, yang tidak dipandang oleh kerajaan-kerajaan besar sebelumnya, telah bangkit dalam waktu singkat menjadi bangsa besar penakluk timur dan barat.

Kepada benteng pertahanan kota musuh, diberikan ultimatum 3 pilihan:

1. Menghindari pertempuran, menyerah, dan bergabung dengan pasukan Mongol

2. Bertempur hanya dengan tentara, maka jika kalah, semua pasukan musuh akan dibunuh dan harta kekayaan serta makanan kota dirampas

3. Perlawanan massal, apabila penduduk sipil dipersenjatai, jika ini terjadi maka Mongol berjanji akan membunuh setiap orang yang ada di dalam kota.

1219 - Genghis Khan mengirim pedagang dari Kekaisaran Mongol ke kerajaan Kharezmian, yang dihukum mati raja Shah Muhammad. Khwarezmian adalah kerajaan Islam yang berasal dari kebudayaan Persia yang mulai melepaskan diri dari kekuasaan dominasi Abssiyah untuk mendirikan kekhalifahan atau dominasi baru dalam dunia Islam.

1220 - Diawali kemarahan besar karena intensi untuk berdamai dengan Islam ditolak, maka Genghis Khan mulai menghancurkan kota-kota Islam di wilayah Persia, Irak, dan Suriah.

1222 - Khwarezmian hancur total, serangan Genghis Khan membunuh lebih dari 2 juta orang di masa tersebut dalam waktu yang singkat

1225 - Genghis Khan yang mundur dan tidak terus masuk menyerang jantung ibukota Islam meninggal, kepemimpinan dilanjutkan Ogedei Khan putranya.

1237 - Ogedei mengarahkan pasukan invasi melintasi gunung Ural ke arah Eropa. Masuk ke Rusia, Hungaria, dan Jerman.

1241 - Kerajaan-kerajaan Eropa dicekam rasa takut terhadap Mongol, dan mulai menjalankan misi diplomatik untuk meluluhkan hati bangsa Mongol. Ogedei meninggalkan Eropa, pasukan kembali ke Mongol, dan tidak lama kemudian Ogedei pun meninggal. Kepemimpinan dilanjutkan oleh Hulagu Khan.

1255 - Terjadi banyak pernikahan antara keturunan Genghis dengan perempuan Nasrani, salah seorang Kristen Nestorian perlahan naik menduduki posisi lebih tinggi di Kerajaan Mongol.

Masih dalam suasana perang Salib, ketika saat itu Jerusalem berada dalam kekuasaan Islam sejak Saladdin. Hulagu setuju untuk melebarkan lagi sayap Mongol ke wilayah Abassiyah.

Hulagu yang bersamanya penasehat Kristen dan Buddha, mendapat pandangan untuk menghancurkan politik Islam sehancur-hancurnya dan mulai memobilisasi tentara yang sangat besar dibantu kerajaan Armenia yang Nasrani dan sisa-sisa dari tentara perang Salib Eropa. Lebih dari 100 ribu tentara bergerak bersama.

Kondisi Islam sebaliknya saat itu dalam kondisi lemah, Dinasti  Ayyubiah Saladin sudah dihancurkan oleh pasukan elitnya sendiri yang disebut Mamluk. Mamluk mendirikan kerajaan sendiri di Mesir.

Sementara Abassiyah sedang berkonflik dengan sekte Hassasin.

1256 - Persia dan benteng Alamut Hassasin dihancurkan Hulagu

1258 - Khalifah Abassiyah, Al Mutasim, menolak untuk menyerah pada otoritas Mongol

10 Februari 1258 - Baghdad direbut oleh Mongol, Ibu Kota kekhalifahan Islam dalam waktu singkat bisa dihancurkan oleh Hulagu, Bait al Hikmah, yang artinya rumah Hikmah, turut dihancurkan, buku-buku yang tersimpan dibuang ke sungai Tigris sehingga warna sungai menjadi hitam saking banyaknya tinta yang berasal dari buku buku.

Catatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibangun peradaban Islam hilang musnah, ribuan karya matematika, ilmu pengetahuan, geografi, sejarah, teologi, keagamaan, politik dan yurisprudensi lenyap. Diduga oleh para sejarawan dan ilmuwan, masih banyak kumpulan ilmu yang belum diketahui dunia ikut lenyap karenanya.

Mongol terus bergerak ke Suriah, merebut Damaskus dan Aleppo.

1260 - Mongol bergerak ke Mesir dan berhadapan dengan Kerajaan Mamluk. Inilah kekalahan Mongol pertama sejak menginvasi Islam.

Di Utara Mongol, Berke di Rusia, yang adalah seorang Khan Mongol masuk agama Islam dan beraliansi dengan Mamluk untuk melawan Hulagu.

1300 - Kekaisaran Mongol terpecah-pecah, setelah Hulagu meninggal tidak ada lagi dominasi kekuatan Mongol, ekspansi berhenti dan Mongol surut sampai pengaruhnya hilang sama sekali dari dunia.

Efek dari kehancuran akibat Mongol sangat mendalam bagi dunia Islam, keterpurukan mencapai titik terendah ketika kehancuran disebabkan oleh bangsa Pagan yang bahkan bukan ahli kitab.

Saking putus asanya, sebagian umat Islam melihat bahwa kiamat telah terjadi dan Tuhan sudah tidak bersama mereka. Sementara sebagian bertanya-tanya apa yang salah dengan mereka.

1263 - 1328 Ibnu Taimiyah bangkit dan berusaha membantah keraguan yang muncul di banyak umat Islam, menurutnya kehancuran dan kekalahan Islam adalah akibat dari perbuatan umat Islam sendiri yang sudah melalaikan ajaran Islam sebagaimana semestinya yang diajarkan Rasulullah.

Ibnu Taimiyah mulai menentang kekuasaan pemerintahan-pemerintahan yang menyatakan diri Islam tetapi tata pemerintahannya tidak Islami, di sisi lain, Ibnu Taimiyah juga menyalahkan aliran-aliran sufi yang berkembang dalam Islam,  aliran yang berlebihan masuk ke ranah mistik sehingga melemahkan Islam secara geo politik.

Kelak pemikiran-pemikiran Ibnu Taimiyah akan turut mendorong munculnya pemahaman Islam yang keras dan kaku dalam menetapkan hukum syariat sehingga memunculkan apa yang kini dikenal sebagai Islam garis keras yang fanatik atau fundamentalis.

Untuk sementara sejarah Islam dicukupkan sampai disini. Setelah era dominasi Kekhalifahan Abassiyah akan muncul tiga kekhalifahan besar, yaitu Kekhalifahan Turki Ottoman, Kerajaan Savafid di Iran, dan Kerajaan Mughal di India.

Sementara di wilayah Nusantara, tepatnya di tanah Jawa berdirilah Kerajaan Demak menjadi penerus dari Kerajaan Majapahit pada tahun 1475 yang akan membawa penyebaran Islam masuk kedalam wilayah geo-politik di Nusantara hingga berdirinya Republik Indonesia dan menjadi Negara berpenduduk muslim terbesar di Dunia.

Pesan yang ingin disampaikan adalah tentang perubahan besar dari masa ke masa yang dimulai dengan datangnya Utusan Tuhan, itulah masa fajar peradaban yang berulang dari masa ke masa. Pemimpin yang dijanjikan akan selalu tiba, di masa ini kita mengenalnya dengan istilah Pemimpin yang Memandu dengan Petunjuk Tuhan.

Sebagaimana kisah Rasulullah yang mengangkat derajat bangsa Arab di atas segala bangsa karena Rahmat Tuhan yang menyertai, maka di masa ini Bangsa Indonesia boleh berharap datangnya Pemimpin yang dijanjikan akan pula membawa Bangsa Indonesia bangkit berdiri dari keterpurukannya untuk membawa Dunia kepada Damai Sejahtera sebagaimana sebelum Rasulullah, Isa Al Masih membawa kedamaian ke Bumi pada jamannya.

*Sumber dari tulisan ini terutama dari Buku: Sejarah Islam yang Hilang – Menelusuri Kembali Kejayaan Muslim pada Masa Lalu. Ditulis oleh Firas Alkhateeb, seorang peneliti sejarah Islam di Universal School, Bridgeview, Illinois, Amerika Serikat.

-----

Artikel di atas diambil dari Buku Hikmat yang ditulis oleh Aryandi Yogaswara. Untuk membaca Buku Hikmat secara online bisa mengunjungi tautan ini.

Aryandi Yogaswara

/aryandi

Penulis, Penyair, Penjual Buku dan Madu Liar Asli. Tinggal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana