Joe De  Forester
Joe De Forester

environmentalis, rimbawan utun dan pejuang sendirian

Selanjutnya

Tutup

Jakarta highlight headline

Yakin Sudah Tidak Ada Calo Saat Buat SIM?!

17 Juli 2017   15:43 Diperbarui: 18 Juli 2017   13:17 1485 7 2
Yakin Sudah Tidak Ada Calo Saat Buat SIM?!
Photo: detikcom

Mendapatkan SIM (surat ijin mengemudi) secara prosedural adalah suatu cara mendidik generasi muda (usia sekolah SMA) untuk tidak melakukan kecurangan dan menghindari bibit korupsi.

Generasi millenial yang lahir di tahun 2000, maka pada  tahun 2017 ini mereka sudah berhak untuk mengajukan dan mengikuti test untuk mendapatkan surat ijin mengemudi (SIM C dan SIM A).

Anak saya termasuk generasi millenial yang tahun 2017 yang ingin mendapatkan SIM C dan sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa untuk mendapatkan SIM masih banyak cara-cara curang baik melalui calo maupun biro jasa guna mendapatkan SIM tanpa melalui ujian teori maupun praktek secara prosedural.

Pada saat liburan sekolah bulan juni 2017 lalu, saya mengajak anak saya ke satpas Polres Metro Kota Bekasi. Tapi sebelumnya saya mencoba mencari informasi dan googling di internet apakah percaloan SIM masih merajelala di satpas polres bekasi dan hasilnya kita bisa baca: SIM C Rp550 Ribu, Calo Sim Gentayangan di Polres Bekasi Kota. Pelayanan SIM Polresta Bekasi Tak Becus, Harga SIM Rp450. Warga Keluhkan Sulitnya Dapat SIM C di Polres Bekasi.

Itu hanya sebagian contoh berita media saja, masih belum puas, saya juga mencoba menghubungi biro jasa yang ada iklan penawarannya di internet. Melalui WA saya mencoba mengontak salah satu biro jasa dan pihak biro jasa menawarkan dua pilihan, cara pertama datang ke Polres Bekasi bawa KTP+copy ikuti prosedur jalur resmi kalau gagal tes, nomor registrasi atau resi dikasih ke biro jasa, bea cetak SIM A Rp 750.000 dan SIM C Rp 700.000. Cara kedua ketemu di rukan biro jasa atau Polres bawa E-KTP + copy, daftar dan diterima, terus photo dan test teori pura-pura, bea SIM A Rp 950.000 dan SIM C Rp 900.000.

Padahal biaya resmi pembuatan SIM C untuk formulir hanya Rp 100.000, surat kesehatan Rp 25.000 dan asuransi Rp 30.000 sehingga total cuma Rp 155.000.

Fakta ini memang membuat miris ternyata korupsi masih merajalela khususnya di pelayanan publik dan kebanyakan pemohon SIM baru umumnya adalah anak-anak yang usianya baru memasuki 17 tahun, anak-anak ini ingin mendapatkan SIM C secara legal guna melegalkan bahwa selama ini mereka mengendarai sepeda motor tidak memilik SIM karena syarat usia belum memenuhi peraturan perundangan.

Saya kira fakta bahwa anak-anak sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas hampir diseluruh sekolah di republik ini banyak yang mengendarai sepeda motor ke sekolah tanpa memiliki SIM dan ketika mereka mencapai usia 17 tahun dan ingin mendapatkan surat ijin mengemudi justru mengalami permasalahn ketidakjujuran.

Pada saat liburan sekolah bulan juli 2017 lalu, saya mengajak anak saya yang baru berusia 17 tahun untuk membuat SIM C di Satpas Metro Bekasi Kota. Sampai di tempat parkir seorang pria mengampiri kami dan menawarkan jasa pembuatan SIM dengan cepat dan tanpa test. Saya menghiraukannya sebab saya sudah bertekad dengan anak saya untuk mengikuti semua prosedur tanpa melakukan ketidakjujuran. Saya berpikir kalau saja saya menuruti tawaran calo/biro jasa berarti saya menanamkan ketidak jujuran mendasar kepada anak saya dan kelak anak saya sebegai generai mellenial akan menjadikan ketidakjujuran ini sebagai acuan bahwa bila berurusan dengan lembaga pemerintah dapat diselesaikan dengan uang. Ini adalah awal bibit-bibit pendidikan untuk menjadi koruptor.

Guna menghindari gagal dalam ujian teori, saya meminta anak saya supaya membuka http://korlantas.polri.go.id/, disana tersedia latihan soal ujian teori dan ini sangat membantu. Untuk itu bagi masyarakat yang ingin ikut ujian teori sim wajib berlatih melalui website ini karena sangat membantu. untuk itu ini merupakan salah satu pelayanan korlantas yang sangat baik dan sudah seharusnya dikembangkan terus menerus sebagai pelayanan terhadap masyarakat.

Setelah mendapatkan surat keterangan kesehatan, kami langsung membeli formulir dan bayar asuransi. Selanjutnya antre untuk ikut ujian teori dan sebelumnya saya wanti-wanti anak saya supaya minta ke petugas agar ujian teori dengan komputer bukan yang manual dengan kertas soal. Setelah mengikuti test dinyatakan lulus dimana dari 30 soal hanya 6 soal yang salah.

Selanjutnya berpindah ke ujian praktek, masalah terbesar dan menjadi momok pemohon sim adalah di ujian praktek. dari rata-rata 10 peserta yang diuji mungkin hanya sekitar 1 - 2 orang saja yang lulus. Mungkin ada yang mengatakan ya wajar saja tidak lulus kalau memang hasil ujian tidak lulus apa mesti diluluskan, pernyataan ini perlu dikaji lebih jauh dan dengan pikiran waras. Pertanyaan besarnya adalah apakah ujian praktek sudah standar dan apakah ujian praktek ini dikondisikan supaya memang sulit untuk lulus. Coba kita kaji fasilitas ujian praktek Satpas Polres Bekasi apakah sudah sesuai standar nasional atau tidak.

Fasilitas ujian praktek di Satpas Polres Bekasi sangat amburadul, dimana marka zig-zig, marka angka delapan serta putar baliknya tidak jelas dan tanpa mengunakan cat. Kemudian ukuran panjang dan lebar yang sangat sempit menjadikan peserta gagal karena menyengol balok kayu yang dibuat begitu rapat dan mudah terjatuh. Yang bisa lulus ujian praktek SIM C di polres bekasi hanya pemain akrobat. Menurut pengamatan saya fasilitas ujian praktek di polres bekasi sangat tidak layak dan untuk itu saya coba melihat fasilitas ujian praktek di Satpas Daanmogot ternyata sangat jauh berbeda dengan fasilitas yang ada di Satpas Bekasi. Apalagi ketika searching di youtube maka ujian praktek SIM C yang terbaik dan sesuai dengan standar hanya ada di Polres Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dimana sudah berbasis IT atau dikenal si praktis. dengan si praktis ini memberikan hasil ujian secara akurat, transparan dan kepastian hukum. Ref: Kini Uji Praktik SIM Di Polres Tanah Bumbu Menggunakan Sipraktis.

Aneh rasanya Polres Bekasi yang notabene dekat dengan ibukota justru ketinggalan modern dengan Polres Tanah Bumbu yang nun jauh di Kalimantan Selatan. Bahkan Satpas Daanmogot pun masih manual padahal ada di ibukota.

Singkat cerita, akhirnya anaknya saya sampai saat ini sudah 4 kali ikut ujian praktek dan saya minta ke anak saya supaya ikut terus sampai lulus walau sampai 100 kali. Bagi saya tidak lulus karena sesuai ketentuan/standar tentu dapat kita terima dengan lapangan dada tetapi jika ujian diciptakan untuk jebakan dan akhirnya pemohon SIM mengambil jalan pintas dengan nembak lewat calo/biro jasa maka ini yang menjadi persoalan anak bangsa. Kebanyakan jawaban dan himbauan oleh aparat adalah "jangan melalui calo". Padahal calo tidak mungkin dapat mengeluarkan atau mencetak SIM sendiri tentu pasti ada kerjasama dengan pihak yang mengeluarkan SIM, selama masih ada petugas yang masih mencari uang haram dengan cara-cara kotor maka calo pasti selalu ada.  

Kesimpulan: Keluhan dan percaloan sim bukan hal baru di negeri ini, upaya pemerintah untuk memperbaiki sudah ada buktinya. Korlantas melalui websitenya sudah memberikan fasilitas latihan ujian teori. Satpas Polres Tanah Bumbu sudah mengunakan ujian praktek berbasis IT. Di Satpas Daanmogot disediakan fasilitas untuk latihan ujian praktek pada hari minggu mulai pukul 08.00- 11.00. Fasiltas ujian praktek di satpas polres metro bekasi kota, sangat tidak standar dan seolah diciptakan untuk mempersulit. Calo masih dapat ditemukan secara terbuka juga termasuk biro jasa dan calo tercipta oleh oknum petugas satpas tentunya. calo hanya kaki tangan saja dan pelaku intelektualnya adalah oknum polri.

Saran: Seharusnya di kota-kota besar fasilitas ujian praktek sudah seharusnya berbasis IT, sehingga hasil ujian praktek secara akurat, transparan dan memilik kepastian hukum. seperti yang dimiliki satpas polres tanah bumbu. Jika belum memungkinkan anggaran untuk membuat fasilitas ujian praktek berbasi it, maka lakukan jemput bola dengan melakukan ujian praktek khusus untuk anak sekolah. di satpas polres tanah bumbu ada sim women's day. Memberikan fasilitas latihan ujian praktek setiap hari minggu di seluruh satpas dengan waktu yang lebih luas yakni dari pkl.08.00 s/d 16.00 . saat ini hanya satpas daanmogot yang menyediakan fasilitas ini. Melakukan penyelidikan tuntas terhadap oknum petugas satpas maupun kasie satpas bahkan kapolres yang terlibat dan mengetahui pengeluaran sim non prosedural  atau bahasa kasarnya yang korupsi, kemudian ditindak tegas denga memberhentikannya. menindak calo adalah pekerjaan sia-sia tapi jika oknum petugas satpas yang ditindak pasti dengan sendirinya calo tidak ada.

Jangan biarkan generasi mellinial penerus bangsa untuk memulai bertindak curang dimulai usianya 17 tahun dengan mendapatkan SIM tembak.